Uji coba performa Lepas L8 di Indonesia mengalami kendala teknis meskipun SUV PHEV ini menunjukkan potensi yang menjanjikan. Acara pengujian yang berlangsung di Pusdiklantas Polri, Serpong, merupakan tahap penting sebelum produk ini resmi dipasarkan.
Dalam pengujian tersebut, Lepas Indonesia menyediakan lintasan lengkap meliputi trek lurus, pengereman penuh, zig-zag, speed bump, hingga parkir mundur. Kondisi lintasan yang dibasahi hujan dan genangan air menjadikan pengujian semakin menantang kemampuan kendaraan di berbagai situasi.
Peserta uji coba, termasuk media KatadataOTO, mencoba performa SUV ramah lingkungan ini. Mereka melaju dengan kecepatan penuh di lintasan lurus, kemudian melakukan pengereman keras dan manuver putar balik yang cepat. Selanjutnya kendaraan melewati trek zig-zag yang menuntut kelincahan pengemudi.
Fitur kenyamanan seperti suspensi yang stabil dan body roll minimal diapresiasi karena membuat pengendaraan terasa nyaman. Monitor berukuran 13.2 inci yang menampilkan kamera belakang sangat membantu saat melakukan parkir mundur, menunjang kemudahan penggunaan.
Namun, setelah beberapa kali pengujian, kendaraan mengalami masalah serius. Sebuah bunyi keras terdengar dari bagian bawah kap mesin dan mobil tidak bisa dikendalikan lagi. Pemeriksaan teknis memunculkan temuan adanya kerusakan pada bagian rangkaian CV Joint yang berada di sekitar transmisi.
CV Joint merupakan komponen krusial yang berfungsi meneruskan tenaga dari transmisi ke roda. Kerusakan pada bagian ini menyebabkan mobil tidak dapat melanjutkan pengujian, terutama setelah melewati speed bump pada kecepatan tinggi. Pihak Lepas Indonesia mengakui ada bagian yang patah pada komponen tersebut.
Menurut Lalu Indra Wirabhakti, Product Manager Lepas Indonesia, kondisi tersebut terjadi karena uji coba dilakukan dalam kondisi ekstrem atau bumpy test dengan kecepatan yang jauh melampaui penggunaan normal sehari-hari oleh konsumen. Ia menegaskan bahwa biasanya kecepatan tinggi di permukaan bergelombang tidak mencapai 80 sampai 100 km/jam.
Terdapat beberapa poin penting terkait uji kualitas Lepas L8 yang dapat dirangkum berikut ini:
1. Pengujian dilakukan di lintasan dengan beragam rintangan dan kondisi cuaca basah untuk menguji kehandalan kendaraan.
2. Peserta menyampaikan kesan positif terhadap kenyamanan kabin dan fitur suspensi yang mumpuni.
3. Unit mengalami kerusakan pada CV Joint setelah melewati speed bump dengan kecepatan tinggi.
4. Kerusakan mengakibatkan kendaraan tidak bisa dikendarai dan menuntut pemeriksaan lebih lanjut.
5. Produsen menyatakan bahwa pengujian dilakukan di kondisi ekstrem dan belum mencerminkan skenario pemakaian normal konsumen.
Ke depan, proses uji ini menjadi masukan penting bagi Lepas Indonesia dalam meningkatkan ketahanan komponen serta memastikan mobil siap menghadapi skenario penggunaan sehari-hari. Persiapan pemasaran unit di Indonesia akan tetap berlanjut dengan penyesuaian teknis yang diperlukan.
Perusahaan berencana mengumumkan harga resmi pada ajang otomotif berskala nasional yang akan digelar bulan depan. Keseriusan Lepas dalam menangani kendala teknis ini menjadi sinyal positif bahwa mereka mengutamakan kualitas sebelum memasuki pasar domestik.
Pengalaman uji coba ini sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan SUV PHEV berteknologi plug-in hybrid untuk bersaing di segmentasi pasar kendaraan ramah lingkungan yang semakin kompetitif di Indonesia.







