Kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer mobil sering terasa lebih tinggi dibandingkan dengan angka yang muncul di GPS. Selisih ini biasanya berkisar antara 2 hingga 7 persen, membuat pengemudi bertanya-tanya mengenai keakuratan alat pengukur kecepatan di mobil mereka.
Namun, perbedaan ini bukan berarti ada kerusakan pada speedometer. Selisih tersebut memang sudah sengaja dirancang sejak mobil diproduksi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai faktor seperti keausan ban dan aspek keselamatan berkendara.
Alasan Kecepatan Speedometer Lebih Tinggi
Produsen mobil mengatur speedometer agar menunjukkan kecepatan sedikit lebih tinggi daripada kecepatan sebenarnya. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah agar pengemudi merasa lebih waspada dan mengemudi dengan hati-hati. Ketika angka kecepatan terasa lebih cepat, pengemudi cenderung menyesuaikan kecepatannya agar tidak melampaui batas yang ditetapkan.
Standar ini telah diatur oleh beberapa regulasi internasional seperti UNECE Regulation 39 yang berlaku di Eropa. Selain itu, aturan serupa juga diterapkan dalam EU Community Directive 75/443(97/39), Australian Design Rules, serta standar SAE J1225 dan NHTSA di Amerika Serikat.
Perbedaan Cara Pengukuran Kecepatan Speedometer dan GPS
Speedometer mobil mengukur kecepatan berdasarkan putaran roda. Data ini dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti ukuran dan kondisi ban, tekanan angin, serta keausan ban. Misalnya, ban yang sudah aus atau berbeda ukuran dapat mengubah jumlah putaran roda dalam jarak tertentu sehingga memengaruhi pembacaan kecepatan.
Sebaliknya, GPS menghitung kecepatan berdasarkan perubahan posisi kendaraan yang dideteksi melalui satelit. Karena metode ini tidak bergantung pada kondisi fisik kendaraan, GPS menawarkan akurasi yang lebih konsisten dan tidak terpengaruh oleh kondisi ban atau modifikasi kendaraan.
Apakah Speedometer Digital Lebih Akurat?
Mobil modern kini banyak menggunakan speedometer digital yang menampilkan angka kecepatan dengan tampilan yang lebih jelas dan tegas. Namun, hal ini tidak serta merta membuat pembacaan kecepatan menjadi lebih akurat. Sebaliknya, speedometer digital masih mengandalkan sensor putaran roda atau transmisi sehingga tetap menghadirkan selisih data yang sama.
Dengan kata lain, meski tampilannya canggih, kecepatan yang ditampilkan oleh speedometer digital bisa lebih tinggi dari kecepatan sebenarnya. Sampai saat ini, belum ada mobil produksi massal yang menggunakan data GPS untuk menampilkan kecepatan di speedometer secara langsung.
Daftar Perbedaan Speedometer dan GPS dalam Mengukur Kecepatan:
- Sumber Data
- Speedometer: Putaran roda kendaraan
- GPS: Data perubahan posisi kendaraan dari satelit
- Faktor Pengaruh
- Speedometer: Kondisi dan ukuran ban, tekanan angin, keausan ban
- GPS: Tidak terpengaruh oleh kondisi kendaraan
- Akurasi
- Speedometer: Memiliki selisih 2-7 persen lebih tinggi
- GPS: Lebih akurat dan konsisten
- Standar Regulasi
- Speedometer: Diatur agar sedikit menampilkan kecepatan lebih tinggi demi keselamatan
- GPS: Tidak diatur sebagai alat pengukur resmi kecepatan kendaraan
Meskipun GPS lebih akurat, speedometer tetap menjadi alat pengukur utama di kendaraan karena kepraktisannya dan sudah terintegrasi dalam sistem mobil. Pengemudi harus tetap memahami adanya kemungkinan keterlambatan atau ketidakakuratan data pada speedometer.
Aksesori tambahan berbasis GPS sebagai aftermarket sebenarnya sudah tersedia di pasaran. Namun, hingga kini belum ada produsen mobil yang resmi mengintegrasikan pengukuran kecepatan berbasis GPS secara langsung ke speedometer kendaraan mereka.
Memahami perbedaan ini penting agar pengemudi tidak terjebak pada angka speedometer yang terlalu tinggi dan dapat mengatur kecepatan dengan aman. Pengawasan kecepatan yang tepat sangat berperan dalam keamanan berkendara di jalan raya.






