
Li Auto mengambil langkah drastis dengan merencanakan penutupan ratusan dealer di berbagai wilayah sebagai respons terhadap penurunan penjualan yang signifikan. Perusahaan sedang melakukan evaluasi intensif untuk mengurangi beban operasional dan memperkuat posisinya di tengah persaingan pasar otomotif yang semakin ketat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sekitar 100 dealer dengan performa buruk akan ditutup pada semester pertama tahun 2026. Keputusan ini diambil setelah Li Auto mencermati kinerja jaringan dealernya yang tersebar di banyak kota, terutama dealer yang berdiri selama periode ekspansi agresif.
Ekspansi Dealer dan Dampaknya pada Operasional
Pada tahun 2023, Li Auto mencatat penambahan 179 outlet dealer baru sebagai bagian dari strategi ekspansi agresifnya. Per akhir Desember tahun yang sama, perusahaan mengoperasikan 548 dealer resmi di 159 kota. Selain itu, data situs resmi mencatat total 904 dealer termasuk mitra pihak ketiga. Namun, pertumbuhan cepat ini ternyata membawa tantangan dalam hal pengelolaan dan biaya operasional yang tinggi.
Dealer yang didirikan di pusat-pusat perbelanjaan besar, cenderung menimbulkan biaya sewa yang mahal sehingga menjadi beban bagi Li Auto. Alhasil, perusahaan memutuskan untuk menutup dealer-dealer dengan kinerja buruk, terutama yang berlokasi di area berbiaya sewa tinggi tersebut.
Fokus Peningkatan Efisiensi melalui AutoPark
Sebagai bagian dari upaya restrukturisasi, Li Auto memprioritaskan pengembangan toko dan dealer di kawasan AutoPark. Model AutoPark menawarkan ruang yang lebih besar dengan biaya sewa relatif rendah. Fasilitas ini mengintegrasikan layanan penjualan, pengiriman, dan perawatan kendaraan dalam satu lokasi sehingga mempercepat proses layanan dan mengurangi pengeluaran operasional.
Perusahaan juga memberikan klarifikasi mengenai isu penutupan massal dealer dan pemberhentian karyawan yang beredar luas di media sosial. Li Auto menegaskan bahwa penutupan hanya berlaku bagi dealer yang tidak efisien dan berlokasi di pusat perbelanjaan, serta tidak merambah ke seluruh jaringan dealer.
Fluktuasi Kinerja Penjualan Li Auto
Penurunan penjualan menjadi alasan utama di balik langkah penutupan dealer ini. Pada 2023, Li Auto berhasil mengirimkan 376.030 unit kendaraan, meningkat drastis sebesar 182,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2024, pencapaian terus membaik dengan penjualan naik 33,1 persen mencapai 500.508 unit.
Namun, pada 2025 terjadi penurunan penjualan sebanyak 18,81 persen menjadi 406.343 unit. Penurunan ini mencerminkan tekanan pasar yang makin ketat dan kebutuhan pengelolaan jaringan distribusi yang lebih efisien. Kondisi ini menjadi sinyal agar perusahaan segera menyesuaikan strategi bisnisnya.
Target Penjualan dan Strategi 2026
Li Auto menargetkan peningkatan penjualan sebesar 40 persen di tahun 2026, atau mencapai 550.000 unit. Target ini memperlihatkan optimisme perusahaan meskipun menutup sejumlah dealer untuk memangkas biaya dan menyederhanakan operasional.
Berikut ini rincian penjualan Li Auto dari 2023 hingga target 2026:
- 2023: 376.030 unit (pertumbuhan 182,21%)
- 2024: 500.508 unit (pertumbuhan 33,1%)
- 2025: 406.343 unit (penurunan -18,81%)
- 2026 (target): 550.000 unit (pertumbuhan target 40%)
Penutupan dealer yang tidak efisien serta fokus pada AutoPark diharapkan menjadi kunci keberhasilan mencapai target ambisius tersebut. Langkah ini menunjukkan Li Auto berkomitmen untuk menstabilkan bisnisnya sambil memperkuat jaringan distribusi dalam format yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Pemangkasan dealer juga menandai perubahan strategi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar otomotif yang terus berubah. Efisiensi operasional dan optimalisasi lokasi dealer menjadi prioritas utama bagi Li Auto untuk menjaga daya saingnya di masa depan.





