Penjualan ritel kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di China mengalami penurunan signifikan pada awal tahun ini. Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa penjualan NEV pada Januari mencapai 596.000 unit, turun 20% secara tahunan dan 55% secara bulanan. Ini adalah penurunan tahunan pertama sejak Maret tahun sebelumnya, sekaligus mengecewakan dibandingkan perkiraan awal CPCA yang memproyeksikan 800.000 unit.
Penurunan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, tren penurunan musiman yang biasanya terjadi di awal tahun. Kedua, berkurangnya dukungan kebijakan pemerintah, seperti penghapusan insentif pembebasan pajak pembelian yang sebelumnya sebesar 10%, kini dikenakan pajak 5%. Selain itu, subsidi tukar tambah kendaraan yang sebelumnya dihapus akhir tahun lalu juga masih dalam tahap penyesuaian dan transisi.
Detail Penjualan Berdasarkan Jenis Kendaraan NEV
Secara lebih rinci, penjualan Battery Electric Vehicles (BEV) pada bulan Januari tercatat 348.000 unit. Angka ini turun 17% secara tahunan dan 56% secara bulanan. Penurunan ini juga menandai rekor negatif pertama sejak Maret tahun previosu. Pada bulan tersebut, BEV menyumbang sekitar 58,39% dari total penjualan NEV, sedikit menurun dibandingkan Desember yang mencapai 58,49%.
Sementara itu, kendaraan hibrida plug-in (PHEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV) juga mengalami penurunan penjualan. PHEV tercatat mengalami penurunan sebesar 31,2% secara tahunan dengan penjualan sekitar 172.000 unit, menandai tujuh bulan berturut-turut mengalami penurunan. Sedangkan EREV justru menunjukkan sedikit peningkatan 0,8% dibanding tahun lalu dengan penjualan 76.000 unit, meski turun 48% dibanding bulan sebelumnya.
Berikut gambaran penjualan NEV pada Januari dalam bentuk tabel sederhana:
| Jenis Kendaraan | Penjualan Januari 2026 | Perubahan YoY | Perubahan MoM |
|---|---|---|---|
| Total NEV | 596.000 unit | -20% | -55% |
| BEV | 348.000 unit | -17% | -56% |
| PHEV | 172.000 unit | -31,2% | -58% |
| EREV | 76.000 unit | +0,8% | -48% |
Penetrasi Pasar NEV dan Kinerja Merek
Penetrasi kendaraan NEV di pasar ritel China juga mengalami penurunan. Pada Januari, penetrasi NEV mencapai 38,6%, lebih rendah dibanding 41,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya dan 59,1% pada Desember. Dalam hal penetrasi merek, merek domestik berhasil mendominasi dengan pangsa pasar 61,7%. Sementara merek mewah hanya memiliki pangsa 16,1% dan merek joint-venture mainstream sebesar 4,3%.
Di sisi wholesale (grosir), penjualan kendaraan NEV di China mencapai 864.000 unit pada Januari, turun 3,3% secara tahunan dan 45% secara bulanan. Penetrasi wholesale NEV tercatat 43,8%, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya sebesar 42,3%, namun lebih rendah dari Desember yang mencapai 56%.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pasar
Penurunan ini tidak hanya mencerminkan siklus musiman, tetapi juga efek dari perubahan kebijakan fiskal. Sebelumnya, pembeli NEV di China mendapatkan pembebasan pajak pembelian sebesar 10%. Pada tahun ini pembebasan itu dikurangi sehingga pembeli harus membayar pajak sebesar 5%. Kebijakan ini diperkirakan menurunkan insentif bagi konsumen untuk membeli kendaraan listrik.
Selain itu, subsidi tukar tambah yang dihapus akhir tahun lalu juga berdampak pada konsumsi. Pemerintah masih dalam proses penyesuaian model subsidi baru agar dapat berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Situasi ini memunculkan ketidakpastian bagi para pembeli dan mendorong perlambatan penjualan.
Ekspor Kendaraan NEV China Meningkat
Meskipun penjualan dalam negeri menurun, ekspor kendaraan NEV dari China justru menunjukkan tren positif. Pada Januari, jumlah kendaraan NEV yang diekspor mencapai 286.000 unit, melonjak 103,6% secara tahunan. Bandingkan dengan kontribusi BEV yang mencapai 65% dari total ekspor NEV, sedikit menurun dari 67% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen A0 dan A00 menjadi pendorong utama ekspor dengan kontribusi 50%, naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 41%.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun pasar domestik sedang menghadapi tantangan, produsen kendaraan listrik China masih memiliki daya saing kuat di pasar global. Ekspor kendaraan listrik menjadi salah satu andalan pertumbuhan industri otomotif energi baru nasional.
Perkembangan ini memberikan gambaran yang cukup kompleks terhadap dinamika pasar NEV di China. Penurunan penjualan ritel harus dilihat bersamaan dengan adaptasi kebijakan dan peluang di pasar ekspor. Para pelaku industri dan pengamat ekonomi perlu terus memantau perkembangan regulasi dan respons pasar agar dapat mengantisipasi tren dan strategi bisnis yang tepat ke depan.
