Hobi Hantam Lubang? Waspadai Rack Steer Rusak dengan Tanda Suara Klotok & Setir Longgar!

Jalanan berlubang dan kondisi jalan yang tidak rata sudah menjadi pemandangan sehari-hari di Indonesia. Kebiasaan mengemudi dengan hantaman keras ke lubang bisa berdampak serius pada komponen sistem kemudi mobil, khususnya bagian rack steer. Rack steer bertugas mengubah putaran setir menjadi gerakan roda yang membelok. Komponen ini sangat presisi, sehingga beban kejut akibat hantaman lubang dapat mempercepat kerusakannya.

Rack steer terdiri dari gigi (gear) yang dipasang rapat dan dilindungi oleh bushing serta karet pelindung. Saat sering terkena bebatuan atau lubang di jalan dengan kecepatan tinggi, bagian ini bisa menjadi longgar atau aus. Kerusakan pada rack steer ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tapi juga berpotensi menyebabkan pengeluaran biaya perbaikan yang besar.

Tanda Awal Kerusakan Rack Steer

Salah satu gejala paling umum adalah muncul suara “klotok-klotok” dari bawah kolong depan mobil. Suara ini biasanya terdengar saat melewati jalan yang tidak rata atau berbatu. Bunyi tersebut menandakan bahwa batang rack sudah mulai longgar di dalam housing-nya akibat bushing yang pecah atau gear yang sudah aus. Jika saat mobil berhenti dan setir diputar pelan ke kiri atau kanan terdengar suara ketukan, itu pertanda kerusakan sudah cukup serius.

Gejala lain yang mudah dirasakan adalah perubahan keakuratan setir atau dikenal dengan istilah steering play. Ketika setir terasa lebih “kosong” dan harus diputar lebih lama sebelum roda benar-benar belok, kemungkinan komponen rack steer sudah tidak rapat lagi. Pada mobil dengan Electric Power Steering (EPS), rack steer yang rusak biasanya menyebabkan setir terasa berat atau justru melayang ketika dipacu di kecepatan tinggi.

Identifikasi Masalah pada Power Steering Hidrolik

Bagi pemilik mobil dengan sistem Power Steering hidrolik, kerusakan rack steer dapat dikenali dari adanya kebocoran oli di bagian kolong. Hantaman keras ke lubang dapat merobek sil atau boot pelindung rack steer. Kondisi ini menyebabkan oli helium power steering merembes keluar. Pelumasan di bagian gear kemudi pun berkurang dan menimbulkan gesekan logam yang cepat merusak komponen. Jika terlihat tetesan oli berwarna merah atau bening pada area roda depan, sebaiknya segera lakukan pengecekan guna menghindari kerusakan lebih meluas, termasuk risiko pompa power steering terbakar karena kekeringan oli.

Biaya Perbaikan yang Tidak Murah

Kerusakan pada rack steer bukan masalah kecil. Perbaikan atau penggantian komponen ini kerap membutuhkan biaya jutaan hingga belasan juta rupiah, tergantung tipe mobil. Hal ini dikarenakan saat gear di dalam rack steer sudah aus, komponen tersebut sulit untuk diperbaiki secara parsial. Pabrikan biasanya menyarankan penggantian satu unit secara menyeluruh dengan suku cadang asli untuk menjaga kualitas dan keamanan.

Cara Mencegah Kerusakan Rack Steer

Untuk menghindari kerusakan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Perhatikan kecepatan saat melintasi jalan berlubang atau tidak rata. Memperlambat laju kendaraan dapat mengurangi beban kejut pada sistem kemudi.
  2. Hindari memutar setir sampai mentok dengan suara “jedug” (lock to lock) yang bisa mempercepat keausan komponen dalam rack steer.
  3. Rutin cek kondisi karet pelindung (boot rack steer) untuk memastikan tidak ada sobekan yang memungkinkan debu dan air masuk ke dalam sistem kemudi.

Perawatan yang telaten dan kewaspadaan terhadap gejala awal kerusakan akan membantu memperpanjang usia pakai rack steer sekaligus mengurangi risiko keluarnya biaya perbaikan yang tidak sedikit. Kondisi sistem kemudi yang sehat juga menjamin pengalaman berkendara tetap nyaman dan aman, meski di jalan yang penuh tantangan seperti kondisi jalan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button