Stellantis Perbaiki Kegagalan Desain AdBlue pada Model Diesel Terbaru

Stellantis menghadapi tantangan besar terkait cacat desain sistem AdBlue pada sejumlah model diesel Peugeot dan Citroën terbaru bermesin 1.5-liter BlueHDi. Masalah ini berimbas serius terhadap konsumen, karena berpotensi menyebabkan ketidakpercayaan pada kualitas teknis dan rekam jejak merek.

Pabrikan otomotif ini telah mengambil sejumlah langkah perbaikan, terutama setelah peningkatan laporan kerusakan pada sistem emisi SCR. Sistem ini sangat krusial dalam menurunkan emisi nitrogen oksida dengan bantuan cairan AdBlue. Namun cacat desain pada tangki AdBlue dan perangkat lunaknya menimbulkan berbagai komplikasi yang tak terduga di kalangan pemilik mobil.

Cacat Desain AdBlue yang Meresahkan Konsumen

Permasalahan utama ditemukan pada perancangan bagian dalam tangki dan software pengelola sistem AdBlue. Seharusnya, sistem ini memberi peringatan pada panel instrumen ketika cairan AdBlue hampir habis. Di lapangan, peringatan ini sering kali tidak akurat—beberapa mobil bisa tetap berjalan normal meski cairan minim, sementara model lain justru memaksa mesin masuk mode perlindungan hingga tidak bisa dinyalakan.

Kerusakan tersebut seringkali hanya dapat diatasi dengan penggantian seluruh komponen utama tangki AdBlue. Biaya perbaikan mencapai lebih dari €1,000 per unit, termasuk komponen dan jasa layanan bengkel resmi. Kasus seperti ini tidak hanya terjadi sekali dua kali, melainkan meluas dan menjadi perhatian banyak pemilik kendaraan di Eropa.

Kebijakan Jaminan Khusus dari Stellantis

Divisi Stellantis di Italia menjadi yang pertama secara resmi mengakui dan bertanggung jawab terhadap kekurangan ini. Pernyataan resmi perusahaan menyampaikan peluncuran program garansi khusus untuk model Peugeot dan Citroën bermesin diesel standar Euro 6 dengan sistem SCR yang terindikasi masalah.

Skema garansi yang diberikan meliputi:

  1. Perpanjangan masa garansi sistem AdBlue hingga tahun 2028, selama mobil masih berada dalam batas usia dan jarak tempuh yang ditetapkan.
  2. Kendaraan di bawah usia lima tahun dan jarak tempuh kurang dari 150,000 kilometer, mendapat pertanggungan penuh atas penggantian komponen terkait.
  3. Untuk mobil usia lima hingga delapan tahun, persentasi pertanggungan biaya suku cadang antara 30 hingga 90 persen, tergantung pada kilometer yang telah ditempuh, serta biaya jasa servis senilai €30 per jam.

Kebijakan ini juga mencakup skenario kegagalan berulang pada unit yang telah diperbaiki sebelumnya.

Prosedur Garansi Bila Kerusakan Terulang

Stellantis memberikan garansi tambahan jika masalah pada tangki AdBlue muncul kembali dalam periode tertentu. Jika kerusakan serupa terjadi dalam 50,000 kilometer atau 24 bulan sejak perbaikan pertama, penggantian dan jasa servis akan ditanggung penuh asalkan perbaikan sebelumnya dilakukan di diler resmi dengan dokumen resmi.

Prosedur tersebut mensyaratkan kelengkapan bukti servis dan faktur dari bengkel resmi. Jika persyaratan terpenuhi, pemilik mobil tidak perlu khawatir akan biaya perbaikan serupa di masa mendatang dalam batas waktu dan kilometer yang disepakati.

Dampak Lebih Luas bagi Pengguna Mobil Diesel Modern

Walau kebijakan ini saat ini diberlakukan di Italia, persoalan AdBlue pada mobil diesel menjadi gambaran umum kompleksitas teknologi emisi modern. Sistem SCR dengan cairan AdBlue kini menjadi standar industri untuk menekan emisi NOx, namun konsekuensinya biaya perawatan dan risiko kerusakan meningkat jika desain sistem kurang optimal.

Kondisi ini bukan hanya menjadi perhatian konsumen Eropa. Pengamat otomotif menilai, bagaimana Stellantis menanggulangi masalah ini di negara lain akan menjadi tolok ukur transparansi produsen otomotif terhadap isu teknis pasca penjualan. Selain itu, fakta bahwa biaya perbaikan bisa mencapai €1,000 mempertegas pentingnya perlindungan konsumen dan peran program garansi dalam menjaga loyalitas pengguna.

Langkah Stellantis mengakui cacat desain dan menghadirkan kompensasi garansi khusus menjadi contoh penanganan proaktif terhadap kasus cacat teknologi otomotif modern. Kebijakan dan solusi yang transparan diharapkan mampu memulihkan kepercayaan, sekaligus menjadi acuan untuk produsen otomotif lain jika menghadapi masalah teknologi baru di era kendaraan rendah emisi.

Exit mobile version