
Suzuki S-Presso mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan di Indonesia pada tahun 2025. Mobil kota mungil ini hanya terjual sebanyak 1.572 unit, angka yang turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, S-Presso mampu terjual sebanyak 2.895 unit dan pada 2023 mencapai 3.617 unit. Penurunan ini juga berdampak pada pangsa pasarnya, yang menciut dari 4,4 persen menjadi 2,37 persen terhadap total penjualan Suzuki.
Sementara itu, penjualan mobil Suzuki secara keseluruhan di Indonesia masih tergolong baik. Model-model seperti Suzuki Fronx dan Suzuki Carry menjadi produk andalan. Kehadiran Fronx yang diluncurkan sejak Mei tahun lalu menarik minat banyak konsumen karena membawa teknologi hybrid dengan harga terjangkau. Namun, kehadiran model baru inilah yang dinilai turut memengaruhi penurunan penjualan S-Presso.
Faktor Penyebab Penurunan Penjualan S-Presso
Penurunan penjualan S-Presso terutama disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan di segmen city car. Segmen mobil perkotaan yang dulu tergolong kecil kini semakin ramai dengan berbagai model baru yang lebih inovatif. Salah satu rival terbesar S-Presso adalah BYD Atto 1, sebuah city car listrik yang merajai pasar dengan angka penjualan jauh melampaui Suzuki S-Presso. Meski harga Atto 1 lebih terjangkau, keunggulan teknologi dan fitur ramah lingkungan menjadi nilai jual utama yang sulit dikalahkan.
Selain itu, S-Presso sendiri merupakan model CBU (Completely Built Up) yang didatangkan langsung dari India. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan dalam hal penyesuaian harga dan fitur sesuai selera pasar lokal. Keputusan Suzuki untuk mempertahankan penjualan S-Presso tanpa melakukan banyak pembaruan membuat mobil ini kurang kompetitif dibandingkan model-model baru yang terus mendapatkan upgrade.
Pengaruh Penghentian Model Lain dan Strategi Suzuki
Selain S-Presso, Suzuki juga menghentikan penjualan Baleno Hatchback pada tahun yang sama. Baleno yang juga merupakan produk impor dari India memiliki nasib yang serupa dengan S-Presso. Penghentian tersebut menunjukkan fokus Suzuki saat ini adalah mengutamakan model yang lebih menjanjikan, seperti Fronx, yang menghadirkan teknologi hybrid dan mengisi segmen SUV compact.
Suzuki juga memiliki lini produk LMPV seperti Ertiga yang sempat mengalami penurunan penjualan pada tahun lalu. Meski begitu, Suzuki telah menyiapkan penyegaran model Ertiga yang dijadwalkan meluncur di salah satu pameran otomotif besar pada 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan minat konsumen dan memperkuat posisi Suzuki di segmen low MPV.
Persaingan di Segmen City Car dan Tantangan Pasar
Pasar city car di Indonesia saat ini semakin kompetitif dengan kehadiran berbagai model baru yang menawarkan fitur canggih dan teknologi ramah lingkungan, terutama kendaraan listrik. Suzuki S-Presso yang cenderung mengandalkan konsep sederhana dan harga yang relatif stabil menjadi kalah dibanding pesaing yang menawarkan inovasi lebih menarik. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi penurunan S-Presso:
- Kehadiran City Car Listrik: Contohnya BYD Atto 1 yang lebih diminati karena nilai efisiensi energi dan teknologi terbarunya.
- Kurangnya Pembaruan Model: S-Presso tidak mengalami banyak upgrade atau facelift dalam beberapa tahun terakhir.
- Impor Model CBU: Membatasi penyesuaian harga dan fitur, berbanding terbalik dengan mobil rakitan lokal.
- Fokus Suzuki pada Model Lain: Prioritas diberikan kepada model baru seperti Fronx serta produk LMPV seperti Ertiga.
Situasi ini membuat Suzuki harus mempertimbangkan kembali strategi mereka pada segmen city car. Walau S-Presso masih dijual resmi, keberlangsungan model ini dalam menghadapi semakin ketatnya persaingan menjadi tantangan yang serius.
Suzuki perlu menyesuaikan produk dengan tren pasar terbaru, terutama dalam hal teknologi ramah lingkungan dan fitur pendukung kenyamanan. Selain itu, memperkuat segmen lain seperti SUV dan LMPV yang saat ini menunjukkan performa baik akan menjadi fokus penting. Sementara itu, S-Presso harus mampu bersaing lebih agresif agar tidak semakin tergerus oleh model-model baru yang terus bermunculan di pasar Indonesia.





