Li Auto Tegaskan Fokus AI dan Robot Humanoid Saat Penjualan Lesu, Karyawan Minta Strategi Jelas

Li Auto menghadapi tantangan penjualan yang melambat setelah melaporkan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 18,81% menjadi 406.343 unit di tahun 2025. Penurunan ini terjadi meskipun sebelumnya perusahaan mencatat lonjakan pengiriman yang signifikan di tahun-tahun sebelumnya, seperti mencapai lebih dari setengah juta unit pada 2024. Di tengah situasi ini, CEO Li Auto, Li Xiang, menegaskan kembali komitmen perusahaan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) dalam pertemuan internal yang diadakan secara mendadak.

Fokus pada AI dalam Strategi Jangka Panjang

Dalam pertemuan daring selama hampir dua jam, Li Xiang menekankan bahwa tahun 2026 merupakan peluang terakhir bagi perusahaan yang ingin menjadi pemimpin di sektor AI. Ia memproyeksikan bahwa kemampuan Level 4 pada teknologi mengemudi otonom akan tercapai paling lambat pada tahun 2028. Pernyataan ini memperlihatkan ambisi Li Auto untuk mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan berbasis kecerdasan terwujud, bukan sekadar produsen kendaraan listrik.

Lebih jauh, Li Auto berencana meluncurkan robot humanoid dalam waktu dekat. Menurut CEO Li Xiang, pengembangan robot ini menjadi bagian dari inovasi perusahaan di luar lini kendaraan pintar. Strategi ini juga dibarengi dengan restrukturisasi tim riset dan pengembangan, yang akan dibagi menjadi divisi model dasar AI, perangkat lunak, dan perangkat keras, dengan koordinasi kendaraan dan robot di bawah divisi hardware.

Respons Karyawan dan Tantangan Penjualan

Meskipun fokus kepada AI diperkuat, banyak karyawan Li Auto mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui platform internal perusahaan. Sebagian besar berharap CEO lebih mengedepankan strategi untuk membalikkan tren penurunan penjualan daripada hanya membicarakan pengembangan AI. Beberapa karyawan merasa informasi yang disampaikan kurang relevan dengan prioritas tertinggi perusahaan saat ini, yaitu peningkatan penjualan dan efisiensi operasional.

Penurunan pengiriman kendaraan yang cukup tajam di 2025 menjadi perhatian utama karena berdampak langsung pada posisi kompetitif Li Auto. Di sisi lain, perusahaan juga telah mulai mengambil langkah penghematan biaya dengan mengevaluasi penutupan beberapa gerai, meskipun menegaskan bahwa tidak akan ada penutupan skala besar.

Posisi Li Auto dalam Persaingan Industri

Li Auto bukan satu-satunya perusahaan otomotif asal Tiongkok yang meningkatkan investasinya di bidang AI. Kompetitor seperti Nio dan Xpeng juga terus menggenjot pengembangan kecerdasan buatan sebagai senjata utama dalam persaingan pasar kendaraan listrik dan teknologi otonom.

  1. Nio berfokus pada integrasi AI untuk meningkatkan daya saing produknya dan efisiensi operasional. Mereka telah membentuk komite AGI yang bertugas mengoptimalkan penggunaan AI pada seluruh aspek bisnis, mulai dari riset dan pengembangan, hingga manufaktur dan rantai pasokan.
  2. Xpeng, di sisi lain, telah meluncurkan robot humanoid tipe Iron yang sudah memasuki generasi kedua. Perusahaan ini juga menunjuk seorang ahli AI sebagai kepala pusat pengembangan mengemudi otonom untuk memperbesar fokus terhadap teknologi AI.

Langkah Strategis Li Auto dalam Transformasi Digital

Restrukturisasi internal Li Auto khususnya dalam tim riset dan pengembangan menjadi langkah penting untuk menghadapi persaingan ketat. Pembagian dalam tiga divisi inti — model dasar AI, perangkat lunak, dan perangkat keras — bertujuan mempercepat inovasi dan adaptasi teknologi terbaru. Penempatan kendaraan dan robot dalam divisi perangkat keras menggambarkan komitmen perusahaan menggabungkan dua lini produk canggih tersebut sebagai sinergi masa depan.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja inovasi sekaligus memenuhi target menjadi perusahaan berbasis embodied intelligence, yang tidak hanya menawarkan kendaraan tetapi juga solusi robotik dan sistem otonom yang lebih canggih.

Tekanan untuk menghadirkan solusi konkret di tengah perlambatan penjualan membuat Li Auto harus terus menyeimbangkan investasi jangka panjang pada AI dengan langkah-langkah cepat yang meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis. Karyawan menuntut transparansi dan arahan yang jelas agar fokus perusahaan tidak hanya terpusat pada teknologi, tetapi juga pada perbaikan hasil bisnis di pasar otomotif.

Dengan dunia otomotif yang semakin mengarah pada integrasi AI dan teknologi otonom, kemampuan Li Auto dalam mengimplementasikan strategi itu secara efektif akan menentukan posisi mereka di masa depan. Perusahaan harus dapat menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tinggi termasuk robot humanoid tidak mengorbankan kecepatan penanganan tantangan pasar saat ini yang kian kompetitif.

Berita Terkait

Back to top button