Harga BBM 19 Feb 2026: Hari Pertama Puasa, Shell V-Power Habis, Pertamina Normal, Pelanggan Wajib Tahu!

Memasuki hari pertama puasa, masyarakat mulai menyusun rencana perjalanan dan kebutuhan mobilitas, sementara pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang stabil menjadi perhatian utama. Di sebagian besar SPBU Pertamina, ketersediaan BBM tetap normal dengan harga yang stabil sehingga konsumen dapat mengisi bahan bakar tanpa khawatir. Aktivitas distribusi berjalan lancar, menjaga aliran BBM selama masa meningkatnya kebutuhan mobilitas.

Namun, kondisi berbeda terjadi di jaringan Shell. Laporan terkini menyatakan bahwa Shell V-Power habis di seluruh Indonesia. Shell Super juga hanya tersedia terbatas di beberapa wilayah seperti Lamongan dan Mojokerto. Sementara itu, Shell Diesel masih dapat ditemukan di sebagian besar SPBU Shell. Situasi ini memaksa pengguna kendaraan berbahan bakar bensin dengan kebutuhan RON tinggi mencari alternatif lain yang sesuai.

Harga BBM di Pulau Jawa

Pertamina menetapkan harga BBM untuk wilayah Jawa sebagai berikut:

  1. Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  2. Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
  3. Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter
  4. Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter
  5. Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter
  6. Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter
  7. Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter

Harga ini terjaga stabil pada hari ini untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama bulan suci.

Penyesuaian Harga BBM Shell

Shell Indonesia juga melakukan penurunan harga BBM di awal bulan, dengan penyesuaian antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Berikut harga terbaru:

  • Shell Super (RON 92): Rp12.050 per liter
  • Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
  • Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
  • Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.600 per liter

Meskipun ada penurunan harga, kelangkaan khusus pada Shell V-Power menghambat distribusi, terutama untuk produk dengan RON tinggi.

Harga BBM Jaringan BP dan Vivo

Jaringan SPBU BP-AKR juga mengalami penurunan harga antara Rp260 hingga Rp690 per liter, berlaku pada varian utama:

  • BP 92 (RON 92): Rp12.050 per liter
  • BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
  • BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp13.600 per liter

SPBU Vivo mengikuti tren ini dengan penyesuaian Rp10 hingga Rp650 per liter, mencakup:

  • Revvo 92 (RON 92): Rp12.050 per liter
  • Revvo 95 (RON 95): Rp12.500 per liter
  • Diesel Primus Plus (CN 51): Rp13.610 per liter

Penyesuaian ini mencerminkan perubahan harga global dan upaya menjaga keseimbangan daya beli masyarakat.

Harga BBM Pertamina di Berbagai Wilayah Indonesia

Selain Jawa dan Bali, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah di seluruh Indonesia. Namun, harga BBM non-subsidi mengalami penurunan, sebagai contoh di wilayah Sumatera:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Pertamax: Rp12.100 – Rp12.400 per liter (tergantung wilayah)
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Dexlite: Rp13.550 – Rp13.850 per liter
  • Pertamina Dex: Rp13.800 – Rp14.100 per liter

Di Kalimantan dan Sulawesi, harga berada pada level yang hampir sama dengan Sumatera, dengan sedikit variasi sesuai dengan kondisi lokal dan biaya distribusi. Hal serupa juga berlaku di Maluku dan Papua, di mana harga BBM non-subsidi menyesuaikan, namun subsidi tetap stabil bagi pengguna kendaraan tertentu.

Dinamika Pasar dan Kebijakan BBM

Penyesuaian harga BBM ini menunjukkan respons sektor energi terhadap dinamika pasar global dan perubahan kebijakan nasional. Penurunan harga di awal bulan membantu menjaga stabilitas dan mencegah gejolak di sektor transportasi yang sangat sensitif terhadap harga bahan bakar. Di sisi lain, ketersediaan stok, terutama di jaringan Shell, masih menjadi faktor krusial agar pasokan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat disarankan untuk memantau ketersediaan produk BBM di SPBU terdekat dan menyesuaikan pilihan bahan bakar mengingat adanya kelangkaan khusus di beberapa jenis premium Shell. Ini penting agar mobilitas selama bulan puasa dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Situasi pasokan dan harga BBM hari ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan energi masyarakat dan strategi pengaturan pasokan oleh perusahaan penyedia. Di tengah awal bulan puasa, keterjangkauan dan ketersediaan BBM menjadi poin utama yang akan terus dipantau oleh konsumen dan pengamat sektor energi.

Baca selengkapnya di: moladin.com

Berita Terkait

Back to top button