Hyundai Recall Ioniq 5 & 9: Risiko Kebakaran Akibat Baut Pengencang Baterai Tak Kencang

Hyundai menarik kembali dua model mobil listrik terbarunya, yakni Ioniq 5 dan Ioniq 9, di Amerika Serikat karena risiko potensi kebakaran yang berasal dari cacat baterai. Kedua model tersebut diproduksi di pabrik Hyundai di Georgia.

Masalah yang teridentifikasi berasal dari pemasangan komponen internal baterai yang tidak sesuai standar. Secara khusus, baut pengikat busbar tegangan tinggi tidak dikencangkan dengan torsi yang tepat selama proses perakitan.

Risiko Kebakaran dan Mode Fail-Safe

Jika baut pengikat ini longgar seiring waktu, arus listrik dapat mengalir tidak semestinya sehingga terjadi busur listrik di dalam paket baterai. Hal ini berpotensi memicu kebakaran elektrikal. Selain itu, sambungan yang longgar bisa menyebabkan gangguan pembacaan tegangan baterai sehingga kendaraan beroperasi dalam mode keselamatan khusus, yaitu fail-safe, yang membatasi fungsi demi mencegah kerusakan.

Jumlah Kendaraan yang Terpengaruh

Hyundai mengonfirmasi bahwa kasus ini hanya mengenai jumlah unit yang sangat terbatas. Sebanyak 21 unit Ioniq 5 model 2025 hingga 2026, yang dirakit antara Januari dan September 2025, serta 6 unit Ioniq 9 yang diproduksi mulai April hingga September 2025, masuk dalam daftar penarikan.

Penemuan Masalah dan Tindakan Perbaikan

Pada November, Mobis North America Electrified, pemasok baterai internal Hyundai, menemukan cacat ini dalam uji kualitas. Analisis selanjutnya menunjukkan penyebab utamanya adalah baut busbar yang mendapat torsi kurang saat perakitan. Hyundai mulai mengidentifikasi nomor rangka kendaraan yang terdampak sejak Desember dan menetapkan recall pada bulan berikutnya.

Hingga saat ini, belum ada laporan insiden, kecelakaan, kebakaran, atau cedera terkait masalah ini. Hyundai menyatakan bahwa proses perbaikan sangat sederhana dan cepat. Mulai April, pemilik dan dealer akan menerima pemberitahuan resmi.

Prosedur Perbaikan di Dealer

Dealer Hyundai akan melakukan inspeksi ketat pada baut busbar di paket baterai. Bila ditemukan baut yang kurang kencang, teknisi akan mengencangkannya dengan torsi sesuai standar pabrik. Perbaikan ini membantu mencegah risiko percikan listrik dan kegagalan operasional kendaraan.

Implikasi Keamanan Industri Mobil Listrik

Kasus ini menunjukkan bahwa keandalan baterai EV sangat tergantung pada proses perakitan yang presisi. Satu kesalahan kecil dalam pengeboran baut bisa berakibat serius, termasuk risiko kebakaran. Para produsen perlu menerapkan kontrol kualitas yang ketat pada setiap tahap manufaktur untuk menjaga keamanan dan performa baterai.

Hal ini juga memberikan pelajaran bagi konsumen dan produsen bahwa teknologi baterai EV yang canggih masih membutuhkan perhatian khusus terhadap detail teknis. Keandalan sebuah EV bukan hanya soal desain baterai, melainkan juga prosedur produksi yang akurat.

Daftar langkah utama penanganan recall Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 9:

  1. Notifikasi pemilik dan dealer oleh Hyundai.
  2. Pemeriksaan baut busbar pada sistem baterai di dealer resmi.
  3. Pengencangan baut dengan torsi sesuai standar jika ditemukan kurang kencang.
  4. Verifikasi ulang setelah pengencangan untuk memastikan koneksi aman.
  5. Pembaruan data kendaraan yang telah berhasil diperbaiki.

Distribusi recall ini hanya mencakup kendaraan yang diproduksi pada periode terbatas dengan serial tertentu. Pengawasan ketat dari Hyundai dan pemasok baterai merupakan langkah preventif untuk mencegah risiko lebih lanjut.

Kasus ini menegaskan bahwa meskipun mobil listrik menawarkan teknologi ramah lingkungan dan performa canggih, faktor keselamatan manufaktur tetap menjadi perhatian utama. Produsen mobil listrik harus konsisten memastikan bahwa setiap komponen terpasang secara optimal demi menjamin pengalaman berkendara aman bagi konsumen.

Terkait