Disabilitas Bukan Penghalang! SafeAndAble Dorong Pengendara Motor Difabel Kuasai Jalan dengan Teknik dan Etika Berkendara Aman yang Tak Pernah Anda Bayangkan Sebelumnya

Puluhan penyandang disabilitas mengikuti talk show bertajuk #SafeAndAble di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Acara ini diinisiasi oleh Merah Putih Media dan menghadirkan narasumber dari PT Wahana Makmur Sejati yang berbagi wawasan mengenai teknik dan etika berkendara aman bagi pengendara difabel.

SafeAndAble adalah kampanye edukatif yang mengedepankan keselamatan, kemandirian, serta kesetaraan untuk pengendara dengan kebutuhan khusus. Program ini bertujuan agar para penyandang disabilitas dapat berkendara motor dengan aman, percaya diri, dan bertanggung jawab di jalan raya.

Teknik Berkendara Aman untuk Penyandang Disabilitas

Dalam sesi talk show, Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, menjelaskan pentingnya pengendalian motor yang halus dan stabil. Ia menekankan pengoperasian gas dan rem secara lembut untuk menjaga keseimbangan kendaraan. Kecepatan juga harus dipertahankan secara konsisten tanpa akselerasi ataupun pengereman mendadak untuk menghindari goyah ketika berkendara.

Pengendara difabel dianjurkan memberikan jarak aman lebih besar dengan kendaraan di depan. Jarak ini memberikan waktu reaksi yang lebih efektif saat menghadapi situasi tak terduga. Kewaspadaan ekstra dan kemampuan memindai kondisi sekitar lebih awal juga sangat penting agar potensi bahaya dapat diantisipasi sedini mungkin.

Posisi duduk yang stabil menjadi kunci utama pengendalian kendaraan. Agus menyebutkan bahwa tubuh harus mendapat titik tumpu atau sandaran yang kokoh. Modifikasi sepeda motor yang mendukung aspek ergonomis perlu dilakukan, dengan syarat tidak mengganggu atau menghilangkan fungsi keselamatan standar kendaraan.

Etika Berkendara dan Kesadaran Lalu Lintas

Instruktur Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Mohammad Abdillah, menegaskan pentingnya memahami etika berkendara serta mematuhi rambu dan marka jalan. Ketentuan ini merupakan perlindungan utama bagi setiap pengguna jalan, termasuk pengendara difabel.

Ia menghimbau agar pengendara menghindari penggunaan klakson secara agresif dan bersikap sabar terutama dalam menghadapi situasi lalu lintas yang padat. Memberi ruang yang cukup kepada sesama pengguna jalan merupakan tindakan saling menghormati yang wajib diterapkan.

Manfaat Kampanye #SafeAndAble

Program ini tidak semata mengajarkan aspek teknis berkendara, tapi juga membangun mental dan rasa percaya diri para difabel. Melalui edukasi ini, penyandang disabilitas diharapkan bisa lebih mandiri dalam mengendarai sepeda motor sekaligus menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Selain itu, kolaborasi Kamibijak dengan KabarOto.com menghadirkan wadah pembelajaran yang inspiratif dan menyemangati penyandang disabilitas agar tetap berperan aktif dalam mobilitas sosial. Kampanye ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkendara dengan aman.

Panduan Singkat Berkendara Aman bagi Penyandang Disabilitas:

  1. Operasikan gas dan rem dengan halus untuk menjaga kestabilan.
  2. Jaga kecepatan secara konsisten tanpa melakukan pengereman mendadak.
  3. Berikan jarak aman ekstra kepada kendaraan di depan.
  4. Perhatikan posisi duduk agar tubuh mendapat tumpuan stabil.
  5. Terapkan modifikasi ergonomis tanpa mengorbankan fitur keselamatan standar.
  6. Patuhi rambu lalu lintas dan marka jalan.
  7. Gunakan klakson dengan bijaksana dan hindari agresivitas.
  8. Bersikap sabar dalam situasi lalu lintas padat.
  9. Aktif memindai lingkungan sekitar untuk antisipasi bahaya.
  10. Selalu utamakan keselamatan bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Kampanye #SafeAndAble menunjukkan bahwa dengan edukasi dan penyesuaian tepat, penyandang disabilitas dapat berkendara dengan aman dan mandiri. Ini menjadi langkah positif dalam mendukung inklusivitas dan keselamatan di jalan raya.

Baca selengkapnya di: kabaroto.com

Terkait