Geely EX2 telah menjadi fenomena di pasar otomotif China dengan pencapaian yang luar biasa. Mobil listrik hatchback ini berhasil meraih predikat sebagai mobil terlaris di Negeri Tirai Bambu pada tahun 2025. Sepanjang periode tersebut, total penjualan mencapai 465 ribu unit, sebuah prestasi yang menandai keberhasilan luar biasa di pasar otomotif yang sangat kompetitif dan ketat di China.
Kesuksesan ini menjadi bekal penting saat Geely EX2 masuk ke pasar Indonesia. Peluncuran resmi yang dilakukan pada Januari 2026 dibarengi dengan ambisi tinggi dari Geely Indonesia. Perusahaan memasang target penjualan sebanyak 1.000 unit per bulan. Dua varian ditawarkan, yakni varian Pro dan Max, dengan harga resmi yang cukup kompetitif untuk kelas mobil listrik, yakni Rp 255 juta untuk varian Pro dan Rp 285 juta untuk varian Max (OTR Jakarta). Harga spesial yang berlaku untuk periode pre-order juga cukup menggoda, yaitu Rp 229,9 juta untuk Pro dan Rp 259,9 juta untuk Max.
Faktor Keunggulan dan Strategi Penetrasi Pasar
Geely EX2 tidak hanya mengandalkan reputasi di pasar China, tapi juga menyuguhkan kualitas material dan kenyamanan berkendara yang tinggi. Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, mengungkapkan bahwa keunggulan ini menjadi daya tarik utama yang diharapkan mampu diterima dengan baik oleh konsumen di Indonesia. Hal ini terlihat dari data pemesanan yang tercatat sudah mencapai sekitar 1.500 unit sejak pre-booking dibuka pada November 2025, angka yang terus bertambah hingga saat peluncuran resmi.
Sebagai bagian dari strategi nasional, Geely Auto Indonesia melakukan perakitan lokal EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat. Model ini merupakan hasil perakitan ketiga dari Geely di Indonesia, setelah EX5 dan Starray EM-i. Fasilitas produksi mampu memproduksi hingga 60 unit per hari, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 46,5 persen. Angka TKDN ini menjadikan EX2 sebagai salah satu mobil listrik dengan kandungan lokal tertinggi di pasar otomotif Indonesia saat ini.
Teknologi dan Spesifikasi yang Menunjang
Geely EX2 menggunakan baterai lithium ferro phosphate (LFP) berkapasitas 40,8 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 395 kilometer dalam kondisi standar pengujian NEDC. Baterai ini dibuat dengan kolaborasi bersama Gotion Battery Cell, bagian dari upaya memperkuat rantai industri baterai yang berkelanjutan di Indonesia. Pengisian cepat dari kondisi baterai 30 persen ke 80 persen hanya memerlukan waktu 25 menit menggunakan DC charging.
Teknologi baterai yang diterapkan meliputi Cell-to-Pack (CTP) dengan sistem pendinginan cairan dan standar keamanan global, sehingga memastikan perlindungan maksimal bagi pengendara. Dari segi desain, EX2 memiliki dimensi compact 4.135 mm panjang, 1.805 mm lebar, dan 1.560 mm tinggi dengan wheelbase 2.650 mm, sangat cocok untuk penggunaan di area perkotaan. Ground clearance varian Pro adalah 160,8 mm dan varian Max mencapai 162 mm. Mobil ini dirancang dengan layout penggerak roda belakang (RWD), dilengkapi 12 fitur ADAS untuk keselamatan, dan kapasitas bagasi fleksibel antara 370 hingga 1.320 liter yang memudahkan kebutuhan sehari-hari.
Peluang dan Tantangan di Pasar Indonesia
Dalam konteks persaingan mobil listrik yang terus meningkat, khususnya dari merek Tiongkok di Indonesia, Geely EX2 membawa sejumlah keunggulan. Harga yang kompetitif, kandungan lokal yang tinggi, dan teknologi baterai modern menjadi modal utama. Namun, tantangan menghadapi konsumen yang semakin kritis juga menjadi faktor penting untuk diperhatikan. Keberhasilan di pasar China bisa menjadi sinyal positif untuk penetrasi pasar di Indonesia yang masih dalam fase awal pertumbuhan.
Dengan perakitan lokal dan dukungan teknologi baterai dari mitra terpercaya, Geely berpotensi menjadikan EX2 sebagai salah satu produk unggulan di segmen mobil listrik nasional. Target penjualan 1.000 unit per bulan menunjukkan optimismenya untuk memperkuat eksistensi merek serta mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan infrastruktur pengisian daya dan edukasi konsumen juga tetap menjadi faktor pendukung utama untuk keberhasilan jangka panjang.
Secara keseluruhan, Geely EX2 menunjukkan bagaimana produk yang sudah terbukti laris di pasar China bisa menjadi aset berharga dalam persaingan mobil listrik di Indonesia. Keberhasilan awal ini dapat membuka peluang lebih besar dalam mengembangkan pasar kendaraan listrik dengan nilai lebih tinggi dan kualitas yang diakui di tingkat global.





