Kecelakaan yang melibatkan Jetour T2 dan BMW di jalan Tol Jagorawi KM31B arah Jakarta kembali mengingatkan soal pentingnya pemahaman fungsi bahu jalan tol. Insiden yang menyebabkan SUV asal Tiongkok tersebut terbakar hangus ini membuka diskusi lebih luas tentang keselamatan berkendara, terutama kaitannya dengan penggunaan bahu jalan.
Menurut Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kebakaran mobil akibat benturan dapat terjadi baik pada kendaraan listrik maupun mesin pembakaran dalam. Ia menjelaskan bahwa api muncul dari gabungan tiga unsur: oksigen, bahan bakar atau material, serta panas akibat gesekan. Dengan kata lain, faktor kendaraan tidak hanya soal jenis penggerak, melainkan pola penggunaan dan kepatuhan terhadap aturan jalan.
Penyebab Utama Kecelakaan di Jalan Tol
Sony menyebut overspeed dan penggunaan bahu jalan untuk menyusul sebagai penyebab utama kecelakaan di jalan tol. Kecelakaan semacam ini tergolong klise dan berulang. Namun, tidak semua pengemudi merasakan efek jera karena sering kali kecelakaan besar belum pernah dialami sendiri. Pola pikir dan kesadaran masing-masing pengendara sangat berperan dalam mengurangi risiko kecelakaan.
Penggunaan bahu jalan sebagai jalur menyusul sangat berbahaya. Bahu jalan memiliki karakteristik yang berbeda, seperti permukaan campuran gravel, jalur yang lebih sempit, adanya blind spot atau titik buta, dan kondisi yang licin. Hal ini membuat kendaraan yang melaju di bahu jalan rentan mengalami kehilangan kendali.
Fungsi Bahu Jalan Tol Sesuai Peraturan
Penggunaan bahu jalan tol bukan untuk keperluan sembarangan. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol Pasal 41 Ayat 2 mengatur secara jelas fungsi bahu jalan. Berikut aturan penggunaannya:
- Digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat.
- Diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat.
- Tidak boleh digunakan untuk menarik, menderek, atau mendorong kendaraan lain.
- Tidak dipakai untuk menaikkan atau menurunkan penumpang, barang, ataupun hewan.
- Tidak diperbolehkan digunakan untuk mendahului kendaraan lain.
Pelaksanaan aturan ini harus dipahami dan dijalankan oleh semua pengguna jalan tol agar insiden kecelakaan dapat ditekan.
Efek Overspeed dan Pengabaian Aturan
Selain faktor penggunaan bahu jalan yang salah, kecepatan berlebih di jalan tol juga menjadi penyebab utama kecelakaan. Pada jarak tempuh yang panjang dan atmosfer jalan yang monoton, pengemudi sering tergoda untuk menginjak pedal gas lebih dalam. Namun, kondisi demikian meningkatkan risiko tabrakan beruntun akibat jarak pengereman yang tidak memadai.
Sony Susmana menambahkan, pengambilan keputusan tepat dan pemahaman aturan lalu lintas merupakan kunci keselamatan di jalan tol. Kesadaran bahwa setiap tindakan seperti ngebut atau lewat bahu jalan bisa berakibat fatal sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian materi.
Mengurai Mitosp tentang Mobil Listrik dan Keamanan
Kecelakaan Jetour T2 yang berujung kebakaran menarik perhatian khusus pada keamanan kendaraan listrik. Sony menilai, ketakutan berlebihan terhadap mobil listrik tidak berdasar. Baik kendaraan listrik maupun yang bermesin konvensional sama-sama memiliki potensi kebakaran bila terjadi benturan hebat. Oleh karena itu, fokus utama harus pada sikap hati-hati dan penerapan aturan keselamatan saat berkendara.
Pemahaman yang benar terhadap karakteristik kendaraan dan pengetahuan ini dapat mendorong perilaku berkendara yang tepat. Dengan begitu, risiko kecelakaan karena faktor teknis atau human error dapat diminimalkan.
Rekomendasi Keselamatan Berkendara di Jalan Tol
Berikut sejumlah langkah penting agar berkendara di jalan tol aman dan sesuai aturan:
- Kendalikan kecepatan sesuai batas maksimal yang ditetapkan.
- Hindari penggunaan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
- Jaga jarak aman dengan kendaraan depan untuk memberikan ruang pengereman.
- Gunakan tanda darurat ketika berhenti di bahu jalan.
- Pelajari dan pahami aturan tata tertib lalu lintas di jalan tol.
Kesemua langkah itu perlu dijadikan kebiasaan untuk meningkatkan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Menyikapi kecelakaan Jetour T2, penting bagi pengguna jalan untuk lebih disiplin dan menghindari kebiasaan berbahaya seperti menyusul lewat bahu jalan. Kepatuhan terhadap fungsi bahu jalan dan aturan keselamatan bisa mengurangi risiko kecelakaan fatal serta dampak kerugian yang ditimbulkan. Dengan pemahaman ini, diharapkan pengalaman pahit akibat kecelakaan serupa dapat diminimalkan di masa depan.
