
Isuzu menghadirkan mesin diesel baru 2.2 liter pada model D-Max dan MU-X untuk tahun 2026. Mesin ini menggantikan unit 1.9 liter yang sebelumnya digunakan dan menawarkan performa lebih bertenaga sekaligus lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Langkah ini juga merupakan respon Isuzu terhadap regulasi emisi New Vehicle Efficiency Standard (NVES) di Australia yang memberikan penalti finansial bagi kendaraan dengan emisi tinggi.
Mesin 2.2L turbo dilengkapi transmisi otomatis 8-percepatan yang menggantikan opsi manual yang sudah tidak tersedia lagi. Dengan output tenaga 120 kW dan torsi 400 Nm, mesin ini mampu meningkatkan tenaga dan torsi signifikan dibandingkan mesin 1.9L lama yang hanya menghasilkan 110 kW dan 350 Nm. Meski tenaga mesin ini masih di bawah mesin 3.0L yang mencapai 140 kW dan 450 Nm, efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi keunggulan utama.
Efisiensi bahan bakar dan emisi CO₂
Isuzu D-Max dengan mesin baru ini dapat menempuh jarak dengan konsumsi bahan bakar mulai dari 6,6 liter per 100 km. Angka ini sedikit lebih irit dibanding mesin 1.9L yang mencatat 6,9 liter per 100 km. Dari sisi emisi karbon, D-Max 4×4 bertenaga 2.2L menghasilkan emisi CO₂ sebesar 174 gram per kilometer, lebih rendah dari nilai 180 gram per kilometer pada mesin 1.9L. Penurunan ini memang tidak drastis, tapi sangat berarti dalam konteks regulasi NVES yang ketat.
Performa dan pengalaman berkendara
Karakter mesin 2.2L tergolong halus dan responsif saat digunakan di jalan raya. Torsi maksimum 400 Nm sudah tersedia pada putaran mesin rendah yakni 1.600 rpm, bahkan putaran 1.000 rpm sudah menghasilkan torsi 255 Nm. Peningkatan torsi hingga 60 persen dari mesin lama berkontribusi pada akselerasi yang lebih baik terutama dalam penggunaan sehari-hari. Transmisi otomatis delapan percepatan juga berfungsi mulus tanpa terasa saat perpindahan gigi, asalkan pengemudi tidak menginjak pedal gas secara agresif.
D-Max tetap nyaman digunakan baik tanpa beban maupun saat membawa barang di bak. Sementara itu, MU-X dengan kapasitas tujuh penumpang memang memiliki bobot yang lebih berat sehingga akselerasinya terasa lebih santai, terutama pada beban penuh. Namun, suspensi coil spring pada MU-X menawarkan kenyamanan dan kestabilan yang baik saat melintasi jalan aspal maupun medan tanah.
Kemampuan tarik dan penggunaan off-road
Mesin 2.2L kini mendukung kemampuan tarik beban hingga 3.500 kg, meningkat dari batas 3.000 kg pada mesin 1.9L. Namun, saat menguji tarik caravan seberat 2 ton, tenaga mesin 3.0L tetap menunjukkan keunggulan yang signifikan. Pada jalur off-road, D-Max dan MU-X dengan mesin 2.2L juga cukup meyakinkan. Dilengkapi dengan rear diff lock dan Rough Terrain Mode, kedua kendaraan ini mampu melewati medan tanah berat dan berlubang dengan torsi besar pada putaran rendah, menambah keandalan untuk berbagai kebutuhan petualangan.
Pilihan antara mesin 2.2L dan 3.0L
Pemilihan mesin 2.2L atau 3.0L sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Mesin 2.2L lebih cocok untuk aktivitas harian dan penggunaan keluarga yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Sedangkan mesin 3.0L ideal bagi pengguna yang sering menarik beban berat atau berkendara di medan off-road ekstrim dimana tenaga dan torsi maksimal menjadi prioritas utama.
Isuzu D-Max dan MU-X generasi terbaru dengan mesin 2.2L sudah meluncur di pasar Australia dengan harga bersaing. Mesin baru ini menjanjikan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan peraturan emisi yang kian ketat. Meskipun tidak sepenuhnya menggantikan mesin 3.0L, opsi ini menambah daya tarik bagi konsumen yang mencari kendaraan diesel modern dan ekonomis.





