Nio Inc ikut berpartisipasi dalam uji coba besar-besaran teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) di Provinsi Jiangsu, China Timur. Uji coba ini fokus pada kemampuan stasiun penggantian baterai untuk memasok daya listrik kembali ke jaringan energi.
Pada tanggal 22 Januari di kota Nanjing, enam stasiun penggantian baterai generasi keempat milik Nio berkontribusi dalam uji coba tersebut. Stasiun-stasiun ini diadaptasi dengan teknologi V2G bekerja sama dengan produsen polisilikon asal China, GCL Energy Technology.
Selama jam puncak malam, keenam stasiun tersebut mampu mengeluarkan daya puncak sebesar 1.540 kW. Angka tersebut mewakili 15% dari total daya yang dilepaskan ke jaringan selama uji coba berlangsung.
Skala uji coba kali ini meningkat sebesar 80% dibandingkan uji coba serupa pada tahun sebelumnya. Totalnya ada 70 fasilitas energi yang terlibat, mencakup 56 stasiun pengisian daya dan 14 stasiun penggantian baterai dengan kemampuan V2G.
Kolaborasi antara GCL dan Nio sebelumnya juga menciptakan stasiun penggantian baterai karbon-netral pertama di Suzhou pada akhir tahun lalu. Stasiun tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengganti baterai kendaraan listrik, tetapi juga sebagai fasilitas penyimpanan energi skala kecil.
Fasilitas penyimpanan ini mendukung peran stasiun dalam regulasi frekuensi jaringan listrik. Dengan demikian, stasiun penggantian baterai dapat membantu menstabilkan jaringan listrik dengan melepas atau menyerap daya sesuai kebutuhan operasi grid.
Sejak tahun 2022, Nio telah melakukan pengujian pelepasan daya dari stasiun penggantian baterai ke jaringan listrik di China. Pada November lalu, perusahaan mengumumkan bahwa stasiun penggantian baterai mereka di Swedia telah disetujui untuk berpartisipasi dalam regulasi frekuensi jaringan lokal.
Di bulan Januari, Nio juga meluncurkan 10 stasiun pengisian daya V2G di Shanghai, menandai hadirnya fasilitas serupa di kota tempat markas besar perusahaan ini berada. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Nio dalam mengintegrasikan teknologi V2G secara luas.
Teknologi Vehicle-to-Grid memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya mengonsumsi energi, tetapi juga menghasilkan dan menyuplai listrik kembali ke jaringan. Ini dapat menjadi solusi efektif untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik, terutama selama jam-jam puncak.
Dalam uji coba besar ini, enam stasiun penggantian baterai Nio berhasil memberikan kontribusi penting dengan daya hampir 1.540 kW. Angka ini memperlihatkan potensi penggunaan stasiun baterai sebagai elemen fleksibel dalam sistem kelistrikan.
Selain itu, keterlibatan 70 fasilitas energi dalam uji coba membuktikan skala implementasi yang semakin luas. Terlebih lagi, dengan kombinasi antara stasiun pengisian daya dan stasiun penggantian baterai, terdapat diversifikasi sumber dan metode penyaluran daya ke jaringan.
Uji coba ini tidak hanya menguji teknis kemampuan perangkat saja, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan infrastruktur energi terbarukan. Partisipasi stasiun penggantian baterai dalam grid frequency regulation dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menurunkan emisi karbon.
Kedepannya, inovasi seperti ini dapat mendorong transformasi sektor transportasi listrik menjadi bagian integral dari sistem energi pintar. Peran aktif kendaraan listrik dan fasilitas pendukungnya di jaringan listrik akan menjadi langkah penting menuju kota berkelanjutan dan rendah karbon.
Secara umum, sinergi antara industri otomotif dan energi dalam implementasi V2G menunjukkan arah baru dalam pengelolaan energi modern. Integrasi stasiun penggantian baterai yang multifungsi menjadi contoh nyata perkembangan teknologi hijau yang bermanfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.





