Tesla telah resmi mengoperasikan pusat pelatihan kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok, kata wakil presiden perusahaan, Grace Tao. Pusat ini berfokus pada kemampuan pelatihan AI lokal yang mendukung teknologi bantuan mengemudi dan aplikasi AI lainnya di pasar Tiongkok.
Pusat pelatihan ini dirancang agar Tesla dapat melakukan pengembangan dan penerapan teknologi secara mandiri di wilayah Tiongkok. Menurut Tao, kapasitas pusat ini sudah mencukupi kebutuhan saat ini, meskipun detail tentang kekuatan komputasi tidak diungkapkan.
Fokus pada Teknologi Bantuan Mengemudi di Tiongkok
Tesla berkomitmen untuk terlibat aktif dalam inisiatif bantuan mengemudi di Tiongkok. Namun, perusahaan belum memberikan jadwal pasti kapan teknologi ini akan resmi diluncurkan. Pernyataan ini mengikuti pernyataan CEO Tesla, Elon Musk, yang sempat menyatakan harapannya agar sistem Full Self-Driving (FSD) mendapatkan persetujuan di Tiongkok pada bulan Februari.
Meski begitu, laporan resmi dari media pemerintah Tiongkok mengindikasikan bahwa target tersebut belum tercapai. Belum lama ini, Tesla meluncurkan fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) versi Tiongkok yang menyerupai FSD di Amerika Serikat, tanpa menyebutnya sebagai FSD secara eksplisit.
Perubahan Nama dan Strategi Penyediaan FSD di Tiongkok
Fitur bantuan mengemudi ini awalnya dikenal dengan nama “Full Self-Driving Capability” lalu berganti menjadi “FSD Intelligent Assisted Driving.” Saat ini, fitur tersebut disebut “Intelligent Assisted Driving.” Perubahan nama ini menunjukkan pendekatan Tesla yang menyesuaikan dengan regulasi dan preferensi pasar lokal.
Sejak beberapa tahun terakhir, Tesla membolehkan konsumen Tiongkok membeli paket perangkat lunak FSD seharga 64.000 RMB (sekitar 9.220 USD). Namun, karena FSD belum sepenuhnya bisa digunakan di Tiongkok, staf penjualan Tesla tidak menyarankan pembelian fitur tersebut kepada pelanggan.
Transisi Model Pembayaran FSD
Mulai pertengahan Februari, Tesla akan menghentikan opsi pembayaran penuh satu kali (one-time payment) untuk FSD secara global. Perusahaan beralih ke model langganan bulanan yang dianggap lebih fleksibel bagi konsumen.
Dalam laporan keuangan kuartal terakhir, Tesla mengungkapkan bahwa sekitar 1,1 juta pengguna telah membayar paket FSD. Angka ini mewakili sekitar 12% dari total kendaraan yang terjual oleh perusahaan hingga saat ini.
Dampak dan Potensi Pusat Pelatihan AI di Tiongkok
Keberadaan pusat pelatihan AI di Tiongkok dipandang strategis untuk mempercepat riset dan pengembangan teknologi otonom yang sesuai dengan kondisi lokal. Dengan memiliki fasilitas pelatihan di dalam negeri, Tesla berpeluang meningkatkan kemampuan kendaraan listriknya agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasar terbesar kedua di dunia.
Pusat ini juga diharapkan mendukung kemampuan Tesla dalam memproses data besar setempat yang relevan dengan pengoperasian fitur bantuan mengemudi. Tesla dapat melakukan pelatihan algoritma dan pengujian dengan berdasarkan data spesifik Tiongkok sehingga menghasilkan performa optimal.
Ringkasan Data Penting Tesla AI Training Center di Tiongkok
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Tujuan Pusat AI | Pelatihan teknologi AI lokal untuk bantuan mengemudi |
| Lokasi | Tiongkok |
| Kapasitas Komputasi | Memadai untuk kebutuhan saat ini (detail tidak diungkap) |
| Status Peluncuran FSD | Fitur mirip FSD diluncurkan, belum ada jadwal resmi |
| Harga FSD di Tiongkok | 64.000 RMB (sekitar 9.220 USD) |
| Model Pembayaran FSD | Beralih sepenuhnya ke model langganan bulanan |
| Pengguna Berbayar FSD | Sekitar 1,1 juta pengguna global |
Keberhasilan pusat pelatihan ini akan menjadi tolok ukur bagi Tesla dalam memperkuat posisinya dan teknologi AI di pasar kendaraan listrik Tiongkok. Kegiatan riset dan pengembangan yang terfokus di dalam negeri ini dapat mempercepat adopsi produk dengan teknologi canggih dan adaptif terhadap regulasi setempat. Tesla terus memantau perkembangan pengesahan fitur otonom dan menyesuaikan strategi bisnisnya di pasar Tiongkok yang kompetitif.





