Yamaha menghadirkan mesin V4 terbaru yang diharapkan dapat memberikan performa lebih kompetitif dibandingkan mesin inline 4 sebelumnya. Pada sesi tes shakedown di Sirkuit Sepang, Malaysia, Fabio Quartararo menjadi sorotan utama dengan mencatatkan waktu 1 menit 57,690 detik. Catatan waktu ini menempatkannya di posisi ketiga, dengan selisih sekitar setengah detik dari pebalap tercepat, Aleix Espargaro dari Honda yang mencatat 1 menit 57,173 detik.
Quartararo mengaku masih perlu beradaptasi dengan karakter mesin V4 yang berbeda signifikan dari mesin yang pernah ia gunakan. Tahun sebelumnya, Quartararo mampu membukukan waktu 1 menit 57,195 detik dengan mesin inline 4, sehingga terdapat penurunan performa awal yang masih harus diatasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses penyesuaian terhadap teknologi baru mesin V4 memerlukan waktu lebih lama agar pebalap dapat menemukan titik terbaik performa sepeda motor.
Selain Quartararo, Alex Rins yang juga mencoba mesin V4 tampak masih berhati-hati saat menjalani sesi tersebut. Rins mencatat waktu terbaik 1 menit 58,180 detik, lebih lambat dibandingkan Quartararo. Sementara itu, debutan sensasional Toprak Razgatlioglu menunjukkan perkembangan menjanjikan dengan catatan waktu 1 menit 58,465 detik. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa pebalap baru dapat mulai memahami tantangan balap kelas utama dengan mesin dan karakter yang baru.
Jack Miller, pebalap Pramac Yamaha yang juga menggunakan mesin V4, mencatat waktu 1 menit 57,908 detik. Namun jika dibandingkan dengan tes Sepang tahun lalu yang masih memakai mesin inline 4, waktu Miller tahun ini belum bisa mengungguli catatan 1 menit 57,452 detik tahun lalu. Meski begitu, catatan Miller sedikit lebih baik 0,041 detik dibandingkan sesi kualifikasi MotoGP Malaysia musim ini, menandakan peningkatan performa mesin dalam kondisi balap yang sebenarnya.
Dari hasil tes shakedown ini, Honda berhasil menjadi yang tercepat dengan Aleix Espargaro sebagai pengendara utama motor yang mencatatkan waktu tercepat 1 menit 57,173 detik. Kecepatan ini memberikan gambaran bahwa persaingan pada musim ini akan berlangsung ketat, khususnya karena Yamaha masih berada dalam tahap adaptasi mesin V4.
Ketergantungan Yamaha pada mesin baru ini menuntut pendekatan teknis yang berbeda dalam hal pengaturan dan gaya berkendara. Peralihan dari mesin inline 4 ke V4 membawa perubahan fundamental pada torsi dan karakter akselerasi motor. Oleh karena itu, pebalap dan tim teknik harus terus melakukan eksperimen pada pengaturan mesin dan elektronik untuk memaksimalkan performa.
Berikut catatan waktu utama pada sesi shakedown MotoGP di Sepang untuk mesin V4 Yamaha dan pesaing:
1. Aleix Espargaro (Honda) – 1:57,173
2. Fabio Quartararo (Yamaha V4) – 1:57,690
3. Jack Miller (Pramac Yamaha V4) – 1:57,908
4. Alex Rins (Suzuki V4) – 1:58,180
5. Toprak Razgatlioglu (Debutan Yamaha V4) – 1:58,465
Performa mesin V4 Yamaha mulai terlihat mengancam meski belum mencapai kecepatan puncak yang didapatkan dengan mesin inline 4 pada musim sebelumnya. Ini menandakan proses evolusi teknologi yang masih berlangsung dan peluang bagi Yamaha untuk terus mengembangkan motor agar lebih kompetitif.
Faktor utama yang menjadi tantangan adalah adaptasi pebalap terhadap karakteristik baru mesin yang membutuhkan pengendalian berbeda. Seiring berjalannya waktu dan sesi tes lanjutan, diharapkan Quartararo dan rekan-rekannya dapat menemukan setelan optimal yang menghasilkan catatan waktu lebih baik lagi.
Sesi tes shakedown ini memberikan gambaran awal sekaligus tantangan nyata bagi Yamaha untuk mengejar ketertinggalan. Mesin V4 yang lebih bertenaga berpotensi membawa perubahan strategi balap dan memengaruhi dinamika klasemen musim MotoGP mendatang. Pemahaman teknis yang mendalam serta kerja sama tim menjadi kunci utama dalam meraih hasil maksimal pada balapan resmi nantinya.
