CATL Sudah Pasang Baterai Sodium-Ion di Mobil Penumpang, Siap Uji Coba Musim Dingin

CATL, produsen baterai asal Tiongkok, telah mulai memasang baterai sodium-ion pada kendaraan penumpang. Teknologi ini menggunakan baterai sodium dari merek Naxtra dan telah diaplikasikan pada model kendaraan dari sub-merek Oshan milik Changan Automobile. Kendaraan ini kini tengah menjalani pengujian di suhu dingin sebagai bagian dari proses validasi kinerja baterai dalam situasi ekstrem.

Selain Changan Oshan, grup otomotif GAC dan JAC juga akan segera melengkapi kendaraan penumpang mereka dengan baterai sodium-ion dari CATL. Langkah ini menandai perluasan penggunaan teknologi baterai sodium ke segmen kendaraan yang sangat kompetitif. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan kenaikan harga lithium karbonat yang terus terjadi sejak beberapa tahun terakhir.

Keunggulan Teknologi Baterai Sodium

Baterai sodium-ion CATL memiliki kepadatan energi mencapai 175 Wh/kg, yang secara teknologi sejajar dengan baterai lithium-ferrofosfat (LFP). Menurut data CATL, teknologi ini menawarkan kestabilan performa dan sangat cocok untuk penggunaan kendaraan penumpang. Keunggulan utama baterai sodium adalah kemampuannya bertahan di suhu ekstrem, seperti pada suhu hingga -30°C masih dapat diisi ulang dan pada suhu -40°C masih mempertahankan 90% kapasitasnya.

Pada April, CATL meluncurkan seri baterai Tectrans II untuk kendaraan komersial ringan. Seri ini mencakup baterai sodium berkapasitas 45 kWh yang menjadi baterai sodium pertama untuk segmen kendaraan tersebut. Pengembangan ini membuka peluang baru untuk penggunaan luas baterai sodium tidak hanya dalam kendaraan penumpang, tetapi juga kendaraan komersial dan penyimpanan energi.

Langkah Strategis CATL dalam Diversifikasi Baterai

Sejak dikenalkan pada pertengahan 2021, baterai sodium-ion CATL terus mengalami penyempurnaan. Pengenalan merek Naxtra resmi dilakukan pada acara Tech Day CATL tahun lalu. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan alternatif selain baterai lithium. Gao Huan, Chief Technology Officer CATL, menyatakan bahwa perusahaan berencana memperluas penerapan baterai sodium pada berbagai segmen kendaraan dan aplikasi lain, termasuk alat berat konstruksi.

Rencana ekspansi produksi baterai sodium ini juga didasari oleh potensi manfaat besar untuk industri otomotif dan energi. Penggunaan sodium yang melimpah dan lebih terjangkau dibandingkan lithium menjadi daya tarik utama teknologi ini. Selain itu, kemampuan baterai beroperasi dengan baik pada suhu rendah menambah nilai guna dalam berbagai kondisi geografis dan iklim.

Potensi Penggunaan Luas dan Masa Depan Teknologi

Menurut sumber lokal, saat ini CATL telah memasang baterai sodium-ion pada kendaraan penumpang dari Changan Oshan untuk pengujian musim dingin. Selanjutnya, model-model kendaraan penumpang dari pabrikan besar lain juga akan mengadopsi teknologi serupa. Dari sisi produksi, kapasitas pembuatan baterai sodium-ion diprediksi akan meningkat seiring permintaan pasar yang bertambah.

Penggunaan baterai sodium-ion diperkirakan akan meluas tidak hanya di kendaraan penumpang dan komersial, tetapi juga di penyimpanan energi dan peralatan berat. Hal ini akan mendorong diversifikasi sumber energi dan mengurangi ketergantungan pada lithium, yang selama ini dominan pada pasar kendaraan listrik.

Pengaruh Harga dan Ketersediaan Bahan Baku

Lonjakan harga lithium karbonat memicu pengembangan baterai alternatif seperti sodium-ion. Sodium sebagai bahan dasar lebih melimpah dan murah, sehingga menawarkan keunggulan biaya produksi. Dengan performa yang bersaing dan kemampuan adaptasi dalam berbagai suhu, baterai sodium berpotensi mengubah lanskap teknologi kendaraan listrik di masa depan.

Sebagai pionir dalam pengembangan baterai sodium-ion komersial, CATL memposisikan dirinya di garis depan teknologi energi terbarukan. Investasi dan inovasi yang berkelanjutan di area ini diharapkan mengurangi hambatan biaya dan memastikan ketersediaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau di pasar global.

Berita Terkait

Back to top button