Ganjil Genap Jakarta 18 Februari 2026: Rute Terlarang, Sanksi ETLE & 26 Jalan Krusial yang Bikin Macet Melonjak!

Kebijakan ganjil genap di Jakarta kembali berlaku pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan penerapan aturan untuk kendaraan berpelat nomor ganjil. Aturan ini bertujuan mengurangi kemacetan di ruas jalan protokol dan akses tol utama. Warga dengan kendaraan genap dapat menggunakan jalur tertentu tanpa kendala selama jam operasional.

Jadwal ganjil genap Jakarta terbagi dalam dua sesi, yakni pagi dan sore. Sesi pagi berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, sedangkan sesi sore mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Di luar jam tersebut serta pada akhir pekan dan hari libur nasional, aturan ini tidak diberlakukan.

Jadwal Operasional Ganjil Genap

  1. Sesi Pagi: 06.00 – 10.00 WIB
  2. Sesi Sore/Malam: 16.00 – 21.00 WIB

Dalam pelaksanaannya, aturan ini tidak berlaku bagi beberapa kategori kendaraan tertentu. Kendaraan yang bebas dari pembatasan di antaranya adalah mobil listrik (EV), kendaraan layanan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran, serta transportasi publik seperti taksi berpelat kuning dan angkutan umum. Kendaraan kedinasan milik TNI, Polri, dan lembaga pemerintah juga mendapatkan pengecualian.

Kategori Kendaraan Bebas Ganjil Genap

Penerapan aturan ini juga berlaku di 26 ruas jalan utama yang sering mengalami kemacetan di jam sibuk. Ruas jalan seperti Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan HR Rasuna Said menjadi kawasan utama penerapan ganjil genap.

Daftar Ruas Jalan Ganjil Genap

  1. Jalan Pintu Besar Selatan
  2. Jalan Gajah Mada
  3. Jalan Hayam Wuruk
  4. Jalan Majapahit
  5. Jalan Medan Merdeka Barat
  6. Jalan MH Thamrin
  7. Jalan Jenderal Sudirman
  8. Jalan Sisingamangaraja
  9. Jalan Panglima Polim
  10. Jalan Fatmawati
  11. Jalan Suryopranoto
  12. Jalan Balikpapan
  13. Jalan Kyai Caringin
  14. Jalan Tomang Raya
  15. Jalan Jenderal S Parman
  16. Jalan Gatot Subroto
  17. Jalan MT Haryono
  18. Jalan HR Rasuna Said
  19. Jalan DI Pandjaitan
  20. Jalan Jenderal A Yani
  21. Jalan Pramuka
  22. Jalan Salemba Raya (Barat)
  23. Jalan Salemba Raya (Timur)
  24. Jalan Kramat Raya
  25. Jalan Stasiun Senen
  26. Jalan Gunung Sahari

Selain itu, 28 akses gerbang tol juga masuk dalam skema pembatasan ini. Beberapa akses yang perlu diperhatikan antara lain Halim, Kuningan, Cawang, dan Slipi. Ini menandakan kebijakan ganjil genap kini tidak hanya diterapkan di jalan utama, tetapi juga di akses tol pendukung mobilitas di Jakarta.

Akses Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap

  1. Jalan Anggrek Neli Murni (Tol Jakarta-Tangerang)
  2. Off ramp Tol Slipi / Palmerah / Tanah Abang – Jalan Brigjen Katamso
  3. Jalan Brigjen Katamso – Gerbang Tol Slipi
  4. Off ramp Tol Tomang / Grogol – Jalan Kemanggisan Utama
  5. Simpang Jalan Palmerah Utara – Jalan KS Tubun – Gerbang Tol Slipi 1
  6. Jalan Pejompongan Raya – Gerbang Tol Pejompongan
  7. Off ramp Tol Slipi / Palmerah / Tanah Abang – Jalan Tentara Pelajar
  8. Off ramp Tol Benhil / Senayan / Kebayoran – Jalan Gerbang Pemuda
  9. Off ramp Tol Kuningan / Mampang / Menteng – Simpang Kuningan
  10. Jalan Taman Patra – Gerbang Tol Kuningan 2
  11. Off ramp Tol Tebet / Manggarai / Pasar Minggu – Simpang Pancoran
  12. Simpang Pancoran – Gerbang Tol Tebet 1
  13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya – Gerbang Tol Tebet 2
  14. Off ramp Tol Tebet / Manggarai / Pasar Minggu – Jalan Pancoran Timur II
  15. Off ramp Tol Cawang / Halim / Kampung Melayu – Simpang Jalan Otto Iskandardinata – Jalan Dewi Sartika
  16. Simpang Jalan Dewi Sartika – Jalan Otto Iskandardinata – Gerbang Tol Cawang
  17. Off ramp Tol Halim / Kalimalang – Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang
  18. Jalan Cipinang Cempedak IV – Gerbang Tol Kebon Nanas
  19. Jalan Bekasi Timur Raya – Gerbang Tol Pedati
  20. Off ramp Tol Pisangan / Jatinegara – Jalan Bekasi Barat
  21. Off ramp Tol Jatinegara / Klender / Buaran – Jalan Bekasi Timur Raya
  22. Jalan Bekasi Barat – Gerbang Tol Jatinegara
  23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya – Jalan Utan Kayu Raya – Gerbang Tol Rawamangun
  24. Off ramp Tol Rawamangun / Salemba / Pulogadung – Simpang Jalan Utan Kayu Raya – Jalan Rawamangun Muka Raya
  25. Off ramp Tol Rawamangun / Salemba / Pulogadung – Simpang Jalan H Ten Raya – Jalan Rawasari Selatan
  26. Simpang Jalan Rawasari Selatan – Jalan H Ten Raya – Gerbang Tol Pulomas
  27. Off ramp Tol Cempaka Putih / Senen / Pulogadung – Simpang Jalan Letjen Suprapto – Jalan Perintis Kemerdekaan
  28. Simpang Jalan Pulomas – Gerbang Tol Cempaka Putih

Pengawasan pelaksanaan ganjil genap kini menggunakan teknologi ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) statis dan mobile. Denda maksimal Rp500.000 sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 dikenakan bagi para pelanggar. Teknologi ini memastikan penerapan aturan lebih efektif dan tanpa kompromi.

Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan memanfaatkan moda transportasi publik yang tidak terdampak pembatasan ganjil genap. MRT Jakarta, LRT, serta TransJakarta tetap beroperasi normal dan dapat menjadi pilihan untuk menghindari pelanggaran aturan.

Kebijakan ganjil genap merupakan strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam mengatur mobilitas di ibu kota. Dengan mengikuti aturan dan mengetahui rute yang terkena pembatasan, perjalanan harian bisa jadi lebih lancar dan efisien. Pemahaman terhadap jadwal serta pengecualian penting agar pengguna kendaraan tetap bisa mengatur pergerakan dengan bijak.

Baca selengkapnya di: moladin.com
Exit mobile version