
Wuling Starlight 560 telah mulai didaftarkan resmi di Indonesia. Ini menandai langkah serius Wuling untuk menghadirkan model baru SUV kompak yang sudah populer di China tersebut ke pasar otomotif Tanah Air. Pendaftaran ini mengindikasikan kemungkinan besar peluncuran Starlight 560 di Indonesia berlangsung dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Wuling.
Sebelumnya, Starlight 560 sudah dipasarkan di China dengan harga termurah sekitar Rp 140 jutaan. Model ini hadir dalam tiga varian mesin, yaitu mesin bensin, plug-in hybrid (PHEV), dan listrik murni (BEV). Kemunculannya di Indonesia diperkirakan untuk menambah opsi di segmen SUV kompak, terutama untuk melawan pesaing seperti Chery dan Jaecoo yang sudah mengisi pasar PHEV di Indonesia.
Sejarah dan Posisi Starlight 560 dalam Line-up Wuling
Wuling telah lama menggunakan nama Starlight atau Xingguang untuk beberapa model kendaraan mereka di China. Awalnya nama Starlight dipakai untuk sedan, lalu berkembang dengan model crossover kompak dan MPV. Starlight 560 adalah model terbaru yang menawarkan pilihan beragam mesin ramah lingkungan dan konvensional. Di Indonesia, Wuling sudah meluncurkan MPV Starlight 730 yang dipasarkan sebagai Darion.
Model Starlight 560 yang didaftarkan di Indonesia kemungkinan menggunakan nama baru, mengingat nama Starlight 560 belum umum digunakan di pasar Indonesia. Nama “Eksion” diduga kuat akan dipakai, karena telah didaftarkan beberapa bulan sebelumnya oleh Wuling. Namun, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Wuling mengenai nama maupun waktu peluncuran kendaraan ini di Indonesia.
Pilihan Varian Mesin dan Spesifikasi Utama
Wuling Starlight 560 di China tersedia dalam tiga varian mesin dengan spesifikasi yang berbeda:
-
Varian Bensin (ICE)
- Mesin 1.5L Turbo
- Tenaga 174 hp dan torsi 290 Nm
- Transmisi manual 6-percepatan atau CVT
-
Varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
- Mesin bensin 1.5L NA dengan tenaga 105 hp dan torsi 130 Nm
- Motor listrik menghasilkan 194 hp dan torsi 230 Nm
- Jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC)
- Total jangkauan kombinasi hingga 1.100 km
- Varian Battery Electric Vehicle (BEV)
- Motor listrik menghasilkan 134 hp dan torsi 200 Nm
- Baterai LFP dengan kapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh
- Jarak tempuh 450–500 km (CLTC)
- Fast charging dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 20 menit
Dimensi keseluruhan Starlight 560 cukup proporsional untuk segmen SUV kompak, dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Ground clearance kendaraan mencapai 180 mm yang nyaman untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Interior dan Fitur Canggih
Wuling Starlight 560 juga dilengkapi fitur interior modern, seperti layar sentuh 12,8 inci dengan sistem operasi Ling OS. Sistem ini telah mendukung konektivitas canggih seperti HiCar dan CarLink, yang memudahkan integrasi smartphone. Panel instrumen digital berada di balik kemudi bergaya flat-bottom, memberikan kesan sporty.
Fitur tambahan lain yang mendukung kenyamanan adalah tombol fisik untuk kontrol utama dan wireless charging untuk perangkat gadget. Hal ini menunjukkan upaya Wuling menghadirkan kenyamanan dan teknologi mumpuni bagi konsumen di kelas SUV kompak.
Perkiraan Harga dan Kompetisi di Indonesia
Di pasar China, Wuling Starlight 560 varian bensin dijual mulai dari 78.800 yuan atau sekitar Rp 151 juta. Untuk varian listrik, harganya mulai dari sekitar USD 13.800 yang setara dengan Rp 150 jutaan. Jika dibawa ke Indonesia, harga kemungkinan akan mengalami penyesuaian akibat pajak dan biaya impor, namun diprediksi tetap kompetitif di segmen SUV kompak atau PHEV.
Kehadiran Starlight 560 berpotensi memperkuat posisi Wuling di pasar otomotif Indonesia, mengingat tren kendaraan ramah lingkungan semakin diminati. Model ini diharapkan bisa menjadi alternatif menarik bersaing dengan produk seperti Chery Tiggo 8 dan Jaecoo J5 EV yang sudah lebih dulu meramaikan pasar.
Meskipun belum ada kepastian peluncuran tahun ini, registrasi ini menjadi sinyal bahwa Wuling siap memperluas lini produknya dengan Starlight 560 di Indonesia. Penambahan varian PHEV dan BEV juga mendukung komitmen Wuling mengikuti arah pasar otomotif global yang berfokus pada elektrifikasi dan energi bersih.





