
SUV listrik Chery J6 dan J6T hadir sebagai pilihan baru yang menonjolkan desain maskulin dan tangguh. Kedua model ini tampil dengan bodi boxy yang berani, berbeda dari citra mobil listrik biasanya yang lebih futuristik dan ramping. Pendekatan desain tersebut mengisi segmen pasar yang menginginkan kendaraan elektrik dengan karakter kuat dan mampu digunakan untuk berbagai medan.
Chery berhasil menarik perhatian pasar Indonesia dengan J6 dan J6T melalui strategi ini. Terbukti, pada tahun lalu kedua model tersebut masuk dalam daftar 10 mobil listrik terlaris di dalam negeri, dengan total distribusi mencapai 5.810 unit. Angka ini menunjukkan penerimaan yang positif dari konsumen terhadap konsep SUV elektrik berpenampilan macho.
Desain dan Dimensi yang Mewakili Karakter
J6 dan J6T memiliki perbedaan desain yang mencolok, terutama pada bentuk bumper, kap mesin, serta overfender. J6T tampil lebih lebar dengan dimensi panjang 4.433 mm, lebar 1.916 mm, dan tinggi 1.741 mm. Ground clearance J6T mencapai 225 mm dengan kemampuan wading depth 625 mm, yang mengindikasikan kemampuan melintasi genangan air cukup tinggi.
Sedangkan J6, yang berukuran sedikit lebih kecil, memiliki panjang 4.406 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.715 mm. Ground clearance di angka 200 mm dengan wading depth 600 mm, tetap memberikan kesan SUV yang mumpuni untuk kebutuhan urban dan petualangan ringan. Kedua varian menggunakan struktur rangka aluminium yang ringan namun kokoh, dilengkapi perlindungan antikorosi hingga 30 tahun, memastikan daya tahan pada kondisi ekstrem.
Performa Tenaga dan Ketahanan Baterai
J6T menyuguhkan penggerak listrik dengan motor depan bertenaga 93,8 hp dan torsi 165 Nm, serta motor belakang 181 hp dan torsi 220 Nm. Kombinasi ini memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 6,5 detik. Kecepatan maksimal yang disajikan mencapai 150 km/jam, menyediakan performa cukup gesit untuk SUV elektrik di kelasnya.
Sistem baterai yang digunakan antara 65,69 kWh hingga 69,77 kWh telah mengantongi sertifikasi IP68, memastikan ketahanan terhadap debu dan air. Waktu pengisian daya baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya 25 menit, mendukung mobilitas tinggi tanpa waktu tunggu lama. Jangkauan jarak tempuh untuk penggerak roda belakang (RWD) mencapai 441 km, sedangkan versi penggerak roda depan (IWD) mencapai 436 km, cocok untuk perjalanan dalam kota maupun jarak menengah.
Kenyamanan dan Fungsionalitas Off-Road
Dalam hal suspensi, J6 dan J6T menawarkan keseimbangan antara kenyamanan berkendara di jalan perkotaan dan keandalan saat melewati medan kasar. Suspensi dirancang empuk untuk kondisi jalan mulus sekaligus mampu menahan guncangan medis saat menghadapi jalur off-road.
Kedua model ini juga dilengkapi kemampuan off-road fungsional yang baik. Ground clearance tinggi dan kemampuan melintasi genangan air membuat SUV ini dapat digunakan pada medan banjir atau jalan berlumpur. Hal ini didukung oleh bukti penggunaan nyata, salah satunya saat pengguna J6 nekat menerobos banjir di Ibu Kota.
Pengalaman Mengemudi dan Kesempatan Test Drive
Selama pameran Indonesia International Motor Show, Chery menyediakan arena test drive off-road seluas 1.015 meter persegi. Area ini dirancang khusus agar pengunjung dapat merasakan langsung kemampuan performa SUV Chery pada jalur ekstensif dengan berbagai tantangan medannya.
Harga yang ditawarkan untuk Chery J6 berada di kisaran Rp555,5 juta hingga Rp625,6 juta. Sedangkan J6T dipasarkan dengan harga mulai Rp580,5 juta hingga Rp645,5 juta, memberikan pilihan sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna.
Kehadiran SUV listrik seperti Chery J6 dan J6T mengisi celah di pasar kendaraan listrik dengan menawarkan desain yang tidak konvensional dan kemampuan multifungsi. Pendekatan ini dapat menarik konsumen yang menginginkan mobil listrik bukan hanya sebagai kendaraan harian, tetapi juga sebagai teman petualangan andal.
Baca selengkapnya di: www.cnnindonesia.com




