Penjualan SUV di Tiongkok pada tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan total mencapai 11.878 unit per hari secara retail, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 35 model SUV yang dipasarkan, sebagian besar adalah kendaraan listrik atau New Energy Vehicles (NEV), sementara model bermesin fosil mengalami penurunan penjualan secara bertahap.
Data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA) mengungkapkan bahwa mobil SUV tetap menjadi pilihan utama konsumen di Negeri Tirai Bambu. UNSUR penting yang perlu dicermati adalah keberhasilan model NEV yang mendominasi pasar dan menggeser kehadiran mobil bermesin konvensional.
Daftar 12 SUV Terlaris di Tiongkok Tahun 2025
- Tesla Model Y – 425.337 unit
- Geely Xingyue L – 244.068 unit
- Geely Boyue L – 232.926 unit
- Toyota RAV4 – 204.125 unit
- Volkswagen Tiguan L – 202.904 unit
- BYD Song Plus – 200.276 unit
- BYD Yuan Up – 189.277 unit
- Toyota Corolla Cross – 186.575 unit
- BYD Song Pro – 180.661 unit
- Chery Tiggo 8 – 179.465 unit
- Changan CS75 Plus – 175.597 unit
- Toyota Frontlander – 174.434 unit
Sebagian besar kendaraan dalam daftar ini merupakan SUV hybrid atau listrik. Toyota Frontlander, misalnya, adalah hasil produksi GAC-Toyota dengan mesin 2.000 cc hybrid. Geely Xingyue L tidak kalah menarik karena menggunakan mesin hybrid 1.500 cc yang diproduksi bersama Volvo.
Keberadaan SUV Ini di Pasar Indonesia
Beberapa model yang masuk daftar terlaris tersebut juga hadir di pasar Indonesia. Misalnya, Toyota RAV4 dan Corolla Cross sudah tersedia dan cukup populer. Volkswagen Tiguan juga memiliki basis penggemar tersendiri di Indonesia meski dalam segmen yang lebih premium. Kehadiran Geely sebagai merek asal Tiongkok dengan model Xingyue L dan Boyue L juga mulai dirasakan di pasar otomotif Tanah Air.
Dominasi NEV sebagai Sorotan Utama
Tren NEV sangat kuat di Tiongkok dan menggambarkan perubahan preferensi konsumen global menuju kendaraan ramah lingkungan. Tesla Model Y menempati posisi teratas dengan penjualan sebanyak 425.337 unit, menandai perlunya produsen mobil lainnya untuk mempercepat inovasi dalam teknologi kendaraan listrik dan hybrid.
Di sisi lain, penurunan jumlah unit terjual kendaraan bermesin fosil semakin nyata dengan hanya 19 model tersisa yang masih dipasarkan secara aktif dan tren penurunan yang terus berlanjut. Hal ini menunjukkan investasi dan regulasi di Tiongkok yang mendorong penggunaan energi bersih semakin signifikan.
Strategi Produsen Otomotif di Tiongkok
Produsen besar seperti BYD, Geely, Toyota, dan Volkswagen sudah memperkuat portofolio NEV mereka untuk memenuhi permintaan pasar. BYD Song Plus dan Song Pro memperlihatkan penetrasi produk SUV listrik yang kuat berkat harga kompetitif dan teknologi baterai mumpuni.
Geely dengan Xingyue L juga memperoleh respons positif karena menggabungkan performa hybrid dan kemewahan dalam desainnya. Hal ini memberi sinyal penting bagi pasar otomotif Indonesia yang juga sedang transisi menuju kendaraan lebih ramah lingkungan.
Perkembangan Pasar SUV Global Berdasarkan Kasus Tiongkok
Data dari Tiongkok bisa menjadi barometer bagi tren pasar otomotif dunia. Permintaan SUV sebagai kendaraan keluarga dan utilitas masih sangat tinggi meskipun terjadi pergeseran pada jenis mesin kendaraan. Investasi pada teknologi NEV akan memperkuat posisi merek yang cepat menyesuaikan diri.
Penting untuk penggemar otomotif di Indonesia dan Asia Tenggara mengamati perkembangan ini, khususnya karena beberapa model terlaris Tiongkok sudah hadir atau berpotensi besar meramaikan pasar lokal. Hal ini membuka peluang bagi konsumen untuk memilih SUV canggih dengan teknologi terbaru baik dalam versi hybrid maupun elektrik.
Model seperti Toyota RAV4, Corolla Cross, serta produk baru dari Geely dan BYD menjadi simbol transisi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mempertahankan fungsi SUV yang praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Penjualan yang terus meningkat diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pasar SUV di tingkat regional dan global.
