Rata-rata penurunan kesehatan baterai mobil listrik mencapai sekitar 2,3 persen per tahun menurut studi terbaru Geotab pada 2025. Angka ini menunjukkan bahwa setelah delapan tahun pemakaian, kapasitas baterai tersedia tinggal sekitar 80 persen dari kondisi awal. Misalnya, jarak tempuh satu isi penuh yang awalnya bisa mencapai 350 km, setelah delapan tahun hanya sekitar 280 km.
Data ini kembali menegaskan tren penurunan kapasitas baterai yang sebelumnya sempat membaik pada 2023 dengan angka degradasi tahunan sebesar 1,8 persen. Namun, karena berbagai faktor, penurunan tersebut kembali meningkat ke level 2,3 persen per tahun. Oleh sebab itu, pemilik mobil listrik harus bisa mengantisipasi kondisi ini dalam perencanaan penggunaan jangka panjang.
Pengaruh Kebiasaan Pengisian Terhadap Degradasi Baterai
Salah satu penyebab utama percepatan penurunan kesehatan baterai adalah kebiasaan pengisian daya, terutama penggunaan DC fast charging (DCFC). Pengisian cepat memang memudahkan pengguna, tetapi frekuensi yang tinggi dapat menyebabkan baterai lebih cepat panas dan berakibat pada degradasi lebih cepat.
Berdasarkan data Geotab, mobil listrik yang menggunakan DC fast charging kurang dari 12 persen dari total sesi pengisian mengalami penurunan kapasitas sekitar 1,5 persen per tahun. Sebaliknya, penggunaan DCFC yang melebihi 12 persen sesi pengisian menyebabkan baterai menurun lebih cepat, yakni sekitar 2,5 persen per tahun. Ini menunjukkan peran penting kebiasaan pengisian baterai dalam memperpanjang umur pakai baterai.
Faktor Berat dan Ukuran Mobil Memengaruhi Degradasi
Selain gaya pengisian, ukuran dan bobot kendaraan juga memengaruhi kecepatan degradasi baterai. Mobil listrik yang lebih besar dan berat memerlukan energi lebih besar untuk menggerakkannya sehingga memberikan beban kerja lebih berat pada baterai.
Akibatnya, EV berukuran besar cenderung mengalami penurunan kapasitas baterai lebih cepat dibanding mobil kecil dan ringan. Hal ini perlu menjadi pertimbangan penting ketika memilih jenis mobil listrik sesuai kebutuhan dan pola penggunaan.
Pola Degradasi Baterai Tidak Linear
Penurunan kapasitas baterai tidak terjadi dengan kecepatan tetap setiap tahun. Studi menunjukkan pola degradasi mirip kurva, di mana penurunan paling signifikan terjadi pada awal masa penggunaan kendaraan listrik. Kemudian, laju penurunan melambat seiring waktu.
Fakta ini mengindikasikan bahwa tiga hingga lima tahun pertama adalah periode kritis untuk menjaga kesehatan baterai. Pengelolaan pengisian yang tepat dan perhatian pada kondisi baterai sangat berpengaruh selama fase ini.
Panduan Menjaga Kesehatan Baterai Mobil Listrik
Untuk memperpanjang umur baterai dan mengurangi penurunan kapasitas, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:
- Batasi penggunaan DC fast charging sebanyak mungkin.
- Gunakan pengisian normal (AC charging) untuk kebutuhan harian.
- Pilih mobil listrik dengan ukuran dan bobot yang sesuai kebutuhan.
- Perhatikan suhu dan hindari pengisian saat baterai sangat panas atau sangat dingin.
- Lakukan perawatan dan monitoring baterai secara rutin.
Pemahaman mendalam terkait rata-rata penurunan kesehatan baterai ini membantu calon pengguna mobil listrik membuat keputusan tepat. Dengan penerapan kebiasaan pengisian optimal dan pemilihan kendaraan sesuai kebutuhan, umur baterai dapat dipertahankan lebih lama.
Dengan begitu, mobil listrik tidak hanya ramah lingkungan tapi juga ekonomis dalam jangka panjang. Informasi penting ini menjadi bahan referensi untuk merencanakan investasi kendaraan listrik sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal setiap saat.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




