Geely Auto Indonesia mulai melakukan perakitan lokal untuk model Geely EX2 di pabrik Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menandai Geely EX2 sebagai model ketiga yang diproduksi secara lokal di Indonesia, setelah sebelumnya melakukan trial production pada Mei dan melanjutkan perakitan model Starray EM-i serta Geely EX5.
Proses produksi Geely EX2 dijalankan melalui kolaborasi dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) dengan kapasitas produksi mencapai 60 unit per hari. Program pre-booking yang dimulai pada November lalu telah menghasilkan lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), menunjukkan minat pasar yang tinggi terhadap mobil asal Cina ini.
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Meningkat
Geely EX2 memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 46,5 persen. Angka ini menunjukan komitmen kuat Geely dalam mendukung pengembangan industri otomotif lokal sekaligus memenuhi regulasi pemerintah terkait kendaraan bermotor. CEO Geely Auto Indonesia, Wu Chuxing, menyatakan bahwa strategi lokalisasi tersebut merupakan upaya untuk menghadirkan produk berkualitas global dengan perakitan lokal yang efisien dan kompetitif.
Penguatan Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
Selain perakitan lokal, Geely juga memfokuskan pada penguatan fondasi industri kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu langkah penting adalah menjalin kerja sama dengan manufaktur lokal, Gotion, dalam hal pemasokan battery cell untuk Geely EX2. Kerjasama ini tidak hanya merangsang industri baterai dalam negeri tetapi juga menjawab kebutuhan rantai pasok komponen utama yang berkualitas.
Dari segi teknologi baterai, Geely EX2 memakai sistem Cell-to-Pack (CTP) yang dipadukan dengan Geely Battery Safety System serta sistem pendingin berbasis cairan. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi baterai pada kendaraan listrik.
Peningkatan Kompetensi dan Standar Produksi
Komitmen Geely dalam perakitan lokal tidak hanya berhenti pada aspek manufaktur, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Pekerja di pabrik mendapatkan pelatihan intensif serta pendampingan dari tim global Geely agar kualitas produksi dapat dijaga secara berkelanjutan.
Penerapan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) menjadi salah satu kunci dalam menjamin konsistensi dan standar mutu di setiap tahap produksi. Setiap unit Geely EX2 juga harus melewati serangkaian pengujian ketat, terutama untuk memvalidasi performa sistem bantuan pengemudi canggih atau advanced driver assistance system (ADAS).
Dampak Positif untuk Industri Otomotif Nasional
Langkah perakitan lokal ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri otomotif dan mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Transfer teknologi serta peningkatan TKDN yang dicapai Geely menjadi kontribusi strategis dalam meningkatkan daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global.
Sebagai model terbaru, Geely EX2 sebelumnya sudah dikenal di pasar China dengan nama Geely Xingyuan versi left-hand drive (LHD). Model ini mencatat penjualan impresif lebih dari 465 ribu unit selama tahun lalu, menandakan potensi besar ketika hadir di pasar Indonesia.
Dengan dimulainya produksi lokal di Purwakarta, Geely berharap dapat memenuhi permintaan pasar domestik secara lebih responsif dan memberikan alternatif kendaraan listrik yang terjangkau namun inovatif bagi konsumen Tanah Air. Geely EX2 diharapkan menjadi pilihan baru dalam segmen mobil listrik ringan yang ramah lingkungan sekaligus mendorong perkembangan teknologi otomotif berbasis lokal.
