Indonesia resmi ditetapkan sebagai Partner Country dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan diselenggarakan di Yekaterinburg, Rusia. Penunjukan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk membuka akses pasar baru di kawasan Eurasia, khususnya Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).
INNOPROM 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan luas area pameran mencapai 50.000 meter persegi dan melibatkan hampir 1.000 exhibitor. Pameran ini dikenal sebagai salah satu event industri terbesar di Asia Tengah dan Eurasia yang mengusung inovasi dan teknologi industri secara global sejak 2010.
Peran Strategis Indonesia sebagai Partner Country
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam INNOPROM merupakan kesempatan emas untuk memperluas akses pasar nontradisional. “Pameran ini menjadi platform strategis untuk memperkenalkan kapabilitas industri sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, dan peluang kemitraan di sektor-sektor prioritas. Kehadiran ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan.
Agus menggarisbawahi bahwa partisipasi ini menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional. “Indonesia ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, melainkan sebagai mitra strategis yang berkomitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” tambahnya.
Kerja Sama Industri Indonesia-Rusia
Hubungan kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia meliputi berbagai sektor, seperti pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, hingga industri halal. Kolaborasi yang telah terbina selama ini menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk mengoptimalkan perannya di INNOPROM 2026.
Kementerian Perindustrian RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow juga aktif menginisiasi kegiatan business matching sebagai persiapan menghadapi INNOPROM. Agenda ini mempercepat penyelesaian nota kesepahaman (MoU) strategis dan menyelaraskan kerja sama antara pelaku industri kedua negara.
Beberapa nota kesepahaman yang telah disepakati mencakup bidang industri galangan kapal, penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, dan sektor industri lain yang masih dalam tahap finalisasi. Hal ini menandakan adanya peningkatan kualitas kolaborasi yang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah Rusia dan Penyelenggara INNOPROM
Selain dukungan dari pemerintah Indonesia, partisipasi dalam INNOPROM juga mendapat respons positif dari Pemerintah Rusia dan penyelenggara acara, Formika Event. Dukungan tersebut difokuskan pada penguatan sinergi di bidang teknologi, energi, transportasi, dan digitalisasi industri.
Pemerintah Rusia bahkan memandang kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor industri di kedua negara sekaligus memperluas pasar manufaktur nasional Indonesia di luar pasar tradisional.
Peluang dan Tantangan Pasar Nontradisional
INNOPROM 2026 memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menjangkau pasar nontradisional yang selama ini kurang tersentuh. Sebagai pasar dengan potensi besar, kawasan Eurasia bukan hanya menawarkan peluang ekspor, tetapi juga kolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi industri.
Dengan dukungan dan kerja sama bilateral yang semakin kuat, Indonesia berpeluang memperkuat posisi produk manufakturnya di pasar global. Platform ini juga membuka ruang diskusi inovasi teknologi dan keberlanjutan yang menjadi fokus utama dalam pengembangan industri masa depan.
Agenda Strategis ke Depan
Keikutsertaan sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 adalah bagian dari strategi nasional untuk memperluas jaringan industri dan investasi. Indonesia akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas teknologi manufaktur.
Langkah ini sekaligus mewujudkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan industri yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui momentum INNOPROM, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai mitra industri strategis yang siap bersaing di tingkat global.
