
Daihatsu akhirnya merilis mobil listrik produksi massalnya dengan dua model sekaligus, yaitu e-Hijet Cargo dan e-Atrai. Kedua kendaraan tersebut berbasis pada model kendaraan komersial mini populer, Hijet Cargo dan Atrai, yang selama ini dikenal luas di pasar kendaraan niaga ringan.
Mobil listrik ini menggunakan sistem e-SMART ELECTRIC BEV terbaru yang dirancang khusus untuk kendaraan mini. Penempatan komponen sudah direvisi dan bodi serta suspensi telah didesain ulang agar mampu menampung baterai berkapasitas besar tanpa mengurangi ruang interior.
Daihatsu mengklaim kedua model ini tetap mempertahankan daya tarik sebagai van komersial mini. Selain itu, kapasitas baterai yang besar memungkinkan jarak tempuh yang jauh per pengisian daya, menjadikan pilihan ideal untuk kebutuhan usaha dan operasional harian.
Produksi dipusatkan di pabrik Daihatsu Motor Kyushu di Oita, Jepang. Pabrik ini memiliki pengalaman luas dalam memproduksi kendaraan mini dan komersial ringan yang sudah bertahun-tahun dikuasai oleh Daihatsu.
Teknologi kendaraan listrik yang digunakan merupakan hasil kolaborasi dengan Suzuki Motor Corporation dan Toyota Motor Corporation. Kerja sama ini menggabungkan keahlian Daihatsu dan Suzuki dalam kendaraan kecil dengan teknologi elektrifikasi dari Toyota.
Sistem penggerak menggunakan teknologi e-Axle yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan gir reduksi pada poros penggerak belakang. Konfigurasi ini memastikan start yang kuat dan akselerasi mulus, sekaligus memberi cengkeraman optimal meski membawa beban berat atau saat menanjak.
Baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh dipasang di bawah lantai kendaraan. Penempatan ini menurunkan pusat gravitasi, sehingga meningkatkan kestabilan saat berkendara dan mencegah pergeseran muatan selama perjalanan.
Penerapan baterai lithium iron phosphate memberikan kapasitas cukup untuk menempuh jarak hingga 257 km berdasarkan standar pengujian WLTC. Jarak ini dianggap memadai untuk kebutuhan sebagian besar pengguna van komersial mini, termasuk saat menggunakan AC di musim panas atau kondisi cuaca dingin.
Selain jarak tempuh yang optimal, mobil listrik ini juga menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Komponen yang harus diganti berkala berkurang drastis, tanpa oli mesin dan perawatan rumit, sehingga menghemat biaya jangka panjang.
Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai hadir sebagai solusi kendaraan komersial ramah lingkungan. Dengan teknologi canggih, daya jangkau cukup, serta harga yang kompetitif, mobil ini disiapkan untuk merespons tren kendaraan listrik yang semakin berkembang.
Berikut adalah beberapa fitur utama dari mobil listrik pertama Daihatsu:
1. Sistem e-SMART ELECTRIC BEV khusus kendaraan mini
2. Kapasitas baterai 36,6 kWh tipe lithium iron phosphate
3. Jarak tempuh hingga 257 km dalam mode WLTC
4. Sistem penggerak e-Axle di poros belakang
5. Produksi di pabrik Daihatsu Motor Kyushu, Oita
6. Kolaborasi teknologi dengan Suzuki dan Toyota
Peluncuran dua model sekaligus menunjukkan keseriusan Daihatsu memasuki pasar kendaraan listrik komersial. Dengan inovasi dan kolaborasi kuat, Daihatsu berharap dapat memenuhi kebutuhan kendaraan usaha yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Teknologi e-Axle yang diaplikasikan memungkinkan performa optimal dari awal start hingga torsi maksimal, meningkatkan pengalaman berkendara. Selain itu, pengereman regeneratif membantu mempertahankan efisiensi energi dan kemudahan kontrol kendaraan.
Penempatan baterai di bawah lantai membawa keuntungan stabilitas handling dan mencegah pergeseran muatan secara signifikan. Hal ini sangat penting untuk kendaraan komersial yang sering mengalami variasi berat muatan.
Dengan harga yang terjangkau dan fitur lengkap, Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai dipastikan menjadi pilihan alternatif yang menarik bagi pelaku bisnis kendaraan mini di Indonesia maupun pasar global.
Meski baru memasuki segmen kendaraan listrik secara massal, langkah ini membuka peluang baru bagi Daihatsu untuk mengukuhkan posisinya di era elektrifikasi transportasi. Perusahaan akan terus berinovasi agar memenuhi tuntutan pasar dan regulasi emisi yang semakin ketat.
Dalam konteks persaingan kendaraan listrik di kelas mini, peluncuran dua model sekaligus oleh Daihatsu adalah sinyal kuat akan perubahan industri otomotif yang semakin cepat. Teknologi dan efisiensi akan menjadi faktor kunci di masa depan.
Secara keseluruhan, Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan kendaraan niaga modern yang sudah siap mendukung mobilitas bisnis berkelanjutan. Monitoring dan dukungan layanan purna jual juga menjadi bagian penting dari upaya Daihatsu untuk sukses di segmen ini.





