BYD menargetkan penjualan kendaraan energi baru (NEV) di pasar luar negeri mencapai 1,3 juta unit pada 2026. Target ini mengindikasikan pertumbuhan sekitar 24% dibandingkan volume ekspor yang diperkirakan mencapai sekitar 1,05 juta unit sepanjang 2025.
Data dari laporan resmi BYD mengungkap perusahaan berhasil mengekspor 1.046.083 kendaraan energi baru pada 2025, meningkat signifikan sebesar 150,74% secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan permintaan global atas kendaraan listrik dan komersial mereka.
Pertumbuhan Ekspor BYD dari Tahun ke Tahun
Berikut adalah perkembangan ekspor kendaraan energi baru BYD selama empat tahun terakhir hingga proyeksi 2026:
- Tahun 2023: 242.765 unit
- Tahun 2024: 417.204 unit
- Tahun 2025: 1.046.083 unit
- Perkiraan 2026: 1.300.000 unit
Perkembangan ini menunjukkan percepatan ekspor BYD yang sangat pesat, terutama dalam dua tahun terakhir. Target ekspor 2026 tersebut juga sejalan dengan strategi BYD memperkuat pangsa pasar di kawasan Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tenggara yang masing-masing menyumbang sekitar sepertiga total penjualan luar negeri pada 2025.
Kinerja Penjualan Kendaraan BYD di Pasar Global
Selain ekspor, BYD juga membukukan penjualan global kendaraan penumpang dan pickup truck sebanyak 1.049.601 unit pada 2025. Angka ini naik sekitar 145% dibandingkan tahun sebelumnya. Model pickup Shark menjadi salah satu produk unggulan BYD yang eksklusif dijual di pasar internasional seperti Meksiko, Brasil, Australia, dan Kamboja, tanpa diluncurkan di pasar domestik China.
BYD juga unggul dalam penjualan kendaraan listrik murni (BEV). Pada 2025, BYD berhasil menjual 2.256.714 unit BEV penumpang, melewati angka penjualan Tesla yang tercatat 1.636.129 unit. Namun, penjualan model plug-in hybrid (PHEV) justru mengalami penurunan sebesar 7,91%, dengan total penjualan mencapai 2.288.709 unit.
Rekap Penjualan Kendaraan Energi Baru BYD 2020-2025
| Tahun | Penjualan NEV (unit) |
|---|---|
| 2020 | 189.689 |
| 2021 | 603.783 |
| 2022 | 1.863.494 |
| 2023 | 3.024.417 |
| 2024 | 4.272.145 |
| 2025 | 4.602.436 |
Data ini memperlihatkan BYD mengalami pertumbuhan penjualan NEV yang konsisten dan signifikan selama enam tahun terakhir. Peningkatan ini membuktikan posisi BYD sebagai salah satu pelopor kendaraan hijau di pasar global.
Pada laporan sebelumnya, Citigroup bahkan menyebutkan bahwa manajemen BYD menargetkan penjualan luar negeri antara 1,5 juta hingga 1,6 juta unit pada 2026, angka yang lebih ambisius dibandingkan target 1,3 juta unit yang disampaikan secara resmi. Hal ini menunjukan optimisme perusahaan terhadap ekspansi global di tengah meningkatkan permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Perlu dicatat, penguasaan pasar BYD yang mulai merata di berbagai kawasan penting menjadi faktor kunci kesuksesan penjualan ekspor. Pendekatan yang seimbang antara region Eropa, Amerika Utara, dan ASEAN membantu memitigasi risiko geopolitik maupun ekonomi yang bisa berdampak pada bisnis.
Kinerja impresif BYD ini juga mempengaruhi dinamika pasar kendaraan listrik global dengan merek-merek tradisional lainnya, termasuk Tesla. Keberhasilan BYD dalam meningkatkan volume ekspor serta penjualan di pasar internasional menunjukkan tren transformasi industri otomotif menuju kendaraan energi baru yang semakin masif dan kompetitif.
Dalam konteks persaingan pasar otomotif listrik global, BYD terus memperkuat lini produk dan memperluas jangkauan geografisnya demi mengokohkan posisi sebagai salah satu produsen terdepan di era kendaraan hijau. Strategi ekspansi ekspor yang fokus pada pertumbuhan volume penjualan di berbagai benua diharapkan mampu mendorong pencapaian target ambisius pada 2026.





