IIMS 2026 Ditutup, Tapi Angka Transaksi Disembunyikan: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Pameran Otomotif Terbesar Indonesia?

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi ditutup pada Sabtu malam di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Meskipun acara terakhir berakhir hari Minggu malam, informasi mengenai jumlah pengunjung dan nilai transaksi selama pameran masih dirahasiakan oleh penyelenggara.

Dyandra Promosindo sebagai promotor utama pameran menyatakan bahwa IIMS 2026 berhasil berjalan lancar dan tetap menarik perhatian publik di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Presiden Direktur Dyandra, Dazwar Marpaung, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan serta dukungan berbagai pihak yang berperan penting dalam kesuksesan acara.

Peserta dan Produk Unggulan

IIMS 2026 berlangsung selama 11 hari dengan skala lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Event ini menghadirkan lebih dari 180 merek otomotif dan industri pendukung, terdiri atas 35 brand kendaraan roda empat serta 26 brand sepeda motor. Hadirnya puluhan model baru, termasuk kendaraan listrik dan hybrid, menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.

Selain itu, IIMS 2026 menampilkan berbagai aktivitas yang memadukan unsur hiburan dan olahraga, seperti padel, drift, dan gokart. Konsep sportainment ini dinilai mampu memperluas cakupan segmen pengunjung dan menjaga semangat publik terhadap perkembangan industri otomotif domestik.

Kolaborasi dengan Pelaku UMKM dan Industri Kreatif

Pameran kali ini juga memperkuat ekosistem otomotif dengan melibatkan 71 pelaku UMKM lokal dan 21 industri kreatif. Kehadiran mereka membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang berkontribusi pada pertumbuhan industri secara menyeluruh. Total terselenggara 63 program andalan selama IIMS 2026 berlangsung.

Meski demikian, promotor belum membuka data resmi terkait nilai transaksi yang terjadi. Dazwar Marpaung menyebut bahwa capaian transaksi tahun ini melampaui tahun sebelumnya, namun angka pastinya masih dirahasiakan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif dalam negeri masih menunjukkan tren positif dan memiliki potensi perkembangan yang kuat.

Perubahan Jadwal dan Rencana Berikutnya

Menariknya, IIMS 2026 menjadi penyelenggaraan terakhir yang berlangsung di awal tahun. Mulai tahun depan, pameran akan digeser ke pertengahan tahun dengan jadwal pelaksanaan pada tanggal 6 hingga 16 Mei di lokasi yang sama. Perubahan ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi peserta untuk menyiapkan strategi peluncuran produk dan program penjualan secara lebih optimal.

Selain itu, pemindahan jadwal ke periode tersebut dianggap selaras dengan siklus bisnis dan daya beli konsumen yang biasanya meningkat di pertengahan tahun. Penyesuaian ini juga diharapkan dapat mendorong tingkat partisipasi serta nilai transaksi lebih baik pada edisi mendatang.

Dukungan Sponsor dan Antusiasme Industri

Keberhasilan IIMS 2026 tidak terlepas dari dukungan sponsor, peserta pameran, serta seluruh pihak terkait. Antusiasme para pelaku industri terlihat dari berbagai peluncuran produk baru dan kegiatan promosi yang aktif selama pameran. Hal ini menjadi sinyal bahwa meski kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian, sektor otomotif domestik tetap memiliki optimisme dan kekuatan untuk bertumbuh.

Publik kini menunggu keputusan Dyandra Promosindo terkait kemungkinan pembukaan data pengunjung dan nilai transaksi secara resmi. Informasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam mengukur dampak dan kesuksesan pameran bagi industri otomotif nasional secara lebih menyeluruh.

IIMS 2026 memperkuat posisinya sebagai salah satu pameran otomotif paling bergengsi di Indonesia. Dengan tambahan program inovatif dan skala yang semakin besar, IIMS terus memacu perkembangan sektor otomotif nasional serta mendukung rangkaian transformasi menuju industri yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Baca selengkapnya di: www.oto.com

Terkait