Xiaomi dan Ford Tegas Bantah Proyek Mobil Listrik di AS, Rumor Kerja Sama Dinilai Salah Informasi

Ford Motor Company dan Xiaomi secara tegas membantah kabar adanya proyek bersama untuk memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat. Kedua perusahaan memastikan tidak sedang dalam negosiasi atau perencanaan usaha patungan, sekaligus menolak rumor yang beredar belakangan ini.

Isu muncul setelah laporan dari Financial Times menyebut Ford dan Xiaomi pernah berdiskusi mengenai kolaborasi kendaraan listrik di pasar AS. Namun, Xiaomi menegaskan, mereka tidak menjual produk atau layanan apa pun di Amerika Serikat dan tidak memiliki rencana bisnis bersama Ford di wilayah tersebut.

Pernyataan Resmi dari Xiaomi dan Ford

Xiaomi menilai kabar usaha patungan tersebut sebagai informasi yang keliru. Dalam pernyataannya, Xiaomi menyatakan tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan Ford atau pihak lainnya terkait produksi kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Ford juga memberikan bantahan yang sama kerasnya. Perusahaan otomotif asal Dearborn ini menegaskan bahwa berita kerja sama dengan Xiaomi tidak benar dan tidak sedang dijajaki sama sekali.

Konstelasi Kerjasama Ford dan Produsen China Lain

Meski demikian, Ford memang sempat melakukan pembicaraan dengan BYD dan sejumlah produsen mobil China lainnya. Diskusi ini difokuskan pada kemungkinan impor baterai untuk kendaraan hibrida yang akan dijual di luar Amerika Serikat, bukan pengembangan kendaraan listrik secara bersama di pasar AS.

Laporan sebelumnya dari The Wall Street Journal menyebut Ford tengah bernegosiasi dengan BYD untuk suplai baterai. Namun, negosiasi ini terkait aspek pemasokan komponen, bukan kerjasama manufaktur atau usaha patungan.

Reaksi Publik dan Regulasi AS

Isu terkait potensi kerja sama tersebut juga mendapat sorotan politisi Amerika Serikat. Anggota DPR John Moolenaar mengungkapkan kekhawatiran jika Ford berfokus pada mitra dari China, hal itu akan membuat AS semakin bergantung pada teknologi dan produksi dari negara tersebut.

Kekhawatiran ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat untuk memperkuat rantai pasokan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produsen asing, khususnya di sektor kendaraan listrik yang dinilai strategis.

Rencana Produksi Baterai Ford di AS

Di sisi lain, Ford tengah mempersiapkan pabrik baterai lithium besi fosfat (LFP) berkapasitas besar senilai 3,5 miliar dolar AS di Michigan. Pabrik ini memakai teknologi berlisensi dari produsen baterai China, CATL.

Investasi pabrik baterai ini merupakan bagian dari strategi Ford untuk mendukung produksi kendaraan listrik berbasis Platform EV Universal dengan biaya rendah. Salah satu produk yang akan menggunakan baterai ini adalah truk pikap listrik ukuran menengah yang dipasarkan dengan harga sekitar 30.000 dolar AS atau sekitar Rp503 jutaan.

Kesempatan dan Tantangan di Industri EV AS

Ford berupaya mengembangkan ekosistem kendaraan listriknya secara mandiri di Amerika Serikat. Produk dengan harga terjangkau dan produksi dalam negeri menjadi aspek penting untuk bersaing di pasar yang semakin berkembang.

Sementara itu, Xiaomi tetap fokus pada bisnis teknologi yang berbeda dengan pasar AS. Kejelasan dari kedua pihak membantu menepis spekulasi yang beredar dan menjaga stabilitas informasi industri otomotif dan teknologi.

Kerjasama antar perusahaan otomotif dan produsen teknologi global memang sering menjadi berita menarik, terutama di segmen kendaraan listrik. Namun, keakuratan informasi sangat penting agar konsumen dan pelaku pasar dapat memahami dinamika bisnis dengan benar. Ford dan Xiaomi saat ini tidak memiliki rencana kolaborasi yang menjurus ke pembangunan kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Exit mobile version