Seorang pemilik Hyundai Kona Electric mengeluhkan masalah yang dialaminya pada kendaraan listrik baru miliknya. Setelah menerima unit pada pertengahan Desember, mobil tiba-tiba mati saat dipakai sehari-hari meski baterai masih 43 persen.
Kejadian tersebut terjadi hanya empat hari setelah mobil diterima. Pada saat itu, mobil berhenti secara mendadak di dekat gerbang tol dan pengemudi dapat menepi dengan aman. Pemilik kemudian membawa mobil tersebut ke dealer Hyundai di Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Masalah yang Dirasakan Pemilik Hyundai Kona Electric
Pemilik menyatakan bahwa sebelum kejadian, mobil belum pernah dicas ulang dan baru menempuh jarak sekitar 300 kilometer. Setelah diderek ke dealer, mobil harus menginap selama proses pengecekan dan perbaikan. Penjelasan soal penyebab kerusakan justru baru diberikan enam hari kemudian.
Selama menunggu perbaikan selesai, konsumen menggunakan mobil pengganti Hyundai Ioniq 5. Namun, kendaraan pengganti ini disebut kurang prima karena beberapa fitur tidak berfungsi sempurna dan kaca depan terlihat buram. Proses perbaikan yang lama tanpa kepastian waktu membuat pemilik merasa frustrasi.
Selain itu, komunikasi dinilai kurang efektif antara dealer tempat pembelian di Bogor dengan dealer perbaikan di Bandung. Hal ini menyebabkan administrasi dan pengurusan dokumen menjadi tidak sinkron sehingga memperlama proses servis.
Pemilik menegaskan bahwa kejadian ini tidak membuatnya takut menggunakan kendaraan listrik secara umum. Namun, ia menyayangkan layanan purna jual Hyundai yang menurutnya sangat buruk. Ia merasa harus mempertimbangkan ulang sebelum membeli kendaraan Hyundai di masa depan.
Tanggapan Resmi PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Menanggapi keluhan tersebut, Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen. Ia mengakui ketidaknyamanan yang dialami selama proses perbaikan kendaraan Hyundai all-new Kona Electric itu.
Frans menyebut Hyundai telah menyediakan mobil pengganti (Courtesy Car) selama perbaikan berlangsung dan berkoordinasi secara aktif dengan konsumen. Pihak Hyundai juga berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan aftersales demi kenyamanan pemilik kendaraan di masa depan.
Fakta Penting Mengenai Kasus Hyundai Kona Electric
- Mobil Hyundai Kona Electric diterima pada 13 Desember dan bermasalah pada 17 Desember.
- Kondisi baterai saat mati mendadak masih 43 persen, mobil baru menempuh sekitar 300 km.
- Mobil diderek ke dealer Hyundai Pasteur Bandung dan menjalani pemeriksaan.
- Penjelasan penyebab kerusakan baru diberikan enam hari setelah kejadian.
- Mobil pengganti Ioniq 5 yang diberikan kurang memuaskan dari sisi fitur dan kondisi fisik.
- Koordinasi antar dealer di Bogor dan Bandung terkesan tidak sinkron.
- HMID meminta maaf dan sudah menyediakan mobil pengganti serta berjanji meningkatkan layanan aftersales.
Pemilik mobil listrik Hyundai Kona Electric ini sempat mengungkapkan ketidakpuasannya melalui unggahan di media sosial, yang kemudian viral dan menarik perhatian publik. Insiden ini menjadi catatan penting bagi HMID untuk terus meningkatkan kualitas layanan purna jual. Hyundai Kona Electric sebagai mobil listrik premium tentu memiliki harapan lebih tinggi dari konsumennya.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya kesiapan dealer dan APM dalam menangani masalah teknis kendaraan listrik yang masih tergolong baru di pasar Indonesia. Pengalaman konsumen menjadi faktor kunci untuk memperbaiki citra dan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan Hyundai di masa mendatang.
Upaya perbaikan layanan aftersales yang dilakukan oleh HMID merupakan langkah awal yang positif. Namun, konsistensi dan transparansi dalam komunikasi selama proses perbaikan mobil akan sangat menentukan tingkat kepuasan konsumen ke depan. Hyundai harus memastikan setiap keluhan penanganan kendaraan listrik mendapat respons cepat dan solusi efektif.






