Jaecoo J5 Kini Dirakit di Pabrik Mercedes Benz Wanaherang, Produksi Dipercepat untuk Pasar Mobil Listrik Indonesia

Permintaan tinggi terhadap mobil listrik Jaecoo J5 memicu percepatan produksi oleh PT Chery Sales Indonesia (CSI). Perusahaan memutuskan memanfaatkan fasilitas perakitan Mercedes-Benz di Wanaherang, Bogor, sebagai lokasi produksi tambahan demi menjaga suplai yang stabil.

Sejak Januari, proses perakitan J5 sudah berjalan di pabrik tersebut yang dikelola oleh PT Inschape Indomobil Manufacturing Indonesia. Penambahan fasilitas ini dilakukan untuk memangkas waktu inden dan memenuhi permintaan yang telah melampaui 12.000 unit hingga akhir tahun lalu. Angka ini jauh melebihi proyeksi awal yang dibuat oleh Jaecoo.

Peningkatan Kapasitas Produksi dengan Standar Global

CSI menegaskan kualitas Jaecoo J5 yang dirakit di fasilitas Mercedes-Benz tetap mengikuti standar global merek tersebut. Sebelum memulai produksi, pihak Chery Group telah melakukan penyesuaian proses manufaktur dan pelatihan khusus tenaga kerja. Langkah ini memastikan kualitas dan spesifikasi unit di Wanaherang sejalan dengan hasil produksi di pabrik sebelumnya.

Dengan ini, pelanggan dapat memperoleh J5 dengan performa dan kualitas yang identik, meskipun dirakit di lokasi berbeda. Hal ini juga menjadi bukti komitmen produsen mobil listrik Jaecoo untuk menjaga reputasi serta kepercayaan pasar Indonesia.

Fitur dan Spesifikasi Jaecoo J5

Jaecoo J5 hadir dalam dua varian, Standard dan Premium, dengan harga yang kompetitif. Varian Standard dibanderol Rp 249,9 juta, sedangkan Premium dijual seharga Rp 299,9 juta. Harga tersebut jauh lebih terjangkau dari perkiraan sebelumnya yang berkisar antara Rp 350 juta hingga Rp 450 juta.

Mobil ini mengusung motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 207 daya kuda, serta torsi maksimal 288 Nm yang dialirkan ke roda depan. Baterai berkapasitas 60,9 kWh memberi kemampuan jarak tempuh hingga 461 kilometer berdasarkan standar NEDC. Fitur pengisian cepat DC 130 kW memungkinkan pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen cukup dilakukan dalam waktu 28 menit.

Manfaat Produksi di Fasilitas Mercedes-Benz

Penambahan fasilitas perakitan ini membawa beberapa keuntungan strategis. Salah satunya adalah peningkatan kecepatan distribusi unit ke pasar domestik secara lebih merata. Selain itu, kapasitas produksi yang bertambah juga membantu menjaga konsistensi pasokan kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah ini memperlihatkan sinergi antara CSI sebagai produsen dan fasilitas manufaktur kelas dunia milik Mercedes-Benz. Kolaborasi ini berpotensi memperkuat posisi Jaecoo sebagai pemain baru yang serius di segmen kendaraan listrik nasional.

Prospek dan Fokus Perusahaan

Meski kini Jaecoo J5 sudah dirakit di dua lokasi berbeda, CSI belum memastikan ekspansi kerja sama perakitan ke model lain dari Chery Group. Fokus utama perusahaan masih pada pemenuhan permintaan J5 yang terus meningkat pesat. Hal ini menjadi prioritas agar pasar tidak kekurangan stok kendaraan listrik inovatif ini.

Jaecoo J5 pertama kali diperlihatkan di ajang IIMS beberapa bulan lalu. Respon pasar yang positif terhadap model ini, didorong oleh harga bersaing dan performa memadai, menjadi faktor utama percepatan produksi. Perusahaan yakin strategi ini dapat memperkuat eksistensi dan penetrasi mereka di pasar kendaraan listrik Tanah Air.

Rangkuman Produksi dan Permintaan

  1. Jaecoo J5 sudah dipesan lebih dari 12.000 unit hingga akhir tahun sebelumnya.
  2. Produksi mulai berjalan di pabrik Mercedes-Benz Wanaherang sejak Januari.
  3. Penyesuaian manufaktur dan pelatihan tenaga kerja dilakukan untuk menjaga kualitas.
  4. Harga J5 sangat kompetitif, mulai dari Rp 249,9 juta sampai Rp 299,9 juta.
  5. Spesifikasi daya dan jarak tempuh baterai memberikan nilai tambah.
  6. Fokus utama yakni memenuhi permintaan pasar yang terus naik.

Dengan strategi produksi ganda dan dukungan fasilitas kelas dunia, Jaecoo J5 berpeluang memperbaiki pengalaman pembeli dan mempercepat kehadiran mobil listrik berkualitas di Indonesia. Ke depan, cara kerja seperti ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional lebih luas lagi.

Terkait