Chery Dikabarkan Akuisisi Pabrik Handal, Ini Tanggapan Wakil Komisaris PT Handal Indonesia

PT Chery Sales Indonesia (CSI) tengah dispekulasikan akan mengakuisisi pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Kabar ini muncul sejak akhir tahun lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan resmi dari kedua pihak terkait rencana tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, bagaimana sebenarnya sikap ‘orang dalam’ terkait isu akuisisi ini?

Menurut Jongkie D Sugiarto, Wakil Komisaris Utama PT Handal Indonesia Motor, hingga saat ini belum ada pembicaraan maupun negosiasi yang berjalan antara Handal dan Chery terkait akuisisi pabrik. Ia menegaskan bahwa kemungkinan akuisisi tetap terbuka jika harga yang ditawarkan memang sesuai dengan keinginan Handal. “Belum ada pembicaraan apa-apa sampai sekarang. Jadi biarkan saja. Dia (Chery) bisa bikin pabrik sendiri jika mau,” ujarnya ketika ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Jongkie memberikan analogi sederhana mengenai tetap terbukanya peluang negosiasi tersebut. Ia menyamakan skenario ini seperti seseorang yang membeli ponsel dengan harga yang tepat. "Kalau harga cocok, bisa saja. Kayak aku mau beli HP kamu Rp 30 juta, mau nggak? Mau kan? Ya iya," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Handal belum menutup pintu terkait opsi akuisisi, selama kondisi dan nilai transaksi berjalan sesuai harapan.

Secara operasional, sub-brand di bawah Chery Group saat ini memang menjalankan proses perakitan lokal di pabrik Handal yang terletak di Pondok Ungu, Bekasi. Kondisi ini bisa menjadi alasan mengapa rencana akuisisi pabrik Handal menjadi isu yang wajar dan masuk akal, ketimbang Chery membangun pabrik baru secara mandiri. Hal tersebut dilihat sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekspansi dan pencapaian produksi lokal tanpa harus membangun dari nol.

Pihak Handal maupun perwakilan Chery Indonesia sejauh ini memberikan respon yang terkesan mengambang terhadap isu akuisisi ini. Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, jawaban yang diberikan masih bersifat umum dan belum memberikan konfirmasi tegas. Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director PT CSI, menyatakan belum dapat memberitahukan informasi rinci terkait hal ini. "Belum bisa dikasih tahu soal itu, pokoknya nanti akan dikasih tahu lah," ujarnya saat ditemui di Semarang beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, kabar terbaru menyebut Chery berencana melakukan ground breaking pembangunan pabrik baru pada akhir tahun ini. Mereka menargetkan fasilitas baru tersebut dapat beroperasi dalam kurun waktu satu sampai dua tahun. Meski demikian, lokasi pasti pabrik baru ini masih belum diungkapkan secara resmi kepada publik. Langkah ini menandai ambisi Chery untuk memperkuat kehadirannya di pasar otomotif Indonesia melalui investasi langsung yang signifikan.

Berikut beberapa poin penting terkait isu akuisisi pabrik ini:

  1. Negosiasi antara Handal dan Chery belum berlangsung meski kabar sudah santer terdengar sejak akhir tahun lalu.
  2. Handal terbuka terhadap akuisisi, asalkan harga yang diajukan sesuai dengan keinginan mereka.
  3. Produk Chery saat ini dirakit di pabrik Handal, sehingga rencana akuisisi masuk akal secara bisnis.
  4. Pihak terkait memberikan pernyataan abu-abu tanpa konfirmasi jelas mengenai akuisisi.
  5. Chery juga berencana mendirikan pabrik baru yang diprediksi beroperasi dalam satu sampai dua tahun mendatang.

Dengan informasi yang tersedia, dapat disimpulkan bahwa isu akuisisi ini masih jauh dari kepastian. Namun, sikap terbuka dari pihak Handal dan rencana investasi pabrik baru dari Chery menunjukkan bahwa produsen mobil asal China ini sedang aktif menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal di Indonesia.

Penting untuk terus memantau perkembangan terbaru dari kedua perusahaan tersebut agar bisa mendapatkan gambaran lebih jelas tentang masa depan pabrik Handal dan ekspansi Chery di pasar domestik. Hingga saat ini, kebenaran akuisisi masih menjadi spekulasi yang menunggu konfirmasi lebih lanjut dari manajemen keduanya.

Baca selengkapnya di: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button