Menjelang awal Februari, harga BBM di Indonesia mengalami penurunan di berbagai merek besar. Pertamina, Shell, BP, dan Vivo aktif menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk memberikan opsi lebih kompetitif bagi konsumen. Penyesuaian ini berlaku secara nasional dan merujuk pada mekanisme formula resmi yang diatur oleh pemerintah.
Perubahan harga BBM tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merevisi aturan sebelumnya terkait perhitungan harga jual eceran BBM melalui SPBU. Penurunan harga ini berlangsung mulai 4 Februari dan memberikan dampak positif bagi pengguna kendaraan bermotor.
Harga BBM Pertamina Terbaru
Di wilayah Pulau Jawa, harga BBM Pertamina tercatat mengalami perubahan pada beberapa varian. Harga Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter. Sementara itu, untuk jenis bensin Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp11.800 per liter dan Pertamax Turbo (RON 98) menjadi Rp12.700 per liter. Jenis diesel seperti Biosolar dipatok Rp6.800 per liter dan Dexlite Rp13.250 per liter. Harga ini berlaku juga untuk jaringan Pertamina di seluruh Indonesia dengan variasi harga menyesuaikan daerah.
Harga BBM Shell Turun Signifikan
Shell Indonesia turut mengumumkan koreksi harga pada semua varian BBM. Besaran penurunan mencapai antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Shell Super (RON 92) kini dijual dengan harga Rp12.050 per liter. Varian V-Power yang memiliki kadar oktan lebih tinggi yaitu RON 95 dan 98 masing-masing dibanderol Rp12.500 dan Rp12.720 per liter. Untuk bahan bakar diesel, Shell V-Power Diesel (CN 51) ditawarkan Rp13.600 per liter.
Penyesuaian Harga BBM di SPBU BP
Jaringan SPBU BP-AKR juga menyesuaikan harga BBM dengan penurunan berkisar Rp260 hingga Rp690 per liter. Harga BBM BP 92 (RON 92) kini berada di Rp12.050 per liter. BP Ultimate (RON 95) turun menjadi Rp12.500 per liter dan BP Ultimate Diesel (CN 53) dibanderol Rp13.600 per liter. Kebijakan ini menunjukkan komitmen BP untuk bersaing dengan harga yang lebih ramah di kantong konsumen.
Harga BBM di SPBU Vivo
SPBU Vivo tidak ketinggalan dalam penyesuaian harga awal bulan ini. Penurunan harga BBM berada di rentang Rp10 sampai Rp650 per liter, meskipun pilihan varian lebih terbatas dibandingkan merek lain. Untuk bensin Revvo 92, harga terbaru adalah Rp12.700 per liter. Revvo 95 dibanderol Rp12.500 per liter dan Diesel Primus Plus (CN 51) menjadi Rp13.610 per liter.
Detail Harga BBM Pertamina Wilayah Indonesia
Penurunan harga BBM non-subsidi Pertamina tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Berikut ini ringkasan harga per liter beberapa varian di sejumlah wilayah utama Indonesia:
-
Sumatera & Sekitarnya
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.100–12.400
- Pertamax Turbo: Rp13.000–13.250
- Biosolar: Rp6.800
- Dexlite: Rp13.550–13.850
- Pertamina Dex: Rp13.800–14.100
-
Jawa & Bali
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp11.800
- Pertamax Turbo: Rp12.700
- Pertamax Green 95: Rp12.450
- Biosolar: Rp6.800
- Dexlite: Rp13.250
- Pertamina Dex: Rp13.500
-
Kalimantan
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.100–12.400
- Pertamax Turbo: Rp13.000–13.250
- Biosolar: Rp6.800
- Dexlite: Rp13.550–13.850
- Pertamina Dex: Rp13.800–14.100
-
Sulawesi
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.100
- Pertamax Turbo: Rp13.000
- Biosolar: Rp6.800
- Dexlite: Rp13.550
- Pertamina Dex: Rp13.800
- Maluku & Papua
- Pertalite: Rp10.000
- Pertamax: Rp12.100
- Pertamax Turbo (tertentu): Rp13.000
- Biosolar: Rp6.800
- Dexlite: Rp13.550
- Pertamina Dex (wilayah tertentu): Rp13.800
Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar di seluruh Indonesia tetap stabil tanpa perubahan. Sementara itu, harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian sebagai respon terhadap fluktuasi pasar dan kebijakan industri energi.
Penurunan harga BBM di berbagai jaringan ini memberikan alternatif yang lebih terjangkau bagi konsumen. Pola pembaruan ini juga mencerminkan adaptasi perusahaan minyak terhadap kondisi pasar domestik dan global. Konsumen disarankan memantau terus perkembangan harga agar dapat memilih bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan dan kapal ekonomi masing-masing.
