Shell V-Power Hilang di Banyak Daerah, Harga BBM Pertamina Tetap Stabil 16 Februari 2026: Krisis Stok Mulai Mengganggu Pilihan Konsumen BBM RON Tinggi!

Memasuki tanggal 16 Februari, harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU utama di Indonesia menunjukkan tren yang cukup stabil. Pertamina mempertahankan harga jual BBM non-subsidi dan subsidi tanpa perubahan signifikan sejak awal bulan. Namun, kondisi berbeda terjadi pada jaringan Shell dengan keterbatasan stok varian BBM premium yang mulai dirasakan konsumen di beberapa wilayah.

Di sebagian besar wilayah, harga BBM Pertamina tetap konsisten. Sebagai contoh, di Pulau Jawa, harga Pertalite (RON 90) dibanderol Rp10.000 per liter, sementara Pertamax (RON 92) dijual Rp11.800 per liter. Varian Pertamax Turbo (RON 98) dan Pertamax Green 95 masing-masing bertahan pada harga Rp12.700 dan Rp12.450 per liter. Sedangkan untuk produk diesel, Biosolar (CN 48) masih Rp6.800 per liter, Dexlite (CN 51) Rp13.250, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp13.500 per liter. Harga ini melambangkan kestabilan yang berusaha dipertahankan Pertamina dalam situasi pasar global yang dinamis.

Kondisi Harga BBM Shell dan Keterbatasan Stok

Shell Indonesia juga melakukan penyesuaian harga di awal bulan ini dengan penurunan berkisar antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Harga Shell Super (RON 92) kini berada di Rp12.050 per liter. Shell V-Power (RON 95) dan V-Power Nitro+ (RON 98) masing-masing dijual Rp12.500 dan Rp12.720 per liter. Sementara untuk diesel, Shell V-Power Diesel (CN 51) dihargai Rp13.600 per liter. Meski harga turun, ketersediaan Shell V-Power mulai menipis di berbagai daerah. Contohnya di Jawa Timur, Shell V-Power hampir tidak ditemukan kecuali Shell Super yang masih ada terbatas di Lamongan dan Mojokerto.

Kondisi ini diperkirakan berdampak pada perpindahan konsumen yang biasa mengisi BBM dengan tingkat oktan tinggi ke alternatif lain yang tersedia. Hal ini juga menjadi indikator keterbatasan pasokan varian tertentu di jaringan Shell yang memengaruhi pilihan pelanggan di lapangan.

Harga BBM Jaringan Lain Seperti BP dan Vivo

Selain Pertamina dan Shell, jaringan BBM lain seperti BP dan Vivo juga melakukan penyesuaian harga di awal bulan. BP-AKR secara umum menurunkan harga BBM hingga Rp690 per liter untuk beberapa varian utama. Harga BBM BP 92 (RON 92) sekarang sebesar Rp12.050 per liter, sementara BP Ultimate (RON 95) berada di Rp12.500 per liter. Diesel BP Ultimate (CN 53) dibanderol Rp13.600 per liter.

SPBU Vivo juga mengikuti tren penurunan harga. Revvo 92 dan Revvo 95 masing-masing dijual Rp12.050 dan Rp12.500 per liter. Diesel Primus Plus (CN 51) dipatok pada harga Rp13.610 per liter. Meski variasi produk lebih terbatas, Vivo tetap stabil dalam menyesuaikan harga mengikuti dinamika pasar.

Perbedaan Harga BBM Berdasarkan Wilayah

Penyesuaian harga BBM Pertamina berlaku di seluruh wilayah Indonesia dengan harga bervariasi mengikuti faktor distribusi dan kondisi pasar setempat. Berikut uraian harga Pertalite dan Pertamax di beberapa wilayah:

  1. Sumatera dan Sekitarnya
    • Pertalite: Rp10.000 per liter
    • Pertamax: Rp12.100 – Rp12.400 per liter tergantung lokasi
  2. Jawa & Bali
    • Pertalite konsisten Rp10.000 per liter
    • Pertamax antara Rp11.800 hingga Rp12.450 per liter
  3. Kalimantan
    • Pertalite Rp10.000 per liter
    • Pertamax Rp12.100 hingga Rp12.400 per liter
  4. Sulawesi dan Maluku
    • Harga mirip dengan wilayah lain
    • Biosolar tetap Rp6.800 per liter

Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil tanpa perubahan sejak awal Februari guna menjaga keseimbangan daya beli masyarakat. Penyesuaian harga lebih banyak terjadi pada BBM non-subsidi untuk mengakomodasi perubahan harga keekonomian dan kebijakan energi nasional.

Dinamika Pasar dan Pilihan Konsumen

Konsumen saat ini semakin cermat membandingkan harga dan ketersediaan BBM sebelum membeli. Stok BBM khususnya varian premium di beberapa jaringan seperti Shell yang terbatas menjadi pertimbangan penting dalam memilih SPBU. Sementara itu, Pertamina dan jaringan besar lain tetap menjaga stok dan harga agar tetap kompetitif.

Secara umum, stabilitas harga BBM di awal bulan ini mencerminkan respons produsen dan penyalur terhadap fluktuasi pasar global. Penurunan harga yang dilakukan Shell, BP, dan Vivo menjadi strategi untuk menarik konsumen sekaligus beradaptasi dengan tren menurunnya harga minyak dunia. Hal ini juga memberikan ruang bagi konsumen untuk memilih BBM berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaran.

Harga stabil sekaligus keterbatasan stok di sisi tertentu menjadi kondisi yang harus terus dipantau agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan distribusi. Dengan adanya informasi harga dan stok yang transparan, masyarakat dapat lebih mudah menentukan pilihan sebelum membeli BBM. Ketersediaan varian BBM di setiap wilayah menjadi faktor kunci dalam memastikan akses energi yang optimal bagi pengguna kendaraan bermotor.

Baca selengkapnya di: moladin.com

Berita Terkait

Back to top button