CATL Rilis Mobil Penumpang Bertenaga Baterai Sodium-Ion, Jangkauan hingga 400 Km Mulai 2026

CATL mulai memasang baterai sodium-ion pada kendaraan penumpang siap produksi sebagai langkah strategis memperluas teknologi baterai di industri otomotif. Kerjasama dengan Changan Automobile menghasilkan model kendaraan dengan baterai sodium-ion yang dijadwalkan meluncur pertengahan 2026.

Baterai sodium-ion CATL yang dipasarkan dengan nama Naxtra menawarkan jarak tempuh murni hingga 400 km untuk kendaraan listrik. Ke depan, kapasitas baterai ini diprediksi mampu mendorong jarak tempuh mencapai 600 km, seiring kematangan rantai pasok dan inovasi teknologi.

Teknologi Dual-Chemistry Baru

Gao Huan, CTO bisnis kendaraan listrik CATL China, menyatakan bahwa hadirnya baterai sodium-ion menandai era dual-chemistry, yakni penggunaan jenis baterai lithium-ion dan sodium-ion secara paralel. Hal ini membuka peluang diversifikasi teknologi baterai untuk berbagai kebutuhan kendaraan listrik.

Baterai sodium-ion Naxtra diluncurkan pada April dan memiliki kepadatan energi 175 Wh/kg, setara dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang umum. Ini menunjukkan bahwa sodium-ion dapat bersaing dalam performa sekaligus memberikan alternatif material yang lebih tersedia dan ramah lingkungan.

Keunggulan Sodium-Ion untuk Performa dan Keamanan

Salah satu keunggulan utama baterai sodium-ion adalah kemampuannya bekerja optimal di suhu rendah ekstrim. Pada suhu -30°C, daya discharge baterai ini tiga kali lipat lebih besar dibanding LFP dengan kapasitas tetap terjaga lebih 90% bahkan pada -40°C. Daya keluaran stabil juga dipertahankan hingga suhu -50°C.

Dari aspek keamanan, baterai Naxtra telah lolos uji tekanan, pengeboran, hingga penggergajian tanpa menghasilkan asap atau kebakaran dan tetap menyediakan pasokan listrik kontinu. Ini menunjukkan tingkat keamanan tinggi yang penting bagi kendaraan listrik masa depan.

Dukungan Ekosistem dan Rencana Ekspansi

CATL akan memasok baterai Naxtra ke seluruh brand kendaraan Changan, termasuk Avatr, Deepal, Qiyuan, dan UNI. Rencana perluasan juga meliputi pembangunan lebih dari 3.000 stasiun tukar baterai Choco-Swap di 140 kota di China pada tahun 2026, di mana 600 lebih berada di wilayah dengan iklim dingin.

Berikut garis besar pengembangan dan penerapan baterai sodium-ion oleh CATL:

  1. Mulai produksi massal dan pemasangan baterai pada kendaraan penumpang bersama Changan.
  2. Pengembangan teknis baterai dengan kepadatan energi bersaing dan performa suhu rendah unggul.
  3. Perluasan jaringan stasiun tukar baterai di berbagai wilayah.
  4. Penelitian intensif sejak 2016 dengan investasi RMB 10 miliar dan tim riset kompeten.
  5. Target jarak tempuh listrik kendaraan 400–600 km dengan penggunaan baterai sodium-ion.

Kendati teknologi lithium-ion masih dominan, catatan keunggulan baterai sodium-ion di performa dingin dan potensi biaya lebih rendah membuka jalan bagi penerapan lebih luas. Inovasi tersebut juga mendukung diversifikasi rantai pasok baterai yang efisien dan aman untuk masa depan kendaraan listrik.

Dengan perkembangan ini, CATL berpotensi memimpin pasar baterai kendaraan listrik generasi baru yang lebih tahan banting dan ekonomis. Implementasi teknologi sodium-ion bisa mengubah lanskap produksi dan penggunaan mobil listrik secara global dalam beberapa tahun mendatang.

Berita Terkait

Back to top button