
Jaguar resmi mengakhiri era produksi mobil bermesin bensin dengan memproduksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) terakhirnya pada Desember lalu. Keputusan ini menandai peralihan penuh pabrikan asal Inggris tersebut ke kendaraan listrik dan membuka peluang baru terkait pemanfaatan kapasitas manufaktur yang kini berisiko menganggur.
Jaguar Land Rover (JLR) dikabarkan tengah mempertimbangkan kerja sama dengan produsen mobil asal China, Chery, untuk memproduksi kendaraan mereka di Inggris. Gagasan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pemakaian pabrik sekaligus memberikan peluang bagi Chery memasuki pasar Eropa dengan basis produksi lokal.
Potensi Produksi Mobil Chery di Inggris
Laporan dari Financial Times mengungkap bahwa JLR sedang dalam tahap pembicaraan eksploratif dengan Chery terkait produksi mobil di fasilitas manufaktur JLR. Langkah ini dianggap saling menguntungkan karena mampu mengoptimalkan pabrik Jaguar yang kini minim produksi massal setelah penghentian kendaraan berbahan bakar bensin.
Pemerintah Inggris menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana ini. London bahkan telah sejak lama berupaya menarik investasi manufaktur dari perusahaan otomotif China sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan keberadaan industri otomotif di kawasan tersebut, terutama dengan semakin tingginya penetrasi kendaraan asal China di pasar Eropa.
Profil Kerja Sama Jaguar dan Chery
Kerja sama antara JLR dan Chery bukan hal baru. Sejak 2012, keduanya telah membangun kemitraan melalui perusahaan patungan di China. Pabrik gabungan di Changshu beroperasi sejak 2014 dengan kapasitas produksi hingga 130.000 unit per tahun. Langkah ini diperkuat dengan pendirian pabrik mesin pada 2017 dan rencana menghidupkan kembali merek Freelander khusus untuk pasar China pada tahun ini.
Kemitraan yang sudah berjalan lama ini menjadi modal kuat jika mereka memutuskan memperluas produksi ke Inggris. Dengan pengalaman dan fasilitas manufaktur yang sudah ada, potensi pengembangan produksi kendaraan merek Chery di Eropa bisa lebih cepat terealisasi.
Statistik Penjualan Menunjang Ekspansi
Data dari Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) menunjukkan performa penjualan baik dari mobil Chery maupun merek turunannya di Inggris. Berikut angka penjualan kendaraan Chery Group di Inggris tahun ini:
- Chery: 5.517 unit
- Omoda (merek turunan Chery): 19.855 unit
- Jaecoo (merek turunan Chery): 28.232 unit
Jika digabung, total penjualan mencapai 76.319 unit, melampaui penjualan Jaguar Land Rover yang hanya 62.445 unit dalam periode yang sama. Chery juga melampaui beberapa merek mapan seperti Honda, Mazda, dan Tesla di pasar Inggris.
Dampak dan Peluang bagi Industri Otomotif Inggris dan Eropa
Produksi mobil Chery di Inggris dapat mempercepat ekspansi merek China di pasar Eropa. Dengan basis produksi lokal, Chery berpotensi menghindari hambatan tarif dan masalah logistik yang biasa dialami oleh produk impor. Langkah ini sekaligus memberikan tantangan tambahan bagi produsen Eropa, karena mereka harus bersaing dengan kendaraan China langsung di pasar domestik mereka.
Bagi Jaguar, kerja sama tersebut menjadi solusi strategis sementara transisi ke kendaraan listrik premium sedang berlangsung. Model listrik terbaru mereka, berupa produksi konsep Type 00, baru akan launch akhir tahun ini dengan volume terbatas dan harga jual mencapai enam digit poundsterling. Sehingga, kapasitas pabrik yang besar masih perlu dimanfaatkan agar tidak mubazir.
Pemanfaatan fasilitas produksi Jaguar untuk kendaraan Chery bisa menjadi jembatan bisnis penting. Hal ini juga membantu menjaga daya saing manufaktur Inggris di tengah perubahan cepat menuju elektrifikasi dan globalisasi industri otomotif.
Dengan adanya potensi produksi mobil China di Inggris ini, pasar otomotif di wilayah tersebut memasuki era baru yang lebih dinamis. Industri lokal harus bersiap menerima persaingan dari merek-merek asal luar negeri yang kini mulai memproduksi secara domestik.





