RoboSense mencatat keuntungan kuartalan pertamanya seiring lonjakan penjualan LiDAR untuk robotik. Perusahaan teknologi LiDAR asal Tiongkok ini mengumumkan perkiraan laba bersih minimal RMB 60 juta pada kuartal keempat 2025, setara dengan sekitar 8,7 juta dolar AS. Pencapaian ini menandai tonggak baru dalam perjalanan finansial perusahaan setelah agresif memperluas bisnisnya dari sektor otomotif ke pasar robotik yang berkembang pesat dan bermargin tinggi.
Lonjakan penjualan LiDAR untuk robotik menjadi faktor utama di balik performa positif ini. Sepanjang 2025, RoboSense memperkirakan penjualan LiDAR untuk robotik melebihi 303.000 unit, meningkat lebih dari 1.142% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan perubahan signifikan dari struktur bisnis perusahaan yang selama ini didominasi oleh produk LiDAR untuk sistem bantuan pengemudi (ADAS) otomotif.
Diversifikasi Penjualan yang Signifikan
Dalam laporan kuartal keempat 2025, RoboSense menjual total 459.600 unit LiDAR. Dari jumlah tersebut, unit LiDAR untuk robotik mencapai 221.200 unit atau hampir setara dengan penjualan LiDAR untuk ADAS otomotif. Data ini menunjukkan perubahan mendasar dari tahun 2024, ketika dari total 544.200 unit yang terjual, lebih dari 95% berasal dari segmen ADAS. Sebaliknya, segmen robotik hanya berkontribusi sekitar 24.400 unit.
Perubahan ini mencerminkan strategi perusahaan untuk membangun model pertumbuhan ganda berbasis diversifikasi produk. RoboSense memandang struktur pendapatan yang seimbang antara segmen otomotif dan robotik sebagai sumber ketahanan yang lebih kuat serta potensi margin keuntungan yang lebih tinggi.
Keunggulan Kompetitif dan Pencapaian Industri
RoboSense juga dikenal sebagai pelopor dalam teknologi LiDAR otomotif. Pada Juni tahun lalu, perusahaan mencetak rekor pengiriman dengan melampaui angka satu juta unit LiDAR otomotif yang dikirim ke pasar global. Kekuatan perusahaan dalam menghadirkan inovasi produk dan ekspansi pasar ini mendorong posisinya sebagai salah satu pemasok utama dunia di industri LiDAR, khususnya untuk aplikasi robotik.
Selain itu, manajemen perusahaan memperkirakan kerugian bersih sepanjang 2025 akan berkurang drastis menjadi tidak lebih dari RMB 180 juta, turun lebih dari 60% dibandingkan kerugian tahun 2024 yang mencapai RMB 481,8 juta. Penurunan kerugian ini sebagian didukung oleh keuntungan bersih dari aset keuangan yang dinilai berdasarkan nilai wajar dan diakui dalam laporan laba rugi.
Potensi dan Tren Pasar LiDAR Robotik
Perkembangan bisnis robotik RoboSense menunjukkan tren kuat pada meningkatnya adopsi LiDAR di sektor non-otomotif. Dengan kebutuhan sistem navigasi dan sensor berbasis presisi tinggi dalam robotika industri dan layanan, pasar LiDAR diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan pesat. RoboSense memanfaatkan momentum ini untuk memperbesarkan pangsa pasar serta memperkuat keberlanjutan bisnis.
Berikut adalah ikhtisar data kunci penjualan dan performa RoboSense:
- Penjualan total LiDAR kuartal keempat 2025: 459.600 unit
- Penjualan LiDAR robotik kuartal keempat 2025: 221.200 unit
- Penjualan LiDAR robotik sepanjang 2025: >303.000 unit (naik 1.142% dibanding 2024)
- Pendapatan kuartal keempat 2025: laba bersih minimal RMB 60 juta
- Perkiraan kerugian bersih 2025: maksimal RMB 180 juta (penurunan >60%)
- Harga tukar: 1 USD = 6,9087 RMB
Ekspansi RoboSense ke segmen robotik memperkaya lanskap pasar teknologi LiDAR dengan lebih banyak inovasi. Keberhasilan perusahaan menunjukkan bagaimana diversifikasi produk dapat menjadi strategi efektif menghadapi fluktuasi pasar otomotif global dan menembus pasar baru dengan potensi tinggi.
Seiring bisnis robotik terus berkembang, RoboSense diposisikan untuk memimpin pasar sensor cerdas berteknologi tinggi yang menjadi tulang punggung kendaraan otonom dan sistem robotik. Perusahaan jelas mengarah pada fase pertumbuhan yang lebih stabil dan profitabilitas yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan industri teknologi sensor.





