Xiaomi resmi menghentikan produksi sedan listrik SU7 generasi pertama menjelang peluncuran model terbarunya yang dijadwalkan pada April. Penutupan produksi ini menandai akhir dari siklus hidup model pertama yang diluncurkan Xiaomi pada Maret tahun lalu dan mulai didistribusikan sejak April.
Menurut pengumuman CEO Xiaomi, Lei Jun, pengiriman kumulatif SU7 generasi pertama telah melampaui 381.000 unit. Ini merupakan pencapaian signifikan bagi Xiaomi sebagai pendatang baru di pasar kendaraan listrik (EV) yang kompetitif di Tiongkok.
Performa dan Penjualan Xiaomi SU7 Generasi Pertama
Xiaomi SU7 diluncurkan untuk bersaing langsung dengan Tesla Model 3, menyediakan opsi sedan listrik yang menarik dengan harga kompetitif. Rata-rata pengiriman bulanan model ini mencapai sekitar 20.000 unit, bahkan sempat mendekati angka 29.000 unit pada Maret tahun ini. Hal tersebut menunjukkan penerimaan pasar yang kuat terhadap produk pertama Xiaomi di sektor EV.
Berikut tabel ringkasan pengiriman bulanan Xiaomi SU7 generasi pertama:
| Bulan | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| April | 7.058 | 28.585 |
| Mei | 8.630 | 28.013 |
| Juni | 14.296 | 23.225 |
| Juli | 13.120 | 24.410 |
| Agustus | 13.111 | 19.848 |
| September | 13.559 | 19.579 |
| Oktober | 20.726 | 14.992 |
| November | 23.156 | 12.520 |
| Desember | 25.815 | 11.123 |
| Januari | – | 22.897 |
| Februari | – | 23.728 |
| Maret | – | 29.244 |
Strategi dan Peluncuran Model Baru
Meski banyak produsen EV di Tiongkok memperbarui produknya setiap tahun, Xiaomi mengambil pendekatan yang lebih konservatif dengan memperbarui SU7 dalam kurun nyaris dua tahun. Perusahaan memulai program pra-pemesanan model SU7 generasi kedua pada awal Januari dengan harga mulai dari RMB 229.900, naik 6,48% dari generasi sebelumnya yakni RMB 215.900.
Kenaikan harga ini sekaligus memperkecil selisih harga dengan Tesla Model 3. Jika sebelumnya perbedaan mencapai RMB 19.600, kini tinggal RMB 5.600 saja. Ini menjadi strategi Xiaomi untuk menarik konsumen dengan fitur lebih canggih tetapi harga kompetitif.
Model terbaru SU7 akan dilengkapi dengan perangkat keras pintar yang disempurnakan. Termasuk teknologi LiDAR yang menjadi standar untuk meningkatkan kemampuan fitur pengemudian cerdas. Xiaomi sudah mengajukan model ini ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok guna mendapatkan izin resmi untuk dijual.
Pilihan Varian dan Persaingan di Pasar EV
Tidak hanya SU7 standar, Xiaomi juga menawarkan varian performa tinggi yaitu SU7 Ultra yang memberikan opsi bagi konsumen yang mencari kekuatan lebih besar dan fitur lebih lengkap. Namun saat ini, penjualan utama Xiaomi didominasi oleh model SUV YU7 yang rilis pertengahan tahun lalu.
YU7 bersaing ketat dengan Tesla Model Y serta menjadi penyumbang terbesar penjualan kendaraan listrik Xiaomi. Pada Januari, total pengiriman Xiaomi EV mencapai lebih dari 39.000 unit meski mengalami penurunan dibandingkan rekor Desember sebanyak 50.212 unit akibat persiapan pergantian model SU7.
Secara keseluruhan, Xiaomi EV masih mempertahankan momentum yang kuat di pasar domestik Tiongkok. Penghentian produksi SU7 generasi pertama memperlihatkan kesiapan perusahaan untuk memperkenalkan teknologi dan fitur terbaru yang sesuai dengan tren kendaraan listrik global dan lokal.
Dengan peluncuran model SU7 generasi kedua yang sudah dekat, Xiaomi berharap bisa menghadirkan inovasi lebih baik sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan ketat segmen sedan listrik. Peluncuran pada April akan menjadi momen penting yang menentukan arah perkembangan jangka panjang Xiaomi di industri kendaraan listrik.





