BMW dan Mercedes Pangkas Harga Mobil Premium hingga Rp700 Juta, Hadapi Persaingan Ketat dan Lesu Penjualan di Pasar China 2026

BMW dan Mercedes-Benz membuat gebrakan dengan memangkas harga mobil premium mereka hingga mencapai Rp700 jutaan di pasar China. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas penurunan penjualan yang signifikan dan meningkatnya persaingan dari merek mobil listrik premium asal China.

Penjualan BMW turun sekitar 12,5 persen dan Mercedes-Benz merosot hampir 19 persen sepanjang tahun ini di China. Audi juga mengalami penurunan penjualan sebesar 5 persen. Secara kumulatif, ketiga merek ini kehilangan lebih dari 260.000 unit penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemangkasan Harga sebagai Strategi Adaptasi

BMW melakukan revisi harga terhadap lebih dari 30 modelnya mulai awal tahun depan. Banyak model mengalami penurunan harga lebih dari 10 persen. Contohnya, BMW iX1 eDrive25L yang semula dibanderol 299.900 yuan (sekitar Rp730 jutaan) kini turun menjadi 228.000 yuan (sekitar Rp555 jutaan). Penurunan harga kendaraan mencapai lebih dari 300.000 yuan untuk beberapa model.

Mercedes-Benz mengikuti langkah ini dengan menurunkan harga pada model andalannya seperti C-Class dan GLC. Diskon yang diberikan berkisar antara 33.000 hingga 69.000 yuan (sekitar Rp80 juta sampai Rp168 juta). Penyesuaian harga ini bertujuan menjaga daya saing dan memperkuat jaringan dealer di tengah persaingan yang semakin ketat.

Tekanan dari Ekonomi dan Kompetitor Lokal

Perlambatan ekonomi China menjadi faktor utama melemahnya daya beli konsumen kelas atas. Kondisi ini diperparah oleh semakin kuatnya merek kendaraan listrik asal negeri Tirai Bambu yang menawarkan teknologi canggih dengan harga kompetitif.

Industri otomotif premium global sedang menghadapi era perubahan signifikan dengan munculnya kendaraan listrik yang kian diminati. Misalnya, peluncuran Mercedes-Benz CLA versi listrik yang diperkenalkan November lalu tidak langsung mencatat penjualan ritel yang signifikan selama dua bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan tantangan distribusi dan permintaan terhadap mobil listrik kompak di kisaran harga awal sekitar 249.000 yuan (Rp606 jutaan).

Posisi Merek Eropa di Pasar China

BMW dan Mercedes-Benz yang selama ini mengusung strategi harga premium kini beralih ke pendekatan nilai yang lebih agresif. Perusahaan berupaya menahan laju penurunan penjualan dan menghadapi tekanan dari merek-merek China yang menawarkan fitur digital, konektivitas, dan teknologi terbaru yang sesuai dengan preferensi konsumen lokal.

Merek-merek premium lokal China semakin mendapat tempat di segmen menengah hingga atas. Tren ini turut mempercepat adopsi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di pasar otomotif negara tersebut. Penurunan daya beli premium consumer memberi pengaruh besar dalam menentukan strategi harga produsen asing.

Tabel Penyesuaian Harga BMW dan Mercedes-Benz di China

Merek Model Harga Awal (yuan) Harga Baru (yuan) Diskon (yuan) Perkiraan Harga dalam Rp
BMW iX1 eDrive25L 299.900 228.000 71.900 Dari Rp730 juta ke Rp555 juta
Mercedes-Benz C-Class 33.000 s/d 69.000 Diskon Rp80 juta – Rp168 juta
Mercedes-Benz GLC 33.000 s/d 69.000 Diskon Rp80 juta – Rp168 juta

Pemangkasan harga ini mencerminkan perubahan dramatis di industri otomotif global di pasar terpenting seperti China. BMW dan Mercedes-Benz berupaya menyesuaikan diri dan menjaga posisi mereka di tengah persaingan meruncing yang didominasi oleh merek mobil listrik nasional serta perubahan preferensi konsumen yang semakin mengutamakan nilai, teknologi, dan inovasi terbaru.

Ke depan, langkah ini bisa menjadi indikator bahwa pemain besar otomotif dunia harus lebih fleksibel mengelola strateginya di pasar yang sangat dinamis. Penguatan daya saing harga tampaknya menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi di pasar kendaraan mewah dengan persaingan yang tidak lagi hanya soal merek tapi juga fitur dan inovasi teknologi.

Berita Terkait

Back to top button