Pasar mobil listrik compact di Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya Geely EX2 yang diproduksi secara lokal. Produk ini menjadi pilihan menarik sebagai hatchback listrik terjangkau dengan penggerak roda belakang dan fitur kekinian yang melimpah.
Geely menawarkan dua varian EX2, yaitu Pro dan Max, dengan harga on-the-road Jakarta masing-masing Rp255 juta dan Rp285 juta. Saat peluncuran, tersedia promo harga khusus untuk 2.000 SPK pertama hingga pertengahan bulan depan, menjadikan harga semakin kompetitif.
Kabin dan Ergonomi yang Nyaman
Saat pertama kali memasuki kabin Geely EX2, kualitas interiornya cukup impresif untuk kelas mobil listrik compact. Jok pengemudi sudah dilengkapi pengaturan elektrik enam arah dengan balutan kulit perforasi. Di sisi lain, jok penumpang depan masih menggunakan pengaturan manual empat arah.
Setir multifungsi berlapis microfiber leather dapat diatur tilt dan teleskopik untuk kenyamanan pengemudi berpostur berbeda. Meskipun ruang kepala dan kaki tidak terlalu lapang, posisi duduk bagi pengemudi dengan postur tinggi masih cukup ergonomis.
Dashboard mobil mengusung tampilan modern khas EV asal Tiongkok. Fitur utama adalah layar sentuh 14,6 inci dengan konektivitas Apple CarPlay, Android Auto, dan sistem FLYME Auto. Varian Max mendapat konfigurasi audio enam speaker, sedangkan Pro menggunakan empat speaker.
Fleksibilitas Penyimpanan untuk Kebutuhan Harian
Meski berukuran ringkas, Geely EX2 menawarkan kapasitas penyimpanan yang cukup menarik. Bagasi belakang menyediakan ruang 375 liter yang dapat diperbesar dengan melipat kursi baris kedua. Selain itu, terdapat bagasi depan alias frunk berkapasitas 70 liter, ideal untuk menyimpan tas kecil atau perlengkapan pengisian daya.
Konsol tengah pun dirancang dengan 5 area penyimpanan mulai dari cup holder hingga kompartemen multifungsi. Hal ini menambah kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari yang membuatnya lebih fungsional.
Performa dan Karakter Penggerak Roda Belakang
Mesin listrik Geely EX2 memiliki daya 85 kW (setara 114 dk) serta torsi 150 Nm yang disalurkan ke roda belakang. Meskipun pengujian masih dalam konvoi, akselerasi terasa halus dan responsif dengan karakter linear.
Sistem regenerative braking bekerja lembut ketika deselerasi, menjamin pengalaman berkendara yang nyaman dan mudah dikendalikan. Penggerak roda belakang ini memberikan sensasi berbeda dibandingkan penggerak roda depan yang umumnya ditemui di kelas hatchback listrik.
Suspensi Empuk dan Jarak Tempuh Andal
Salah satu keunggulan utama EX2 terletak pada suspensinya. Menggunakan kombinasi suspensi depan MacPherson Strut dan suspensi belakang Multi-Link, mobil ini memberikan bantingan empuk serta stabil di berbagai kondisi jalan.
Berbekal baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 40,8 kWh, Geely mengklaim jarak tempuh hingga 395 km (berdasarkan siklus NEDC). Selain itu, baterai ini mampu diisi cepat dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 25 menit dengan charger DC.
Fitur Keselamatan yang Lengkap dan Canggih
Geely EX2 dibekali teknologi ADAS Level 2 yang mencakup 12 fungsi keselamatan, termasuk Automatic Emergency Braking (AEB) dan Blind Spot Warning. Sistem kamera 540 derajat juga tersedia guna menunjang visibilitas maksimal saat parkir di ruang terbatas.
Kehadiran fitur keselamatan dan teknologi pendukung ini semakin memperkuat posisi EX2 sebagai opsi EV terjangkau yang serius di pasar Indonesia. Keunggulan penggerak roda belakang, suspensi nyaman, serta perangkat teknologi yang canggih menjadi nilai tambah penting.
Geely EX2 kini hadir sebagai pilihan hatchback listrik compact yang tidak hanya menarik secara harga, tetapi juga nyaman digunakan sehari-hari. Kombinasi performa penggerak roda belakang, fitur lengkap, serta jarak tempuh andal, memberikan alternatif meyakinkan bagi konsumen yang ingin menjajal mobil listrik. Promo harga khusus selama peluncuran semakin memperkuat daya tariknya.
Penggunaan teknologi modern dan fokus pada kenyamanan berkendara menunjukkan komitmen Geely dalam memenuhi kebutuhan pasar EV di Indonesia. Animo konsumen terhadap kendaraan listrik compact ini diprediksi akan terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur dan kesadaran lingkungan yang makin tinggi.
