Jaecoo Indonesia Minta Maaf atas Keterlambatan Pengiriman 9.000 Unit Jaecoo J5 EV hingga Lebaran 2026

Author: Qoo Media

Jaecoo Indonesia mengakui adanya keterlambatan dalam pengiriman unit kendaraan listrik Jaecoo J5 EV. Hal ini disampaikan langsung oleh Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia, sebagai bentuk permohonan maaf kepada konsumen yang masih menunggu kendaraan mereka. Ia menjelaskan bahwa permintaan terhadap Jaecoo J5 EV jauh melampaui perkiraan awal, sehingga kapasitas pengiriman saat ini belum mampu memenuhi seluruh pesanan.

Sejauh ini, Jaecoo Indonesia sudah mengirimkan sekitar 3.000 unit kepada pelanggan. Namun, angka tersebut baru mencakup pesanan yang masuk hingga November 2025. Padahal hingga akhir tahun lalu, jumlah pemesan telah mencapai 12 ribu unit. Ini berarti masih ada sekitar 9.000 kendaraan yang belum dikirim, sehingga perusahaan berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Upaya Percepatan Pengiriman dan Penjadwalan Produksi

Willy Winawan, Head of Sales Jaecoo Indonesia, memberikan penjelasan lebih lanjut terkait jadwal produksi dan pengiriman kendaraan. Menurutnya, untuk pelanggan yang memesan kendaraan sepanjang tahun 2025, proses produksi sedang berjalan dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026. Proses distribusi dilakukan secara bertahap mulai dari kirim unit ke diler, tahap Pre Delivery Inspection (PDI), hingga penyerahan ke konsumen.

Berikut rincian waktu pengiriman yang dijabarkan Willy:

  1. Unit kendaraan dikirim ke diler di wilayah Jabodetabek dalam 2 hari setelah produksi selesai.
  2. Pengiriman ke diler di pulau Jawa membutuhkan waktu 7 hari.
  3. Untuk pulau lain di Indonesia, pengiriman memerlukan waktu sekitar 12 hari.
  4. Setelah sampai di outlet, unit wajib menjalani PDI selama 2 hari sebelum akhirnya diserahkan ke pembeli pada hari berikutnya.

Model pengiriman ini diharapkan memastikan pelanggan dapat menggunakan mobil listrik Jaecoo J5 EV tepat saat musim mudik Lebaran 2026.

Spesifikasi dan Keunggulan Jaecoo J5 EV

Jaecoo J5 EV dilengkapi motor listrik dengan daya mencapai 155 kW (207,8 hp) dan torsi puncak sebesar 288 Nm. Tenaga tersebut berasal dari baterai berkapasitas 60,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian penuh, berdasarkan standar NEDC.

Fitur pengisian daya cepat menjadi nilai lebih kendaraan ini dengan daya maksimal 130 kW. Pengisian baterai dari level 30 persen sampai 80 persen dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar 28 menit. Keunggulan ini sangat mendukung mobilitas pengguna di tengah kebutuhan kendaraan ramah lingkungan yang praktis dan efisien.

Pada saat peluncuran, Jaecoo J5 EV dibanderol mulai dari Rp 299,9 juta. Namun, harga ini diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam tahun depan karena pemerintah telah mengakhiri insentif pajak untuk mobil listrik.

Dampak Keterlambatan dan Harapan Konsumen

Permintaan yang tinggi memang menjadi pertanda positif bahwa masyarakat semakin menyambut kendaraan listrik. Meski demikian, dampak keterlambatan pengiriman bisa menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Keterlambatan ini disebabkan oleh kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi lonjakan pesanan yang tidak terduga.

Jaecoo Indonesia berkomitmen untuk terus mempercepat proses produksi dan pengiriman agar pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama. Komunikasi terbuka melalui pengumuman resmi pun menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan konsumen selama masa tunggu.

Dengan pemetaan jadwal yang jelas dan progress produksi yang transparan, diharapkan Jaecoo J5 EV dapat segera sampai ke tangan pemilik baru secara bertahap. Hal ini diharapkan tetap mendukung target mobil listrik sebagai solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan di Indonesia.

Kendati menghadapi tantangan pengiriman, Jaecoo Indonesia tetap optimistis untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Seiring peningkatan kapasitas produksi, perusahaan berupaya memastikan bahwa kekurangan stok kendaraan dapat teratasi dalam waktu dekat. Masyarakat pun diimbau bersabar dan mengikuti informasi resmi dari Jaecoo Indonesia terkait status pengiriman kendaraan mereka.

Terbaru