BYD telah mengawali pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Vietnam. Proyek ini dijalankan bersama Kim Long Motor, produsen lokal yang bergerak di sektor otomotif.
Lokasi pabrik berada di kompleks industri otomotif Kim Long Motor di Hue, wilayah tengah Vietnam. Upacara peletakan batu pertama dilakukan pada akhir Januari dengan nilai investasi mencapai US$ 130 juta atau sekitar Rp 2,20 triliun.
Tahapan Pembangunan dan Kapasitas Produksi
Pembangunan pabrik dibagi dalam dua tahap utama. Tahap pertama mencakup area seluas 4,4 hektar dengan kapasitas produksi 3 GWh per tahun. Fokus tahap ini adalah baterai untuk kendaraan komersial seperti truk, bus, van, dan minibus.
Tahap kedua akan memperluas area jadi 10 hektar dan menggandakan kapasitas produksi menjadi 6 GWh per tahun. Selain itu, tahap ini memasukkan produksi baterai untuk mobil penumpang yang memiliki permintaan tinggi di pasar EV.
Menurut pernyataan resmi, proyek ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pasar tetapi juga menjadi ajang transfer teknologi baterai canggih. BYD akan memberikan dukungan teknis secara langsung untuk memastikan teknologi produksi dapat dikuasai secara lokal.
Dukungan Teknologi dan Transfer Pengetahuan
BYD akan mendampingi Kim Long Motor dalam proses pembangunan hingga pengoperasian pabrik. Hal ini penting agar kualitas dan kapasitas produksi battery cell sesuai standar global. Transfer teknologi juga menjadi fokus utama, sehingga kemampuan riset dan produksi baterai dapat berkembang di dalam negeri.
Langkah ini menunjukkan upaya BYD untuk memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara, khususnya di pasar Vietnam yang berkembang pesat.
Langkah Strategis BYD untuk Kawasan Asia Tenggara
Pabrik baterai di Vietnam adalah bagian dari strategi BYD memenuhi peningkatan permintaan baterai EV. Produk baterai dari fasilitas ini akan digunakan bukan hanya di pasar domestik, melainkan juga sebagai barang ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara.
Menurut CEO Kim Long Motor, Dao Viet Anh, kerja sama ini menegaskan tujuan mereka menguasai teknologi inti, bukan hanya merakit kendaraan. Ini sekaligus meningkatkan tingkat lokalisasi produksi baterai hingga lebih dari 80 persen pada kuartal kedua tahun ini.
Proyeksi tersebut membuka peluang Vietnam menjadi pusat manufaktur baterai dan kendaraan listrik dengan daya saing regional yang kuat. Posisi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem EV dan mendukung kebijakan energi bersih di kawasan.
Imbas bagi Industri Otomotif Vietnam
Investasi dan teknologi yang dibawa BYD bisa mengakselerasi industri otomotif lokal. Kim Long Motor akan mendapatkan akses ke teknologi mutakhir baterai lithium-ion yang menjadi kunci efisiensi dan performa kendaraan listrik modern.
Dengan kapasitas produksi yang memadai, Vietnam dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mengekspor ke pasar regional yang terus tumbuh. Ini akan meningkatkan nilai tambah produk lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur.
Pembangunan ini menjadi bukti bahwa pemain global seperti BYD melihat potensi besar di Vietnam dibandingkan negara lain, termasuk Indonesia. Penempatan pabrik di Vietnam strategis untuk memperkuat posisi BYD dalam persaingan bisnis kendaraan listrik Asia Tenggara.
Upaya BYD ini juga menggarisbawahi pergeseran pusat manufaktur baterai EV ke wilayah Asia Tenggara yang menawarkan kombinasi sumber daya manusia, dukungan pemerintah, dan konektivitas logistik yang efisien.
Informasi lebih lanjut tentang perkembangan proyek ini diharapkan dapat muncul seiring proses konstruksi dan mulai beroperasinya pabrik baterai. Dampaknya bisa menjadi katalis utama bagi transformasi sektor otomotif di kawasan ini dan pengadopsian kendaraan listrik secara lebih luas.







