Seorang pemilik Xiaomi SU7 di China telah menunjukkan ketahanan baterai dan daya tahan kendaraan listrik ini setelah menempuh jarak luar biasa. Dalam waktu 16 bulan, mobil listrik ini sudah digunakan sejauh 165.134 mil (265.757 km), sebuah angka yang jauh melebihi penggunaan rata-rata kendaraan serupa.
Melalui sebuah video yang diunggah di platform Bilibili, pemilik bernama Mr. Feng mengungkap bahwa ia rata-rata mengendarai lebih dari 373 mil (600 km) per hari. Jarak ini setara dengan perjalanan antara Los Angeles dan San Francisco, dan total jarak tempuh sudah mencapai 6,63 kali keliling bumi.
Performa Baterai Xiaomi SU7 Setelah Jarak Tempuh Tinggi
Yang paling mengejutkan adalah kondisi baterai mobil tersebut. Setelah penilaian dilakukan di pusat layanan resmi Xiaomi, baterai lithium iron phosphate Shenxing 94,3 kWh produksi CATL masih mempertahankan 94,5% kapasitas awalnya. Ini berarti penurunan kapasitas baterai sangat minimal meskipun kendaraan sudah digunakan secara intensif.
Sebagai perbandingan, Tesla Model 3 Long Range memberikan jaminan baterai selama delapan tahun atau 120.000 mil (193.120 km), dengan kapasitas baterai minimal 70% setelah masa jaminan tersebut berakhir. Jelas, Xiaomi SU7 menunjukkan performa baterai yang sangat baik bahkan setelah jarak tempuh lebih jauh dari jaminan Tesla tersebut.
Ketahanan Sistem dan Komponen Lainnya
Tidak hanya baterai yang terjaga dengan baik, Mr. Feng juga mengungkap bahwa sistem pengereman regeneratif di mobil ini sangat efisien sehingga belum perlu penggantian kampas rem selama pemakaian intensif 16 bulan. Selain itu, cairan pendingin baterai tidak menunjukkan tanda kontaminasi air, mengindikasikan sistem pendingin masih bekerja dengan optimal.
Xiaomi SU7 Pro menggunakan motor listrik yang terletak di belakang dengan tenaga 295 hp (220 kW) dan torsi maksimum 400 Nm. Kapasitas baterai besar ini memberikan jarak tempuh CLTC sebesar 830 km (516 mil) dalam varian Pro, yang tentu menjadi nilai tambah signifikan untuk mobil listrik.
Penghematan Biaya dan Efisiensi Energi
Jika dihitung berdasarkan konsumsi energi rata-rata 18 kWh per 100 km, kendaraan ini telah menggunakan sekitar 47.800 kWh listrik sepanjang penggunaannya. Dengan kapasitas baterai 94,3 kWh, ini setara dengan 506 siklus pengisian penuh, yang juga masih menunjukkan performa luar biasa dari baterai.
Mr. Feng memperkirakan bahwa dengan menggunakan Xiaomi SU7, dirinya telah menghemat biaya bahan bakar lebih dari ¥100.000 (sekitar $14.400) dibandingkan jika menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil untuk jarak yang sama. Angka ini cukup signifikan mengingat harga awal model SU7 Pro di China adalah ¥245.900 ($35.400).
Ambisi Jangka Panjang dan Dampak Pasar
Video mengenai penggunaan baterai Xiaomi SU7 ini menjadi viral dan mendapat perhatian langsung dari CEO Xiaomi, Lei Jun. Pemilik mobil juga berencana untuk terus menambah jarak tempuh dengan target mencapai 600.000 km (372.823 mil) dalam tiga tahun ke depan, menegaskan keyakinannya terhadap daya tahan kendaraan ini.
Xiaomi SU7 juga berhasil mengungguli Tesla Model 3 di pasar China dengan penjualan sebanyak 258.164 unit pada tahun lalu. Produk terbaru Xiaomi SU7 yang akan diluncurkan April mendatang menjanjikan peningkatan fitur, termasuk ADAS yang lebih canggih, LiDAR standar, dan kemampuan jarak tempuh mencapai 902 km (560 mil) berdasarkan siklus CLTC.
Rangkuman Kunci Xiaomi SU7:
- Jarak tempuh kendaraan: 165.134 mil (265.757 km) dalam 16 bulan
- Kapasitas baterai masih 94,5% setelah penggunaan intensif
- Tidak perlu penggantian kampas rem berkat pengereman regeneratif
- Penghematan biaya bahan bakar hingga ¥100.000 ($14.400)
- Motor 295 hp dengan jarak tempuh CLTC hingga 830 km (516 mil)
- Target pemilik mencapai 600.000 km dalam tiga tahun
Performa baterai dan hardware yang tangguh pada Xiaomi SU7 memberikan gambaran positif tentang masa depan kendaraan listrik yang lebih hemat biaya dan tahan lama. Pengalaman nyata ini dapat menjadi acuan penting bagi konsumen yang mempertimbangkan mobil listrik sebagai kendaraan harian mereka.
