Mirattery Tambah Pemegang Saham BUMN dari Hefei dan Tingkatkan Pendanaan untuk Perluas Bisnis Baterai Nio

Mirattery, operator aset baterai milik Nio Inc, baru-baru ini menyelesaikan putaran pendanaan Seri C3 senilai 1 miliar RMB atau sekitar 145 juta dolar AS. Penambahan dana ini memperluas total pendanaan Seri C Mirattery menjadi hampir 2 miliar RMB, menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap model bisnis dan performa perusahaan.

Dalam putaran Seri C3, Mirattery membawa masuk dua pemegang saham baru dari perusahaan milik negara di Hefei, yaitu Hefei Construction Investment Holding dan Hefei Economic and Technological Development Zone (HETDZ) Investment Promotion. Hefei merupakan kota tempat berdirinya tiga pabrik Nio dan dikenal sebagai pendukung utama produsen mobil listrik ini sejak bailout pada 2019.

Pertumbuhan dan Peran Mirattery dalam Ekosistem Nio

Sejak pendiriannya pada Agustus 2020, Mirattery telah mengelola aset baterai dengan kapasitas lebih dari 42 GWh dan melayani lebih dari 550.000 pengguna. Dengan dukungan dana segar, perusahaan diharapkan dapat memperluas operasi manajemen aset baterai sekaligus mendorong kemajuan inovasi teknologi baterai, yang menjadi pondasi utama layanan Battery as a Service (BaaS) milik Nio.

Mirattery sendiri merupakan hasil investasi bersama dari beberapa pihak penting, yakni CATL, Nio, Guotai Junan, dan Hubei Science Technology Investment. Layanan BaaS yang diluncurkan Nio pada Agustus 2020 menunjuk Mirattery sebagai pengelola utama aset baterai yang disewakan, memperkuat posisi mereka dalam ekosistem kendaraan listrik.

Kronologi Pendanaan Seri C Mirattery

Pendanaan Seri C Mirattery mengalami beberapa kali perluasan sejak awal. Pada November 2025, perusahaan menyelesaikan putaran pendanaan Seri C senilai 670 juta RMB dengan masuknya dua pemegang saham BUMN. Pada Desember, perluasan lagi menambah total pendanaan mendekati 1 miliar RMB dengan tambahan pemegang saham BUMN lainnya.

Terbaru, putaran Seri C3 berhasil menambah 1 miliar RMB lagi, sehingga total pendanaan Seri C hampir mencapai 2 miliar RMB. Di luar pendanaan ekuitas, Mirattery juga berhasil menerbitkan Real Estate Investment Trusts (REITs) senilai 501 juta RMB, memanfaatkan instrumen keuangan untuk memperkuat struktur modal dan pendanaan jangka panjang.

Strategi Pendanaan dan Dukungan Pemerintah

Masuknya perusahaan milik negara dari Hefei sebagai pemegang saham memperkuat sinergi antara Mirattery dan pemerintah lokal. Kota Hefei yang menjadi lokasi tiga pabrik Nio, turut memberi dukungan ekstra dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan manajemen baterai.

Dalam konteks ini, investasi pemerintah daerah bukan hanya memberikan modal segar tetapi juga akses strategis dan insentif dalam operasional pabrik serta pengembangan teknologi baterai. Ini menjadi faktor kunci dalam membangun keunggulan kompetitif Mirattery di pasar yang sangat kompetitif.

Implikasi bagi Industri Kendaraan Listrik

Pendanaan besar-besaran ini menunjukkan betapa pentingnya manajemen aset baterai dalam industri mobil listrik. Dengan layanan seperti BaaS yang mengandalkan pengelolaan dan pergantian baterai secara efisien, Mirattery menjadi pemain sentral dalam mendukung pertumbuhan Nio dan kendaraan listrik secara umum.

Ekspansi dana ini memungkinkan Mirattery untuk tidak hanya memperluas kapasitas layanan tetapi juga intensif dalam riset dan pengembangan teknologi baterai. Hal ini sejalan dengan tren global yang menuntut solusi baterai yang lebih efisien, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Rangkuman Data Penting:

  1. Total pendanaan Seri C Mirattery mencapai hampir 2 miliar RMB, dengan tambahan 1 miliar RMB dari putaran C3.
  2. Dua pemegang saham BUMN baru dari Hefei ikut masuk dalam putaran C3.
  3. Mirattery mengelola 42 GWh aset baterai dengan lebih dari 550.000 pengguna.
  4. Peluncuran layanan BaaS dilakukan pada Agustus 2020, dengan Mirattery sebagai pengelola utama.
  5. Penerbitan REITs senilai 501 juta RMB sebagai tambahan sumber pendanaan.

Dengan pendanaan yang terus mengalir ini, Mirattery diperkirakan mampu memperkuat posisinya sebagai pengelola aset baterai utama dan mempercepat inovasi teknologi, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik Nio secara berkelanjutan. Langkah ini juga mencerminkan optimisme para investor dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan teknologi hijau dan mobilitas masa depan.

Berita Terkait

Back to top button