Geely Holding Group melalui anak perusahaannya di bidang ride-hailing, Cao Cao Mobility, telah mencapai tonggak penting dengan mengoperasikan armada robotaksi sebanyak 100 unit. Armada ini resmi beroperasi di Hangzhou, provinsi Zhejiang, menandai peluncuran fase Robotaxi 2.0 yang berfokus pada peningkatan otomatisasi dan layanan mandiri.
Pada fase terbaru ini, Cao Cao Mobility berkomitmen untuk beralih dari penggunaan pengemudi keselamatan ke operasi yang sepenuhnya otonom. Selain itu, mereka juga mengeksplorasi model hybrid yang menggabungkan layanan dengan pengemudi dan tanpa pengemudi untuk memaksimalkan fleksibilitas dan keamanan di berbagai kondisi jalan.
Pengembangan Armada dan Peningkatan Layanan
Cao Cao berencana memperluas jam operasional robotaksi sekaligus menambah wilayah layanan. Hal ini bertujuan memberikan kemudahan akses dan kenyamanan lebih bagi penumpang di berbagai area urban. Saat armada terus bertambah, perusahaan pun akan terus menguji dan memastikan keandalan layanan serta memperbaiki alur operasional untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Selain perluasan armada, Cao Cao telah meluncurkan inovasi dengan menghadirkan "Green Intelligent Transit Island" pertama di Hangzhou. Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi canggih seperti penggantian baterai otomatis, pembersihan mandiri, penjadwalan pintar, dan sistem pembayaran otomatis. Instalasi ini mendukung pengoperasian robotaksi secara skala besar sekaligus menjaga stabilitas armada.
Strategi Jangka Panjang dan Ekspansi Global
Dalam cetak biru strategis lima tahun yang diumumkan awal tahun ini, Cao Cao menargetkan untuk mengoperasikan 100.000 unit robotaksi pada 2030. Upaya ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk mengkomersialkan layanan secara global. Perusahaan juga aktif merambah pasar luar negeri dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Abu Dhabi Investment Office (ADIO).
Melalui kerja sama ini, Cao Cao berencana mendirikan kantor lokal di Abu Dhabi dan menjalankan proyek percontohan terkait teknologi mengemudi otonom serta mobilitas hijau. Langkah strategis ini menunjukkan ambisi Cao Cao untuk menjadi pemain utama dalam revolusi kendaraan otonom bukan hanya di China, tetapi juga di pasar internasional.
Pengembangan Teknologi Robotaksi Kustom
Selain mengandalkan kendaraan yang sudah ada, Cao Cao juga bekerja sama dengan Geely dan mitra lain untuk mengembangkan model robotaksi khusus yang dibekali langsung dengan piranti mengemudi otonom. Prototipe terbaru ini akan diperkenalkan dalam waktu dekat, menambah kekuatan teknologi dan daya saing produk Cao Cao di pasar robotaksi.
Poin Penting terkait Cao Cao dan Robotaksi:
- Cao Cao telah mengoperasikan robotaksi ke-100 sejak bulan Februari di Hangzhou.
- Armada robotaksi akan diperluas hingga 100.000 unit pada tahun 2030.
- Peralihan ke operasi robotaxi sepenuhnya otonom tanpa pengemudi keselamatan sedang berlangsung.
- Fasilitas "Green Intelligent Transit Island" mendukung pengoperasian armada secara efisien dan ramah lingkungan.
- Ekspansi internasional melalui kerja sama dengan Abu Dhabi untuk pilot proyek mobilitas hijau dan teknologi otonom.
- Pengembangan robotaksi kustom dengan sistem otonom terintegrasi yang akan diluncurkan tahun ini.
Dengan langkah-langkah dan inovasi yang dilakukan, Cao Cao Mobility menunjukkan bagaimana perusahaan ride-hailing dapat bertransformasi menuju era kendaraan tanpa pengemudi. Pendekatan teknologi canggih, perencanaan strategis, dan perluasan pasar global menjadi kunci dalam mencapai target ambisius mereka di industri otomotif otonom. Melalui Robotaxi 2.0, Cao Cao bukan hanya menambah unit armada, tetapi juga mendefinisikan ulang masa depan transportasi urban yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan.
