Strategi Lengkap Kemenhub Antisipasi 143 Juta Pemudik Lebaran 2026, Siapkan 31.345 Bus, 72 Dermaga, dan Rampcheck Keselamatan Bus

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan serangkaian strategi untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan transportasi darat selama angkutan Lebaran 1447 H. Perkiraan jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mencapai 143 juta orang, sehingga diperlukan kesiapan sarana dan prasarana yang optimal untuk menjaga kelancaran mobilitas.

Dalam upaya tersebut, Kemenhub menyediakan infrastruktur angkutan jalan yang terdiri dari 177 terminal, dengan rincian 115 terminal tipe A dan 62 tipe B. Selain itu, 48 Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) difungsikan menjadi rest area guna memberikan kenyamanan selama perjalanan mudik dan balik. Kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjadikan sejumlah masjid sebagai tempat peristirahatan di beberapa wilayah strategis seperti Tegal, Pekalongan, Semarang, Purworejo, dan Kebumen.

Persiapan Armada Bus

Untuk mendukung mobilitas penumpang, Kemenhub menyiapkan 31.345 unit armada bus dengan berbagai jenis. Rinciannya meliputi 11.639 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), 63 unit untuk angkutan lintas batas negara, 17.850 unit angkutan pariwisata, dan 1.793 unit Angkutan Jalan Angkutan Perkotaan (AJAP). Armada tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan kapasitas yang cukup besar.

Selain itu, kegiatan inspeksi keselamatan bus atau rampcheck akan digelar selama masa angkutan Lebaran, dimulai sejak akhir Februari hingga akhir Maret. Inspeksi ini bertujuan memastikan semua kendaraan laik jalan dan memenuhi persyaratan keselamatan bagi penumpang sebelum beroperasi. Tahapan rampcheck dilakukan di pool bus sebagai pengawasan awal sebelum bus diberangkatkan ke terminal.

Pengaturan Angkutan Barang dan Rekayasa Lalu Lintas

Kemenhub juga melakukan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah jalan tol dan non-tol selama puncak arus mudik dan balik. Kebijakan ini dibuat bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum guna menjaga kenyamanan dan keamanan lalu lintas. Manajemen rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way), contra flow, dan ganjil-genap diberlakukan untuk mengendalikan arus kendaraan.

Pengaturan lalu lintas difokuskan pada akses menuju dan area pelabuhan penyeberangan utama, contohnya di Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan yang menyeberang dan mengurangi potensi kemacetan.

Fasilitas dan Armada Penyeberangan

Demi mendukung mobilitas lintas pulau, Kemenhub menyiapkan 254 unit kapal penyeberangan yang beroperasi di 29 pelabuhan penyeberangan. Total terdapat 72 dermaga yang akan digunakan selama periode angkutan Lebaran. Skema ini penting agar distribusi penumpang dan kendaraan di jalur penyeberangan dapat berlangsung lancar.

Program Bus Mudik Gratis

Sebagai bagian dari dukungan pemerintah untuk masyarakat, Kemenhub menyediakan 401 unit bus mudik gratis yang mampu mengangkut sekitar 15.834 penumpang. Selain itu, disiapkan juga delapan truk untuk mengangkut 240 sepeda motor. Program ini melayani 34 kota tujuan mudik gratis yang tersebar di sejumlah provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera. Pendaftaran untuk bus mudik gratis ini akan dibuka secara resmi mulai awal Maret.

Sinergi dengan Berbagai Pihak

Strategi Kemenhub tidak berjalan sendiri melainkan bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi tersebut mencakup pengelolaan sarana prasarana, pengamanan dan pengaturan lalu lintas, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti rest area fungsional yang mengoptimalkan pemanfaatan terminal dan masjid strategis.

Semua langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026. Peningkatan pengawasan dan pengaturan yang komprehensif menjadi kunci supaya mobilisasi besar-besaran ini tidak menimbulkan hambatan berarti di jalur transportasi darat maupun penyeberangan.

Dengan kesiapan armada, fasilitas, pengaturan lalu lintas, serta kolaborasi lintas instansi, Kemenhub menunjukkan komitmennya dalam mendukung mobilitas masyarakat secara terintegrasi. Pengawasan dan langkah antisipatif sejak dini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dan menekan kemacetan yang kerap terjadi setiap menjelang Lebaran.

Baca selengkapnya di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version