Komunitas Mobil Listrik Indonesia (KOLEKSI) terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai keamanan kendaraan listrik (EV). Kegiatan edukasi ini dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melalui seminar yang membahas langsung isu-isu kritis terkait keselamatan EV.
Seminar "Zero Emission and Zero Accident" yang digelar di Museum Listrik Energi Baru TMII menjadi ajang berbagi pengalaman nyata para pengguna EV. Tujuannya adalah meluruskan berbagai mitos yang masih beredar, terutama kekhawatiran soal potensi kebakaran baterai dan pengisian daya di rumah.
Hambatan Utama Adopsi Kendaraan Listrik
Data survei Global EV Alliance (GEVA) 2025 mengungkapkan bahwa 77% pengemudi EV di 30 negara menganggap mitos, seperti isu kebakaran, menjadi hambatan utama dalam beralih ke kendaraan listrik. Selain itu, 65% responden menilai infrastruktur pengisian daya masih kurang memadai, dan 50% merasa harga kendaraan masih menjadi kendala yang signifikan.
Ketua KOLEKSI, Ir. Arwani Hidayat, MT., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kekhawatiran masyarakat ini sebagian besar muncul akibat kurangnya informasi teknis yang akurat. Ia menyatakan, kendaraan listrik sejatinya aman jika instalasi pengisian daya dilakukan sesuai standar yang berlaku.
Pentingnya Standarisasi untuk Keamanan EV
Arwani menjelaskan risiko teknis seperti kegagalan instalasi listrik rumah dan fenomena thermal runaway pada baterai memang ada. Namun, risiko ini dapat diminimalkan dengan penerapan standar keselamatan yang ketat. Ia mendesak pemerintah untuk membuat regulasi resmi terkait standar instalasi home charging, sertifikasi teknisi, serta alat pemadam kebakaran khusus untuk baterai lithium-ion.
Tanpa standar tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah akan menghadapi ketidakpastian yang merugikan. Sementara itu, mitos dan kekhawatiran seputar kendaraan listrik justru akan terus berkembang dan menghambat percepatan adopsi EV.
Kolaborasi antara Komunitas dan PLN
Ronny Afrianto, Vice President Komersialisasi Produk Niaga PLN, menegaskan peran penting komunitas seperti KOLEKSI dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. PLN telah mengoperasikan lebih dari 4.672 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah dengan standar keselamatan yang terus ditingkatkan.
Menurut Ronny, masukan dari komunitas sangat membantu dalam memastikan infrastruktur pengisian daya aman dan dapat diandalkan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mendukung transisi energi nasional menuju penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Peran Edukasi dan Pengalaman Nyata
Mengutip Arwani, ia menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik tumbuh seiring dengan keterbukaan informasi dan pengelolaan risiko secara profesional. Komunitas EV dengan pengalaman langsung adalah sumber data yang sangat berharga untuk melawan disinformasi yang masih marak.
Dalam seminar di TMII, berbagai pemilik EV berbagi kisah nyata tentang penggunaan sehari-hari, keamanan pengisian daya di rumah, serta penanganan insiden teknis. Pendekatan ini terbukti efektif untuk mengurangi ketakutan berlebih dan meningkatkan pemahaman masyarakat.
Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan
Berikut beberapa langkah penting untuk mendukung keamanan dan adopsi kendaraan listrik:
- Menetapkan standar nasional instalasi pengisian daya home charging.
- Melakukan sertifikasi teknisi khusus kendaraan listrik.
- Menyediakan peralatan pemadam kebakaran khusus baterai lithium-ion.
- Membuat SOP penanganan thermal runaway dan insiden kebakaran baterai.
- Meningkatkan kolaborasi antara komunitas pengguna, pemerintah, dan penyedia infrastruktur.
Kegiatan edukasi dan standarisasi yang digagas komunitas seperti KOLEKSI bukan hanya memperkuat keamanan tapi juga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang sehat. Informasi yang akurat dan transparan menjadi pondasi penting dalam mempercepat transisi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
