China mencatat pencapaian luar biasa dalam ekspor mobil pada tahun 2025 dengan total 8,32 juta unit yang dikirim ke berbagai negara. Peningkatan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan daya tarik produk otomotif China di pasar global semakin kuat.
Selain itu, ekspor mobil energi baru dari China juga mengalami kenaikan signifikan hingga 70 persen mencapai 3,43 juta unit. Tren ini mencerminkan pergeseran global menuju kendaraan ramah lingkungan dan teknologi hijau.
10 Negara Pengimpor Mobil China Terbesar
Berdasarkan data dari China Passenger Car Association (CPCA), sepuluh negara pengimpor mobil China terbesar menunjukkan variasi geografi dan tingkat permintaan. Posisi pertama kini ditempati oleh Meksiko dengan impor mencapai 625.187 unit. Rusia yang sebelumnya berada di puncak turun ke posisi kedua dengan 582.738 unit.
Uni Emirat Arab menempati posisi ketiga dengan 571.937 unit, mengungguli Inggris di posisi keempat dengan 335.551 unit terimpor. Brazil dan Arab Saudi berada di posisi kelima dan keenam dengan masing-masing lebih dari 300 ribu unit. Belgia dan Australia menempati peringkat ketujuh dan kedelapan, diikuti oleh Filipina sebagai satu-satunya negara ASEAN di posisi kesembilan dengan 256.681 unit. Kazakhstan melengkapi daftar di posisi kesepuluh dengan 211.545 unit.
Berikut daftar lengkap 10 negara pengimpor mobil China terbesar:
- Meksiko: 625.187 unit
- Rusia: 582.738 unit
- Uni Emirat Arab: 571.937 unit
- Inggris: 335.551 unit
- Brazil: 322.076 unit
- Arab Saudi: 302.189 unit
- Belgia: 300.103 unit
- Australia: 297.382 unit
- Filipina: 256.681 unit
- Kazakhstan: 211.545 unit
Menariknya, Indonesia tidak termasuk dalam daftar 10 besar pengimpor mobil secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih belum sebesar beberapa negara lain dalam mengimpor mobil dari China.
Posisi Indonesia dalam Pengimpor Mobil Energi Baru
Meskipun tidak masuk 10 besar secara umum, Indonesia menempati posisi kesembilan sebagai pengimpor mobil energi baru dari China. Total unit yang diimpor mencapai 126.536 unit, menandakan adanya pertumbuhan minat terhadap kendaraan listrik dan hybrid di pasar domestik.
Indonesia masih tertinggal dari Thailand yang berada di posisi ketujuh dengan 151.633 unit dan Belgia yang memimpin sebagai pengimpor mobil energi baru terbesar dengan 284.921 unit. Negara-negara lain seperti Inggris, Meksiko, dan Brazil juga mencatat angka impor mobil energi baru yang cukup tinggi, merefleksikan tren global untuk kendaraan ramah lingkungan.
Berikut daftar 10 besar pengimpor mobil energi baru dari China:
- Belgia: 284.921 unit
- Inggris: 231.181 unit
- Meksiko: 221.027 unit
- Brazil: 200.825 unit
- Filipina: 200.544 unit
- Uni Emirat Arab: 191.946 unit
- Thailand: 151.633 unit
- Australia: 145.781 unit
- Indonesia: 126.536 unit
- India: 102.691 unit
Tren Ekspor Mobil Energi Baru dari China
Ekspor mobil energi baru yang meningkat tajam ditopang oleh berbagai jenis kendaraan seperti mobil listrik penuh (28 persen), kendaraan plug-in hybrid (PHEV) sebesar 13 persen, dan kendaraan hybrid konvensional 6 persen. Namun, mobil bermesin konvensional masih jadi kontributor terbesar dengan porsi 43 persen dari total ekspor.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi mobil listrik dan hibrida menjadi fokus utama produsen otomotif China untuk memenuhi permintaan global yang berorientasi pada pengurangan emisi karbon.
Secara keseluruhan, pengimpor mobil China paling besar tersebar di berbagai belahan dunia mulai dari Amerika, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara. Meski Indonesia belum menduduki posisi tertinggi, pertumbuhan impor mobil energi baru menandakan potensi pasar yang terus berkembang ke arah kendaraan hijau. Ini menjadi sinyal bahwa industri otomotif Indonesia tengah beradaptasi dengan perubahan tren global di sektor otomotif.
