Tesla mencatat penurunan tajam dalam penjualan ritel kendaraan listrik (EV) di Cina pada Januari. Data dari Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) menunjukkan bahwa Tesla hanya berhasil menjual 18.485 unit di pasar domestik, angka terendah sejak November tahun lalu.
Penjualan tersebut menurun 45,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 33.703 unit. Jika dibandingkan dengan Desember yang mencapai rekor 93.843 unit, penurunan bahkan lebih signifikan sebesar 80,30%.
Produksi dan Ekspor dari Pabrik Shanghai
Pabrik Tesla di Shanghai memproduksi Model 3 sedan dan Model Y crossover yang ditujukan baik untuk konsumen lokal maupun ekspor. Meskipun penjualan domestik menurun, ekspor kendaraan dari fasilitas ini justru melonjak drastis.
Pada bulan Januari, pabrik Shanghai mengekspor 50.644 kendaraan, yang merupakan angka ekspor bulanan tertinggi kedua sepanjang sejarah setelah Oktober tahun sebelumnya. Ekspor ini naik 71,47% secara tahunan dari 29.535 unit dan melonjak tajam 1.421,75% dari bulan Desember yang hanya 3.328 unit.
Volumen Penjualan dan Ekspor Secara Keseluruhan
Jika menggabungkan penjualan domestik dan ekspor, total pengiriman Tesla di Cina pada Januari mencapai 69.129 unit. Angka ini naik 9,32% dibandingkan tahun sebelumnya, namun turun 28,86% dibandingkan bulan Desember.
Penurunan penjualan ritel ini turut mempengaruhi pangsa pasar Tesla di segmen kendaraan energi baru (NEV) di Cina. Pada Januari, pangsa pasar Tesla di segmen NEV turun menjadi 3,10%, sedangkan di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 5,31%. Kedua angka ini menunjukkan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih tinggi.
Kinerja Model Y dan Model 3 di Pasar Domestik
Penjualan grosir Model Y di Januari tercatat sebesar 38.916 unit. Angka ini naik 20,73% dibandingkan tahun lalu namun turun 41,20% dibandingkan Desember. Sedangkan Model 3 mencatat penjualan grosir sebanyak 30.213 unit, turun tipis 2,55% secara tahunan dan 2,48% secara bulanan.
Ketidaktersediaan angka penjualan ritel spesifik untuk kedua model tersebut membuat analisis tren penjualan lokal masih terbatas. Namun, data wholesales menunjukkan bahwa Model Y tetap menjadi model utama Tesla di Cina.
Kondisi Pasar Kendaraan Energi Baru di Cina
Pasar kendaraan energi baru di Cina sedang mengalami perlambatan pada periode tersebut. Total penjualan ritel NEV pada Januari mencapai 596.000 unit, menurun 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada segmen BEV yang mencatat 348.000 unit, turun 17% secara tahunan.
Tesla saat ini mempertahankan posisi dengan total pangsa pasar di segmen NEV sebesar 3,10% dan 5,31% di segmen BEV pada Januari. Walau turun dibandingkan tahun lalu, Tesla tetap menjadi salah satu pemain penting di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia ini.
Tabel Ringkasan Tesla di Cina Januari
| Aspek | Volume (unit) | Perubahan YoY | Perubahan MoM |
|---|---|---|---|
| Penjualan Ritel | 18.485 | -45,15% | -80,30% |
| Ekspor Pabrik Shanghai | 50.644 | +71,47% | +1.421,75% |
| Total Pengiriman (Wholesales) | 69.129 | +9,32% | -28,86% |
| Model Y Penjualan Grosir | 38.916 | +20,73% | -41,20% |
| Model 3 Penjualan Grosir | 30.213 | -2,55% | -2,48% |
| Pangsa Pasar NEV | 3,10% | Turun | – |
| Pangsa Pasar BEV | 5,31% | Turun | – |
Penurunan penjualan ritel Tesla di Cina mencerminkan kondisi pasar yang sedang lesu pada awal tahun, yang seringkali diwarnai oleh pergeseran musim dan permintaan yang fluktuatif. Sementara itu, lonjakan ekspor dari pabrik Shanghai menunjukkan strategi Tesla yang semakin memanfaatkan basis produksinya di China sebagai pusat distribusi global.
Dengan kondisi pasar yang beragam dan fluktuasi permintaan, Tesla perlu menyesuaikan strategi penetrasi dan produksi agar tetap kompetitif di salah satu pasar kendaraan listrik terpenting di dunia. Pergerakan ekspor yang signifikan juga memberikan sinyal bahwa Shanghai berperan vital dalam memenuhi permintaan global Tesla ke depan.
