Update Harga BBM 20 Februari 2026 Distribusi Pertamina Stabil Shell V-Power Masih Sulit Didapatkan

Memasuki tanggal 20 Februari, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia relatif stabil terutama untuk produk Pertamina. Distribusi BBM di sejumlah SPBU Pertamina tetap lancar dan stok tersedia dalam jumlah memadai, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar. Kondisi ini penting mengingat sebagian konsumen mulai menyiapkan kebutuhan mobilitas selama Ramadan.

Namun, situasi berbeda terjadi di jaringan SPBU Shell. Produk unggulan Shell V-Power banyak yang kosong di berbagai daerah. Shell Super juga hanya tersedia terbatas di wilayah seperti Lamongan dan Mojokerto, sementara di tempat lain yang tersedia kebanyakan adalah produk diesel. Kondisi ini memaksa pemilik kendaraan dengan kebutuhan BBM beroktan tinggi untuk mencari alternatif bahan bakar lain.

Harga BBM Pertamina per 20 Februari

Berikut adalah harga BBM Pertamina di Pulau Jawa yang masih stabil dan belum mengalami perubahan:

  1. Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
  2. Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
  3. Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter
  4. Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter
  5. Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter
  6. Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter
  7. Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter

Alokasi ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, sekaligus mengontrol harga BBM non-subsidi agar tetap kompetitif.

Harga dan Ketersediaan BBM Shell

Shell Indonesia telah melakukan penurunan harga BBM di awal bulan, dengan penurunan antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Harga BBM Shell terbaru meliputi:

  1. Shell Super (RON 92): Rp12.050 per liter
  2. Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
  3. Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
  4. Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.600 per liter

Meski ada penurunan harga, kelangkaan stok terutama untuk Shell V-Power membuat konsumen harus mencari SPBU alternatif. Ketersediaan terbatas ini diperkirakan akibat kendala distribusi pada jaringan Shell di beberapa wilayah.

Harga BBM Jaringan Lain

Selain Pertamina dan Shell, harga BBM dari jaringan lain juga mengalami penyesuaian. SPBU BP-AKR dan Vivo menurunkan harga berkisar antara Rp10 hingga Rp690 per liter sejak awal Februari. Berikut harga BBM mereka:

Jaringan BP-AKR:

  • BP 92: Rp12.050 per liter
  • BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp13.600 per liter

SPBU Vivo:

  • Revvo 92: Rp12.050 per liter
  • Revvo 95: Rp12.500 per liter
  • Diesel Primus Plus: Rp13.610 per liter

Penurunan ini selaras dengan tren global dan upaya menjaga daya beli masyarakat.

Distribusi dan Harga BBM Pertamina di Seluruh Wilayah

Pertamina memberlakukan harga berbeda di setiap wilayah sesuai karakteristik pasar dan biaya distribusi. Berikut perinciannya secara ringkas:

Sumatera & Sekitarnya (misal: Aceh, Sumatera Barat): Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100–12.400, Biosolar Rp6.800
Jawa & Bali (DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali): Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp11.800–12.450, Biosolar Rp6.800
Kalimantan & Sulawesi: Harga berkisar sedikit di atas Rp10.000 untuk Pertalite, dengan Pertamax di kisaran Rp12.100–12.400
Maluku & Papua: Harga relatif sama dengan wilayah lain yaitu Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100

Perbedaan harga tersebut mencerminkan penyesuaian biaya logistik dan strategi industri energi nasional. Namun, untuk BBM bersubsidi, harga tetap sama tanpa perubahan.

Dinamika Pasar dan Implikasi ke Konsumen

Harga BBM stabil dan distribusi Pertamina lancar menjadi faktor penenang bagi konsumen menjelang bulan puasa. Stok lengkap di SPBU Pertamina memberikan jaminan ketersediaan BBM untuk kebutuhan harian dan perjalanan mudik.

Sementara itu, kelangkaan produk premium Shell mendorong pengguna kendaraan beroktan tinggi untuk mempertimbangkan BBM non-subsidi lain seperti Pertamax Turbo atau produk BP dan Vivo yang harganya kompetitif. Pilihan ini juga didukung oleh tren penurunan harga yang mengikuti dinamika pasar global.

Dengan harga yang relatif terkendali dan distribusi yang membaik, diharapkan sektor transportasi dan mobilitas tetap stabil. Konsumen disarankan memperhatikan update harga dan ketersediaan BBM di wilayah masing-masing untuk mendapatkan layanan terbaik tanpa gangguan.

Pemantauan lebih lanjut diperlukan mengingat perubahan kebijakan energi nasional dan fluktuasi pasar global minyak yang dapat mempengaruhi harga BBM ke depan.

Source: moladin.com

Berita Terkait

Back to top button